Hingga hari kelima pascabencana, proses pencarian korban di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terpaksa disesuaikan dengan kondisi cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah tersebut sejak pagi hari.
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan kabut tebal membuat operasi pencarian korban longsor dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Tim SAR gabungan tidak dapat bergerak secara maksimal karena risiko longsor susulan yang meningkat akibat kondisi tanah yang labil dan visibilitas yang terbatas.
Cuaca ekstrem juga berdampak langsung pada para pengungsi.
Di area pengungsian, sejumlah tenda posko kesehatan dilaporkan ambruk akibat terpaan angin kencang dan hujan deras.
Para pengungsi, termasuk anak-anak dan lansia, tampak kedinginan karena hujan yang terus turun tanpa jeda sejak dini hari.
Pencarian Korban Disesuaikan Kondisi Cuaca
Memasuki hari kelima pencarian, tim SAR gabungan telah melaksanakan apel dan pembagian personel ke sejumlah sektor pencarian.
Namun, pergerakan tim di lapangan masih dibatasi dan bahkan sempat ditunda demi keselamatan petugas.
Koordinator lapangan menyampaikan bahwa sejak pukul 03.00 WIB hujan tidak berhenti mengguyur lokasi bencana.
Kondisi gelap dan kabut tebal membuat risiko kecelakaan kerja semakin tinggi. Oleh karena itu, tim memutuskan untuk menahan pergerakan sementara hingga kondisi cuaca memungkinkan.
Langkah tersebut diambil untuk menghindari potensi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas maupun relawan.
Selain itu, alat berat yang digunakan untuk membuka material longsoran juga tidak dapat beroperasi maksimal karena licinnya medan dan terbatasnya jarak pandang.
50 Kantong Jenazah Berhasil Dievakuasi
Berdasarkan data hingga hari keempat pencarian, total korban longsor yang berhasil dievakuasi mencapai 50 kantong jenazah.
Dari jumlah tersebut, 34 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Sebanyak 30 jenazah yang telah teridentifikasi juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, proses identifikasi terhadap sisa korban masih terus dilakukan seiring ditemukannya jenazah tambahan di sekitar lokasi longsoran.
Petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta tenaga medis terus bersiaga di lokasi bencana.
Mereka bekerja dengan mengedepankan prinsip keselamatan, mengingat kondisi alam yang belum bersahabat.
Pengungsi Bertahan di Tengah Cuaca Buruk
Selain fokus pada pencarian korban, perhatian juga tertuju pada kondisi pengungsi longsor Cisarua Bandung Barat.
Hujan dan angin kencang membuat kondisi di posko pengungsian menjadi tidak nyaman. Sejumlah pengungsi terlihat bertahan di dalam tenda darurat dengan perlindungan terbatas.
Petugas kesehatan terus memantau kondisi para pengungsi, terutama mereka yang rentan mengalami hipotermia akibat suhu dingin dan pakaian basah.
Distribusi selimut, makanan hangat, dan kebutuhan dasar lainnya terus diupayakan meski terkendala cuaca.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga berupaya memperkuat tenda pengungsian dan menyiapkan lokasi alternatif yang lebih aman apabila kondisi cuaca semakin memburuk.
Operasi Akan Dilanjutkan Jika Cuaca Membaik
Tim SAR gabungan menegaskan bahwa operasi pencarian korban longsor akan kembali dilanjutkan secara intensif apabila cuaca membaik.
Seluruh personel tetap siaga dan siap bergerak kapan pun kondisi memungkinkan.
Bencana longsor di Cisarua ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Editor : Nabiyah Putri Wibowo