RADAR TULUNGAGUNG – Isu kenaikan gaji PNS 2026 kembali viral setelah beredar narasi bahwa kenaikan anggaran Kepolisian dan informasi layanan pensiun per 18 Februari 2026 menjadi sinyal kenaikan gaji, termasuk bagi pensiunan. Video YouTube menyebut “pensiunan siap-siap” dan mengaitkannya dengan tambahan anggaran serta pembahasan fiskal pemerintah. Klaim ini memicu spekulasi luas di media sosial.
Dalam narasi viral itu, kenaikan anggaran Kepolisian Republik Indonesia disebut berpotensi berdampak pada gaji aparatur. Disebut pula tanggal 18 Februari 2026 sebagai momen penting bagi pensiunan karena layanan kembali dibuka usai libur panjang. Namun, apakah dua hal tersebut benar-benar berkaitan dengan kenaikan gaji PNS 2026?
Anggaran Polri Naik, Bukan untuk Kenaikan Gaji
Pemerintah menegaskan, tambahan anggaran Polri tidak berkaitan dengan rencana penyesuaian gaji ASN. Purbaya Yudi Sadewa menjelaskan bahwa dukungan anggaran difokuskan pada penguatan kapasitas operasional, pengamanan, dan modernisasi peralatan demi menjaga stabilitas nasional dan iklim investasi. Dalam beberapa tahun terakhir, belanja Polri tumbuh rata-rata 5,7 persen per tahun untuk tujuan tersebut.
Pemerintah menekankan evaluasi fiskal masih berjalan. Pembahasan tambahan belanja, termasuk kemungkinan penyesuaian gaji ASN, baru dilakukan setelah melihat kondisi keuangan negara pada triwulan berikutnya. Artinya, belum ada keputusan final soal kenaikan gaji PNS 2026.
Posisi TASPEN: Belum Ada Keputusan Kenaikan Pensiun
Di tengah ramainya isu, PT TASPEN menegaskan belum ada keputusan pemerintah terkait penetapan, penyesuaian, maupun kenaikan pensiun pokok. Pernyataan resmi ini dirilis sebagai respons atas informasi tidak akurat yang beredar.
Baca Juga: 20 Contoh Ucapan Valentine Bahasa Inggris yang Cocok untuk Pesan Singkat dan Caption Media Sosial
TASPEN memastikan gaji pensiun saat ini masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2024, yang berlaku sejak 1 Januari 2024. Hingga pertengahan Desember 2025, tidak ada regulasi baru yang mengatur kenaikan pensiun PNS, purnawirawan TNI/Polri, maupun penerima manfaat lainnya. TASPEN juga menegaskan belum ada instruksi pembayaran rapelan, sehingga klaim rapel dipastikan tidak benar.
Layanan Pensiun dan Otentikasi Digital
Terkait tanggal 18 Februari 2026, TASPEN menjelaskan itu adalah hari pertama layanan kembali beroperasi setelah rangkaian libur. Bukan penanda kenaikan gaji. Pensiunan tetap diimbau melakukan otentikasi rutin, kini dipermudah lewat aplikasi digital Andal by TASPEN, atau melalui mitra bayar/kantor cabang terdekat.
TASPEN mengingatkan kewaspadaan terhadap penipuan. Perusahaan tidak pernah meminta PIN, kata sandi, atau OTP. Informasi resmi hanya melalui kanal resmi dan call center 1500 919.
Baca Juga: Contoh Ucapan Valentine untuk Pacar Paling Dicari, dari Romantis hingga Sederhana tapi Bermakna
Kesimpulan
Kenaikan anggaran Polri dan pembukaan layanan pada 18 Februari 2026 bukan bukti kenaikan gaji PNS 2026 atau pensiunan. Hingga kini, kebijakan gaji dan pensiun belum berubah dan tetap mengikuti PP Nomor 8 Tahun 2024. Publik diminta menunggu pengumuman resmi pemerintah dan tidak terpengaruh klaim viral tanpa dasar hukum.
Editor : Natasha Eka Safrina