RADAR TULUNGAGUNG - Peresmian 1179 SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri menjadi tonggak penting dalam penguatan program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah.
Dalam acara ground breaking 1179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menekan angka stunting nasional.
Peresmian 1179 SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri ini disebut sebagai langkah nyata menjawab persoalan kekurangan gizi yang sempat menyentuh 25 persen anak Indonesia.
Acara tersebut dihadiri Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subianto, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan kepala lembaga negara.
Presiden mengaku bangga karena Polri mengambil inisiatif di bidang yang dinilai melampaui tugas pokoknya sebagai penegak hukum.
Menurutnya, keamanan sejati bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga kesejahteraan rakyat.
“Keamanan yang pertama adalah aman dari lapar,” tegasnya.
Polri Masuk Ranah Ketahanan Pangan
Presiden menilai langkah Polri membangun SPPG dan gudang ketahanan pangan merupakan bentuk kepemimpinan visioner.
Ia menyebut Kapolri dan jajaran mampu membaca persoalan strategis bangsa yang berdampak langsung pada keselamatan generasi masa depan.
Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi, kata Presiden, tidak bisa dipisahkan dari stabilitas nasional.
Rakyat yang kenyang dan sehat akan lebih produktif serta memiliki harapan hidup lebih baik.
Karena itu, program makan bergizi gratis menjadi prioritas nasional.
Makan Bergizi Gratis Bukan Program Asal-Asalan
Presiden mengungkapkan program makan bergizi gratis bukan kebijakan spontan.
Ia mengaku belajar dari pengalaman puluhan negara maju dan demokratis yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa.
Di banyak negara, program makan gratis terbukti efektif meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Meski demikian, di awal peluncurannya, kebijakan ini tidak lepas dari kritik.
Presiden bahkan mengaku sempat diejek dan diragukan oleh sejumlah kalangan terdidik.
Program tersebut dituding sebagai pemborosan anggaran dan diprediksi gagal.
Namun ia menegaskan keyakinannya bahwa kebijakan ini berada di jalur yang benar.
Menurutnya, kritik adalah bagian dari dinamika demokrasi, tetapi kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama.
Ancaman Stunting dan Dampaknya
Salah satu alasan kuat di balik program makan bergizi gratis adalah tingginya angka stunting.
Presiden menyebut angka stunting Indonesia pernah mencapai 25 persen.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis.
Dampaknya tidak hanya pada tinggi badan, tetapi juga pada perkembangan otak, tulang, dan otot anak.
Jika tidak ditangani serius, stunting akan menurunkan kualitas generasi penerus bangsa.
Presiden menegaskan persoalan gizi tidak bisa diselesaikan hanya dengan teori dan wacana.
Diperlukan aksi konkret yang langsung menyentuh masyarakat bawah.
Peresmian 1179 SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.
Gudang Pangan Perkuat Distribusi
Selain SPPG, pembangunan 18 gudang ketahanan pangan Polri juga berperan strategis.
Gudang tersebut difungsikan sebagai pusat distribusi logistik bahan pangan untuk mendukung program makan bergizi gratis.
Dengan sistem distribusi yang lebih tertata, diharapkan pasokan pangan bergizi dapat menjangkau daerah rawan dan wilayah terdampak bencana.
Presiden juga menyampaikan doa bagi masyarakat yang tengah mengalami musibah di berbagai daerah.
Ia berharap ketahanan pangan nasional mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Investasi Masa Depan Bangsa
Presiden menegaskan program makan bergizi gratis bukan agenda politik sesaat.
Kebijakan ini disebut sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan kompetitif.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa mendukung program tersebut demi masa depan anak-anak Indonesia.
“Ini bukan soal popularitas. Ini soal tanggung jawab negara,” ujarnya.
Melalui peresmian 1179 SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tumbuh dalam kondisi kekurangan gizi.
Baca Juga: Dinkes Tulungagung Observasi Dugaan Keracunan MBG di SDN 3 Bungur, Sementara Mengarah ke Lauk Ayam
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing global.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina