Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Survei IPI: Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi di Bursa Capres 2029, Ungguli Gibran hingga Ganjar

Divka Vance Yandriana • Minggu, 15 Februari 2026 | 16:10 WIB
Survei IPI menempatkan elektabilitas Prabowo Subianto tertinggi di bursa capres 2029, ungguli Gibran dan Ganjar.
Survei IPI menempatkan elektabilitas Prabowo Subianto tertinggi di bursa capres 2029, ungguli Gibran dan Ganjar.

JAKARTA – Survei IPI kembali memanaskan peta politik nasional. Hasil survei IPI terbaru menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dalam simulasi bursa calon presiden (capres) 2029. Temuan ini menjadi potret awal dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden 2029.

Survei IPI yang dirilis Indonesia Public Institute atau Indonesia Public Institute tersebut mencatat elektabilitas Prabowo mencapai 22,3 persen. Angka ini menempatkannya unggul dibanding sejumlah tokoh nasional lain yang masuk dalam simulasi capres 2029.

Hasil survei IPI ini sekaligus memperlihatkan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto masih solid di tengah berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan politik nasional. Stabilitas tersebut dinilai menjadi faktor penting yang menjaga posisinya tetap berada di papan atas bursa capres.

Baca Juga: 7 Bansos Cair November 2025, Ini Daftar Lengkap BLT Kesra, PKH, BPNT hingga PIP dan Nominalnya

Metodologi Survei IPI

IPI menjelaskan survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Responden dilibatkan dari berbagai wilayah di Indonesia untuk memastikan representasi nasional. Meski tidak dijelaskan detail jumlah responden dalam rilis singkat tersebut, metode ini lazim digunakan untuk memetakan opini publik secara proporsional.

IPI menyebut hasil survei ini merupakan gambaran awal, bukan prediksi final. Namun demikian, tren elektabilitas Prabowo yang masih memimpin menunjukkan adanya kesinambungan dukungan publik terhadap kepemimpinannya.

Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G Resmi Masuk Indonesia, Jadi HP Samsung Paling Tipis, Tapi Kenapa Justru Terasa Terlalu Aman?

Faktor Pendorong Elektabilitas Prabowo

Menurut analisis IPI, tingginya elektabilitas Prabowo dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah kondisi ekonomi nasional yang dinilai relatif stabil. Data pertumbuhan ekonomi kuartal IV tercatat di angka 5,26 persen, yang menunjukkan performa cukup baik di tengah isu gejolak ekonomi global.

Selain itu, keberlanjutan program pemerintah turut memperkuat persepsi positif publik. Stabilitas politik nasional yang dianggap kondusif juga menjadi variabel penting dalam menjaga tingkat kepercayaan masyarakat.

“Kalau kita lihat kondisi ekonomi beberapa bulan terakhir masih menunjukkan kuartal yang cukup baik. Ini menunjukkan ekonomi Indonesia dalam kondisi stabil,” demikian salah satu penjelasan dalam rilis survei tersebut.

Baca Juga: Dr Richard Lee Dicekal ke Luar Negeri Usai Praperadilan Kandas, Status Tersangka Kasus Kecantikan Kian Menguat

Daftar Nama Capres 2029 Versi IPI

Selain Prabowo, survei IPI juga memotret sejumlah tokoh yang masuk dalam bursa calon presiden 2029. Posisi kedua ditempati Gibran Rakabuming Raka dengan elektabilitas 12,2 persen.

Di bawahnya ada Ganjar Pranowo yang memperoleh 9 persen. Sementara Anies Baswedan mencatatkan angka 8,5 persen.

Nama lain yang turut muncul adalah Dedi Mulyadi dengan 7,9 persen serta Syafri Syamsuddin yang berada di angka 7,5 persen.

Komposisi angka ini menunjukkan bahwa meski Prabowo memimpin cukup jauh, persaingan di posisi berikutnya relatif ketat. Selisih elektabilitas antar kandidat di bawahnya masih sangat mungkin berubah seiring perkembangan politik beberapa tahun ke depan.

Dinamika Politik Masih Sangat Cair

Pengamat menilai, hasil survei IPI ini belum bisa dijadikan patokan final mengingat Pilpres 2029 masih cukup jauh. Elektabilitas sangat mungkin berubah tergantung pada performa pemerintahan, isu nasional, hingga strategi komunikasi politik masing-masing tokoh.

Namun, posisi Prabowo yang tetap unggul memperlihatkan adanya efek incumbent dan keberlanjutan kebijakan yang dirasakan publik. Tingkat pengenalan (awareness) dan persepsi kepemimpinan yang kuat menjadi modal penting dalam menjaga elektabilitas.

Di sisi lain, munculnya sejumlah nama dengan angka dua digit dan mendekati dua digit menunjukkan adanya ruang kompetisi yang terbuka. Peta koalisi partai politik serta dinamika internal partai juga akan sangat menentukan konfigurasi akhir menjelang 2029.

Potret Awal Menuju 2029

IPI menegaskan bahwa survei ini lebih tepat dibaca sebagai potret awal arah preferensi publik. Elektabilitas Prabowo yang masih tertinggi mengindikasikan kepercayaan publik terhadap stabilitas ekonomi dan situasi politik saat ini.

Meski demikian, perjalanan menuju Pilpres 2029 masih panjang. Berbagai faktor seperti kinerja pemerintahan, isu kesejahteraan, inflasi, hingga dinamika global akan terus memengaruhi persepsi pemilih.

Dengan demikian, survei IPI ini menjadi salah satu indikator awal yang menarik untuk dicermati. Elektabilitas Prabowo Subianto yang memimpin saat ini menjadi sinyal bahwa kontestasi politik 2029 sudah mulai terbaca, meski peta akhirnya masih sangat mungkin berubah.

Editor : Divka Vance Yandriana
#capres 2029 #elektabilitas prabowo #Survei IPI