Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kondisi Kritis! Tiang Listrik Miring dan Tanah Bergerak di Tegal Kian Parah Setiap Menit, 2.400 Warga Terancam, Begini Update Lokasi Relokasi!

Natasha Eka Safrina • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:45 WIB

Update tanah bergerak di Tegal: Rumah masih terus ambruk! Pemda siapkan 10 hektar lahan relokasi & data warga untuk Huntara. Cek kebutuhan pengungsi!
Update tanah bergerak di Tegal: Rumah masih terus ambruk! Pemda siapkan 10 hektar lahan relokasi & data warga untuk Huntara. Cek kebutuhan pengungsi!

TEGAL – Situasi di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan. Hingga hari ini, bencana tanah bergerak di Tegal dilaporkan masih terus aktif dengan eskalasi kerusakan yang meningkat signifikan. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa retakan pada tanah dan akses jalan desa terus melebar setiap harinya, dipicu oleh intensitas curah hujan yang tetap tinggi di wilayah tersebut.

Salah satu pemandangan yang paling mencemaskan adalah keberadaan tiang listrik yang sudah miring ekstrem akibat fondasi tanah yang bergeser. Kondisi ini menjadi ancaman maut bagi warga yang masih nekat kembali ke rumah untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Jika tiang listrik tersebut roboh, dipastikan area pemukiman di sekitarnya akan mengalami kerusakan total dan risiko korsleting listrik yang membahayakan nyawa.

Fenomena tanah bergerak di Tegal ini telah berdampak pada lebih dari 550 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 2.400 jiwa. Saat ini, ribuan warga tersebut telah tersebar di berbagai titik pengungsian. Namun, di tengah kondisi tanah yang masih labil, sebagian warga terlihat masih berupaya mengevakuasi sisa harta benda mereka dengan pengawasan ketat dari relawan dan pihak berwenang.

Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Gugat Status Tersangka Kasus Kuota Haji, Ajukan Praperadilan Lawan KPK di PN Jakarta Selatan

Retakan Tanah Melebar Setiap Beberapa Menit

Relawan di lapangan melaporkan bahwa runtuhan bangunan kecil akibat tanah labil terjadi hampir setiap beberapa menit. Area terdampak kini menjadi zona merah yang sangat berbahaya untuk dimasuki tanpa perlengkapan keamanan. "Tanah di sini sangat dinamis. Retakan yang tadinya kecil bisa melebar beberapa sentimeter hanya dalam hitungan jam," ujar salah satu tim evakuasi di lokasi.

Pemerintah setempat terus mengeluarkan imbauan keras agar warga memprioritaskan keselamatan jiwa di atas harta benda. Pihak keamanan telah memberikan garis batas agar masyarakat tidak mendekat ke titik-titik yang memiliki kemiringan ekstrem atau area di mana bangunan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda akan runtuh seketika.

Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Gugat Status Tersangka Kasus Kuota Haji, Ajukan Praperadilan Lawan KPK di PN Jakarta Selatan

Update Kajian Lahan Relokasi dan Huntara

Terkait dengan rencana pemindahan ribuan warga, pemerintah pusat dan daerah sedang bekerja sama dengan tim geologi untuk mencari solusi permanen. Mengingat lebih dari 2.400 jiwa harus segera dipindahkan, proses pemilihan lahan relokasi untuk hunian sementara (Huntara) dilakukan dengan sangat hati-hati.

Tim geologi saat ini tengah mengkaji struktur tanah di beberapa calon lokasi relokasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tempat tinggal baru nantinya benar-benar aman dari risiko tanah bergerak di Tegal yang serupa. Pemerintah menegaskan bahwa mereka tidak ingin terburu-buru membangun tanpa kepastian geologis, agar bencana yang sama tidak terulang di masa depan.

"Lahan yang akan dijadikan hunian sementara masih dalam tahap pengkajian mendalam. Kami mencari area yang stabil secara struktur namun tetap memungkinkan warga untuk mengakses mata pencaharian mereka," ungkap perwakilan pemerintah setempat.

Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Ajukan Praperadilan, KPK Tegaskan Penetapan Tersangka Sudah Sesuai Prosedur dan Alat Bukti Cukup

Fokus pada Keselamatan dan Logistik Pengungsi

Sembari menunggu kepastian pembangunan Huntara, fokus utama saat ini tetap pada pemenuhan kebutuhan dasar di posko pengungsian. Ribuan warga Desa Padasari sangat bergantung pada bantuan logistik harian. Kerja sama antara Dinas Sosial, BPBD, dan para relawan terus diperkuat guna memastikan distribusi bantuan tetap lancar meski akses jalan di desa terdampak hancur lebat.

Bencana tanah bergerak di Tegal ini menjadi potret nyata betapa besarnya dampak perubahan iklim dan kondisi geologi terhadap pemukiman warga. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan, terutama dalam penyiapan hunian yang layak bagi ribuan jiwa yang kehilangan tempat tinggal di awal tahun 2026 ini.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Padasari #tanah bergerak #relokasi #bencana alam