Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kondisi Terbaru Tanah Bergerak di Tegal: Rumah Warga Masih Ambruk Susul-menyusul, Pemerintah Siapkan 10 Hektar Lahan Relokasi, Cek Lokasinya!

Natasha Eka Safrina • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:35 WIB

Update tanah bergerak di Tegal: Rumah masih terus ambruk! Pemda siapkan 10 hektar lahan relokasi & data warga untuk Huntara. Cek kebutuhan pengungsi!
Update tanah bergerak di Tegal: Rumah masih terus ambruk! Pemda siapkan 10 hektar lahan relokasi & data warga untuk Huntara. Cek kebutuhan pengungsi!

TEGAL - Situasi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hingga Jumat (13/2) sore dilaporkan masih sangat kritis. Fenomena tanah bergerak di Tegal terpantau masih sangat dinamis, di mana sejumlah bangunan rumah warga dilaporkan kembali ambruk akibat pergeseran tanah yang terus terjadi. Relawan di lapangan harus bekerja ekstra keras menyisir satu per satu rumah untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di dalam zona berbahaya tersebut.

Laporan terbaru dari lokasi bencana menyebutkan bahwa satu hingga dua rumah warga menyusul ambruk pada siang hari tadi. Getaran dan pergeseran tanah yang tidak menentu membuat area pemukiman di Desa Padasari menjadi sangat rawan. Para relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait terus bersiaga untuk mengevakuasi warga sisa yang belum sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kondisi tanah yang masih labil ini memaksa warga untuk tetap berada di pengungsian. Pemerintah Kabupaten Tegal telah mengeluarkan imbauan tegas agar para korban bencana tanah bergerak di Tegal tidak nekat kembali ke rumah mereka masing-masing. Langkah ini diambil guna menghindari jatuhnya korban jiwa, mengingat struktur tanah di lokasi tersebut sudah tidak lagi mampu menopang beban bangunan secara stabil.

Baca Juga: Sebanyak 127 Jabatan Kepala Sekolah di Tulungagung Kosong hingga Februari 2026, Disdik Targetkan Terisi Tahun Ini

Kebutuhan Mendesak di Posko Pengungsian

Meskipun pasokan makanan dan kebutuhan pokok telah diakomodir oleh Dinas Sosial melalui pendirian dapur umum, para pengungsi masih membutuhkan bantuan spesifik lainnya. Saat ini, kebutuhan yang paling mendesak bagi warga di posko pengungsian adalah obat-obatan serta perlengkapan sanitasi wanita seperti pembalut.

Selain logistik, bantuan medis menjadi prioritas utama untuk menjaga kesehatan warga, terutama lansia dan anak-anak yang rentan terserang penyakit di tempat pengungsian. Koordinasi antara BPBD, Dinas Sosial, dan para relawan terus diperkuat guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan menjangkau seluruh kepala keluarga yang terdampak bencana hebat ini.

Hunian Tetap di Lahan 10 Hektar: Solusi Relokasi

Kabar baik datang bagi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Kabupaten Tegal memastikan bahwa proses relokasi akan segera dilaksanakan. Saat ini, sudah tersedia tiga titik lokasi alternatif untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap) dengan total luas lahan mencapai sekitar 10 hektar.

Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Gugat Status Tersangka Kasus Kuota Haji, Ajukan Praperadilan Lawan KPK di PN Jakarta Selatan

Lokasi relokasi ini dipilih secara strategis agar tidak terlalu jauh dari ladang atau area pertanian milik warga, sehingga mereka tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi setelah masa darurat berakhir. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Sosial kini tengah melakukan pendataan intensif terhadap nama-nama warga yang berhak mendapatkan hunian baru tersebut.

Pemerintah menjanjikan bahwa pembangunan Huntara dan Huntap akan dilakukan secepat mungkin. "Saat ini petugas sedang bekerja cepat melakukan validasi data warga yang terdampak. Targetnya, pembangunan akan segera dimulai agar warga tidak terlalu lama bertahan di tenda pengungsian," ujar salah satu petugas di lapangan. Kesiapan lahan 10 hektar ini menjadi harapan baru bagi warga Desa Padasari untuk memulai kembali kehidupan mereka di tempat yang jauh lebih aman dari ancaman bencana geologi.

Masyarakat diharapkan tetap bersabar dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah. Gotong royong dan kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi masa sulit akibat fenomena tanah bergerak di Tegal ini hingga proses pemindahan warga ke lokasi baru benar-benar tuntas dilaksanakan.

Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Ajukan Praperadilan, KPK Tegaskan Penetapan Tersangka Sudah Sesuai Prosedur dan Alat Bukti Cukup

Editor : Natasha Eka Safrina
#Padasari #relokasi warga #tanah bergerak #bencana alam