JAKARTA – Sejumlah partai politik mulai memberikan sinyal dukungan agar Presiden Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029. Dua partai yang secara terbuka menyampaikan dukungan tersebut adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Sinyal dukungan pertama datang dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 4 Februari lalu. Muhaimin atau Cak Imin menyatakan kepuasannya terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
“Salah satunya kami puas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Kami yakin Pak Prabowo akan sukses memimpin kita bukan hanya lima tahun, bahkan 10 tahun yang akan datang. Intinya puas dan kompak minimal dua periode,” ujarnya.
Pernyataan tersebut dipandang sebagai kode kuat dukungan PKB terhadap wacana Prabowo dua periode.
Baca Juga: BSU Rp600.000 Januari 2026 Cair Lagi? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah dan Daftar Penerima Prioritas
PAN Konsisten Dukung Prabowo
Dukungan serupa juga disampaikan PAN. Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menegaskan komitmen partainya untuk kembali mendukung Prabowo pada 2029.
“Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo. Satu-satunya partai di luar Gerindra yang konsisten mendukung beliau dalam tiga Pilpres. Jadi bagi kami, itu pilihan natural untuk mendukung beliau kembali,” kata Eddy di Kompleks Parlemen, Kamis (5/2).
Bahkan, Eddy secara pribadi menyatakan dukungan agar Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dapat mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2029.
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029. Itu juga akan menghidupkan mesin partai dan menggerakkan kader-kader,” ujarnya.
Ia meyakini, skenario tersebut berpotensi meningkatkan perolehan suara PAN pada Pemilu 2029.
Gerindra: Cita-cita Sama, Soal Cawapres Belum Ada Pembahasan
Menanggapi dukungan tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Prabowo.
Menurut Sugiono, dukungan itu lahir dari kesamaan visi dan cita-cita dalam menjalankan pemerintahan.
“Semua ini berawal dari cita-cita yang sama, keinginan yang sama, nafas yang sama. Dalam satu tahun pemerintahan ini kita merasa masih konsisten di garis yang sama,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan hingga saat ini belum ada pembahasan resmi mengenai sosok calon wakil presiden untuk 2029.
“Kita belum pernah membuka topik soal itu. Belum pernah ada pembicaraan,” tegasnya.
Pernyataan serupa disampaikan Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, usai perayaan HUT ke-18 Gerindra di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (6/2). Dasco menyebut berbagai wacana pasangan Prabowo dengan sejumlah tokoh masih sebatas spekulasi.
“Kita dengar di luar ada wacana dipasangkan dengan beberapa tokoh, itu kita anggap sebagai wacana dan hiburan untuk rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah politik ke depan akan ditentukan setelah melihat capaian pemerintahan periode pertama secara menyeluruh.
Peta Politik Masih Dinamis
Meski dukungan terhadap Prabowo dua periode mulai bermunculan, konstelasi politik menuju 2029 masih sangat dinamis. Pembahasan mengenai pasangan calon presiden dan wakil presiden disebut belum menjadi agenda resmi partai.
Untuk saat ini, fokus pemerintahan masih pada pelaksanaan program-program prioritas. Sementara itu, dukungan politik dinilai sebagai refleksi kepuasan sejumlah partai terhadap arah dan kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo.
Editor : Divka Vance Yandriana