JAKARTA - Kesiapan KAI angkutan Lebaran tahun ini benar-benar diuji. Tak hanya menghadapi lonjakan penumpang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga harus mengantisipasi potensi gangguan cuaca seperti banjir dan longsor di sejumlah jalur rawan. Menghadapi periode mudik yang diprediksi lebih padat dari tahun sebelumnya, KAI memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara matang.
Dalam paparan terbarunya, manajemen KAI menegaskan bahwa kesiapan KAI angkutan Lebaran tidak hanya menyangkut penambahan perjalanan kereta, tetapi juga penguatan sistem pengaturan lalu lintas dan kesiapan infrastruktur. Berbeda dengan moda transportasi lain, seluruh aspek perkeretaapian—mulai dari sarana, prasarana, hingga pengaturan jalur—berada dalam satu kendali KAI.
“KAI ini unik. Keretanya ada di kita, pengaturan trafiknya ada di kita, jalurnya pun ada di kita. Jadi kompleksitasnya memang tinggi saat menghadapi angkutan Lebaran,” ujar perwakilan manajemen.
Tahun ini, kesiapan KAI angkutan Lebaran diwujudkan dengan menambah sekitar 62 perjalanan kereta api per hari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang diproyeksikan mencapai 4,9 hingga 5,2 juta orang selama periode angkutan Lebaran.
Proyeksi Penumpang Naik Signifikan
Jika berkaca pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya, terjadi kenaikan signifikan jumlah pelanggan. Pada periode 2025, jumlah penumpang tercatat sekitar 3,5 juta orang. Angka itu meningkat menjadi 4,2 juta penumpang atau naik sekitar 12 persen.
Sementara pada angkutan Lebaran tahun lalu, jumlah penumpang mencapai sekitar 4,5 juta orang. Dengan tren kenaikan tersebut, KAI kini bersiap menghadapi potensi lonjakan hingga lebih dari 5 juta penumpang.
Penambahan 62 perjalanan kereta per hari diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang memilih moda transportasi kereta api sebagai sarana mudik. Selain faktor kenyamanan, ketepatan waktu dan bebas macet menjadi alasan utama tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api.
Tak hanya menambah perjalanan, KAI juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk stasiun, sistem persinyalan, serta kesiapan awak kereta dan petugas di lapangan.
Antisipasi Banjir dan Longsor di Jalur Rawan
Di tengah lonjakan penumpang, tantangan lain yang tak kalah penting adalah potensi gangguan akibat cuaca ekstrem. KAI telah memetakan sejumlah titik rawan yang masuk kategori daerah dalam pengawasan khusus (dapsus).
Titik-titik tersebut berpotensi terdampak banjir, longsor, hingga gangguan alam lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KAI melakukan dua pendekatan, yakni teknis dan nonteknis.
Secara teknis, KAI melakukan peninggian rel di sejumlah ruas rawan banjir. Peninggian dilakukan dengan menambah balas (batu penyangga rel) dan mengangkat rel setinggi 15 hingga 30 sentimeter. Bahkan di salah satu ruas di Pekalongan, rel diangkat hingga 50 sentimeter sepanjang 600 meter akibat kejadian banjir beberapa waktu lalu.
Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalkan risiko rel terendam air saat curah hujan tinggi.
Siagakan 1.100 Petugas Tambahan
Selain langkah teknis, KAI juga memperkuat pengawasan di lapangan. Pada periode Nataru lalu, lebih dari 1.100 petugas tambahan ditempatkan di berbagai titik pengawasan khusus.
Petugas tersebut bertugas memantau kondisi jalur secara real time dan melakukan prediksi cepat jika terjadi gangguan. Dengan begitu, estimasi waktu perbaikan atau operation recovery bisa segera diketahui.
Langkah ini penting karena gangguan pada satu perjalanan kereta dapat berdampak berantai terhadap perjalanan berikutnya. Jika satu kereta terhambat, maka kereta lain di belakangnya juga berpotensi mengalami keterlambatan.
Dengan sistem monitoring ketat dan pengaturan ulang jadwal yang cepat, KAI berharap gangguan dapat diminimalkan dan pelayanan kepada pelanggan tetap optimal.
Optimistis Angkutan Lebaran Berjalan Lancar
Melihat seluruh persiapan tersebut, manajemen KAI optimistis angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar. Sinergi antara penambahan perjalanan, penguatan infrastruktur, serta kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui kanal resmi guna menghindari kepadatan di stasiun.
Dengan kesiapan KAI angkutan Lebaran yang semakin matang, diharapkan perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu meski di tengah potensi cuaca ekstrem.
Editor : Divka Vance Yandriana