Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Peresmian 1179 SPPG dan Gudang Pangan Polri, Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Hamburkan Uang

Ingge Nayla Ayu Karina • Minggu, 15 Februari 2026 | 15:25 WIB
Peresmian 1179 SPPG dan gudang pangan Polri perkuat program makan bergizi gratis untuk tekan stunting nasional.
Peresmian 1179 SPPG dan gudang pangan Polri perkuat program makan bergizi gratis untuk tekan stunting nasional.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Peresmian 1179 SPPG dan gudang pangan Polri menjadi momentum penting dalam penguatan program makan bergizi gratis yang digaungkan Presiden RI.

 

Dalam acara ground breaking 1179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri, Presiden menegaskan bahwa program makan bergizi gratis bukan sekadar proyek seremonial.

Baca Juga: Pegawai SPPG PPPK Mulai Diangkat 2026, Kepala hingga Ahli Gizi Masuk Skema Resmi, Ini Penjelasan Gaji dan Aturannya

Peresmian 1179 SPPG dan gudang pangan Polri ini disebut sebagai langkah konkret menjawab persoalan stunting dan ketahanan pangan nasional.

 

Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subianto, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

 

Presiden mengaku bahagia melihat inisiatif Polri yang dinilai melampaui tugas pokoknya sebagai penegak hukum.

 

Menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya soal hukum, tetapi juga soal kesejahteraan rakyat.

 

“Keamanan yang pertama adalah aman dari lapar,” tegas Presiden dalam sambutannya.

 

Polri Ambil Peran Strategis

Presiden mengapresiasi langkah Kapolri dan jajaran yang dinilai jeli membaca persoalan krusial bangsa.

 

Ia menyebut kepolisian telah menunjukkan kepemimpinan sejati dengan mengambil peran dalam isu ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

 

Program makan bergizi gratis, lanjutnya, bukan hal baru di dunia.

 

Puluhan negara maju dan demokratis telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya.

 

Menurut Presiden, program ini mungkin tidak terasa penting bagi kalangan mampu.

 

Namun bagi mayoritas masyarakat, terutama keluarga prasejahtera, makan bergizi gratis adalah kebutuhan mendesak.

 

Jawaban atas Kritik dan Keraguan

Presiden mengakui bahwa sejak awal program makan bergizi gratis menuai kritik.

 

Ia bahkan sempat diejek dan diragukan oleh sejumlah kalangan terdidik.

 

Program tersebut dituding sebagai pemborosan anggaran dan dinilai berpotensi gagal.

 

Namun Presiden menegaskan dirinya yakin berada di jalan yang benar.

 

Ia menyebut tujuan utama kebijakan ini adalah menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman kekurangan gizi.

 

“Stunting kita pernah mencapai 25 persen. Itu angka yang tidak kecil,” ujarnya.

 

Ancaman Stunting dan Masa Depan Bangsa

Stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi menjadi perhatian serius pemerintah.

 

Kondisi ini berdampak pada perkembangan sel otak, tulang, dan otot anak.

 

Jika dibiarkan, stunting akan menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

 

Presiden menilai persoalan gizi tidak bisa diselesaikan hanya dengan teori atau wacana.

 

Diperlukan langkah nyata yang menyentuh langsung masyarakat.

 

Melalui peresmian 1179 SPPG dan gudang pangan Polri, pemerintah ingin memastikan distribusi pangan bergizi lebih terstruktur dan tepat sasaran.

 

Peran Gudang Ketahanan Pangan

Selain SPPG, peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri juga menjadi bagian penting strategi nasional.

 

Gudang tersebut berfungsi sebagai pusat distribusi bahan pangan untuk mendukung program makan bergizi gratis.

 

Langkah ini diharapkan memperkuat sistem logistik, terutama saat terjadi bencana atau gangguan pasokan.

 

Presiden juga mendoakan masyarakat yang tengah mengalami musibah agar diberi kekuatan dan pemulihan cepat.

 

Ia menegaskan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi harus berjalan seiring sebagai fondasi stabilitas nasional.

 

Komitmen Berkelanjutan

Presiden berharap sinergi antar lembaga terus diperkuat.

 

Program makan bergizi gratis dinilai bukan sekadar agenda jangka pendek, melainkan investasi masa depan bangsa.

 

Dengan peresmian 1179 SPPG dan gudang pangan Polri, pemerintah optimistis angka stunting dapat ditekan signifikan.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung kebijakan tersebut.

 

“Ini bukan untuk kepentingan politik. Ini untuk anak-anak Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga: SPPG Jadi PPPK Lebih Cepat, Guru Honorer Puluhan Tahun Terkatung: DPR Nilai Ada Masalah Keberpihakan

Program ini, menurut Presiden, adalah wujud tanggung jawab negara memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.

 

Dengan langkah konkret seperti ini, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tumbuh dalam kondisi kekurangan gizi.

 

Peresmian 1179 SPPG dan gudang pangan Polri menjadi simbol bahwa keamanan sejati dimulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat.

 

Dan dari sana, harapan menuju Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera dibangun.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#stunting Indonesia #Peresmian 1179 SPPG #ketahanan pangan nasional #Gudang Pangan Polri #Makan Bergizi Gratis