JAKARTA - Tingkat kepuasan publik Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan setelah hasil survei terbaru menunjukkan angka yang nyaris menyentuh 80 persen. Berdasarkan temuan survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia, mayoritas responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto.
Dalam survei tersebut, tingkat persetujuan publik terhadap kepemimpinan Prabowo berada di angka 79,9 persen. Namun, jika dirinci lebih dalam, responden yang mengaku “sangat puas” tercatat masih 13 persen. Sementara itu, sisanya menyatakan “cukup puas”. Meski demikian, secara keseluruhan angka kepuasan publik Prabowo Subianto dinilai masih tergolong tinggi.
Direktur riset memaparkan bahwa angka tersebut menunjukkan fondasi dukungan yang relatif kuat. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam meningkatkan proporsi pemilih yang benar-benar merasa sangat puas terhadap kinerja pemerintah.
Basis Dukungan dari Gender dan Generasi
Jika ditelisik dari sisi demografi, survei menunjukkan bahwa kepuasan sedikit lebih tinggi datang dari kalangan perempuan. Meski demikian, pemilih laki-laki yang menyatakan puas juga tidak kalah besar, mencapai 77,9 persen.
Dari sisi generasi, pola dukungan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan Pilpres 2024 lalu. Basis utama pendukung Prabowo masih berasal dari kelompok generasi muda atau Gen Z. Hal ini memperlihatkan konsistensi dukungan dari segmen pemilih muda yang sebelumnya memang menjadi tulang punggung kemenangan.
Temuan ini memperkuat indikasi bahwa dukungan terhadap presiden tidak hanya bersifat temporer, tetapi memiliki kesinambungan sejak masa kampanye hingga periode pemerintahan berjalan.
Faktor Utama Kepuasan: Pemberantasan Korupsi
Salah satu temuan menarik dari survei ini adalah perubahan faktor utama yang membuat publik merasa puas. Jika sebelumnya citra ketegasan menjadi alasan dominan, kini pemberantasan korupsi justru menempati posisi teratas.
Responden yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah menyebut upaya memberantas korupsi sebagai alasan utama. Ini dinilai sebagai perkembangan baru dalam persepsi publik. Sejak Oktober 2025, isu pemberantasan korupsi disebut semakin menguat sebagai variabel yang menentukan tingkat kepuasan masyarakat.
Langkah-langkah tegas dalam penegakan hukum serta komitmen pemerintah dalam transparansi anggaran disebut menjadi faktor pendorong naiknya persepsi positif tersebut.
Baca Juga: BPNT Rp600.000 Masih Cair Bertahap, Ada Stimulus Beras 10 Kg dan Minyak Goreng untuk 35 Juta KPM
Program Bantuan Sosial Ikut Dongkrak Kepuasan
Selain pemberantasan korupsi, faktor lain yang turut mendorong kepuasan publik adalah program bantuan sosial. Pemerintah diketahui menggulirkan sejumlah bantuan pasca gejolak sosial yang terjadi pada Agustus 2025.
Program bantuan sosial seperti bansos pangan dan bantuan langsung tunai (BLT) disebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak sedikit responden yang menilai kebijakan tersebut membantu meringankan beban ekonomi, terutama di tengah tantangan global dan tekanan harga kebutuhan pokok.
Kombinasi antara kebijakan hukum dan kebijakan sosial inilah yang disebut menjadi fondasi kuat kepuasan publik terhadap pemerintahan saat ini.
Tantangan Meningkatkan “Sangat Puas”
Meski angka hampir 80 persen terbilang impresif, survei juga menyoroti pentingnya meningkatkan tingkat kepuasan yang lebih solid. Proporsi responden yang hanya menyatakan “cukup puas” masih jauh lebih besar dibandingkan yang “sangat puas”.
Artinya, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengubah kepuasan moderat menjadi dukungan yang lebih kuat dan loyal. Stabilitas ekonomi, konsistensi pemberantasan korupsi, serta keberlanjutan program sosial diprediksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga tren positif ini.
Dengan dinamika politik dan ekonomi yang terus berkembang, hasil survei ini menjadi indikator penting arah persepsi publik ke depan. Apakah kepuasan publik Prabowo Subianto akan terus menguat atau justru mengalami penurunan, sangat bergantung pada kebijakan strategis yang diambil dalam waktu dekat.
Editor : Divka Vance Yandriana