Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Megawati Hangestri Kembali ke Red Sparks, Aturan Baru KOVO Bikin Megatron Makin Diuntungkan dan Siap Buru Gelar Liga Voli Korea

Edo Trianto • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:00 WIB

Megawati Hangestri Kembali ke Red Sparks, Aturan Baru KOVO Bikin Megatron Makin Diuntungkan dan Siap Buru Gelar Liga Voli Korea
Megawati Hangestri Kembali ke Red Sparks, Aturan Baru KOVO Bikin Megatron Makin Diuntungkan dan Siap Buru Gelar Liga Voli Korea

BLITAR KAWENTAR - Kabar Megawati Hangestri kembali ke Red Sparks akhirnya terjawab. Opposite andalan Indonesia itu dipastikan segera terbang ke Korea Selatan untuk kembali memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea musim mendatang. Kepastian ini sekaligus menjawab spekulasi panjang soal masa depan Megatron usai tampil di Proliga bersama Jakarta Pertamina Enduro.

Megawati Hangestri kembali ke Red Sparks bukan sekadar isu. Sang pemain sendiri mengisyaratkan kepulangannya ke Negeri Ginseng dalam waktu dekat setelah urusan visa rampung. “Match terakhir tidak ikut lagi karena harus berangkat ke Korea. Mungkin dekat-dekat ini, nunggu visa dulu,” ujarnya singkat.

Kembalinya Megawati Hangestri kembali ke Red Sparks juga semakin mulus berkat regulasi anyar dari Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO). Aturan baru tersebut dinilai lebih menguntungkan pemain kuota Asia, termasuk Megawati yang sudah dua musim tampil impresif di V-League.

Baca Juga: Doktif Minta Keadilan Viral, Sentil PMJ dan Bongkar Dugaan Penipuan yang Rugikan Masyarakat

Aturan Baru KOVO, Sistem Agen Bebas Dimulai

KOVO resmi mengumumkan perubahan sistem perekrutan pemain asing dan kuota Asia. Mulai musim 2026-2027, pemain kuota Asia akan lebih dulu menikmati sistem agen bebas. Sementara pemain asing non-Asia menyusul pada musim berikutnya, 2027-2028.

Sebelumnya, klub-klub Liga Voli Korea hanya bisa merekrut pemain asing melalui sistem draft atau seleksi awal musim. Situasi ini kerap menyulitkan tim ketika pemain asing mengalami cedera di tengah kompetisi. Mereka hanya bisa memilih pengganti dari daftar pemain yang tersedia, tanpa fleksibilitas negosiasi langsung.

Dengan sistem agen bebas, klub kini bisa langsung memperpanjang kontrak pemain kuota Asia tanpa harus mengikuti draft ulang, selama kedua pihak sepakat. Regulasi ini menjadi celah strategis bagi Red Sparks untuk mempertahankan Megawati tanpa risiko kehilangan dalam proses seleksi ulang.

Meski sistem berubah, KOVO menegaskan tidak ada perubahan signifikan pada batas gaji dasar pemain kuota Asia. Pada tahun pertama, pemain menerima 120 ribu dolar AS (sekitar Rp2 miliar), dan meningkat menjadi 150 ribu dolar AS (sekitar Rp2,5 miliar) pada tahun kedua. Namun, ada apresiasi tambahan berupa kenaikan plafon gaji bagi pemain yang sudah berkontribusi lebih dari satu musim.

KOVO juga memperingatkan sanksi tegas bagi klub maupun pemain yang melanggar batas gaji. Jika terbukti ada kontrak melebihi ketentuan, pemain dapat diskors sementara dan klub mendapat teguran keras.

Baca Juga: BPNT Rp600.000 Masih Cair Bertahap, Ada Stimulus Beras 10 Kg dan Minyak Goreng untuk 35 Juta KPM

Performa Impresif Megatron

Selama dua musim membela Red Sparks, Megawati tampil luar biasa. Pada musim pertamanya, ia mencetak 736 poin. Di musim kedua, torehan poinnya meningkat menjadi 802 angka. Kontribusi tersebut membawa Red Sparks menembus final dan kembali disegani di Liga Voli Korea.

Media Korea Selatan, termasuk SBS News, sempat mempertanyakan masa depan Megawati sebelum kepastian kontrak diumumkan. Namanya menjadi salah satu topik hangat karena performanya yang konsisten dan dampaknya terhadap popularitas liga.

Megawati bukan hanya mesin poin. Ia juga menjadi simbol kebangkitan pemain Asia Tenggara di kompetisi elite Asia Timur. Julukan Megatron yang melekat padanya mencerminkan kekuatan serangan dan mentalitas bertanding yang agresif.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Tulungagung Jelang Ramadan 2026 Relatif Stabil, Cabai, Bawang, dan Ayam Naik Tipis

Faktor Kohejin dan Misi Juara

Pelatih Ko Hee-jin menjadi salah satu faktor utama di balik keputusan Megawati kembali. Pelatih disiplin itu sejak awal menunjukkan kepercayaan penuh terhadap kemampuan sang opposite. Bahkan, Kohejin disebut telah menyiapkan dukungan medis terbaik untuk pemulihan cedera lutut Megawati.

Chemistry antara Megawati dan skuad Red Sparks dinilai sudah terbangun solid. Ia bukan lagi sekadar pemain asing, melainkan pilar utama serangan tim. Stabilitas ini menjadi modal penting untuk mengincar target lebih tinggi.

Musim lalu, Red Sparks sukses menembus babak playoff setelah penantian panjang. Kini, dengan pengalaman lebih matang dan dukungan regulasi baru, misi Megawati jelas: membawa Red Sparks ke podium tertinggi Liga Voli Korea.

Kembalinya Megawati menegaskan statusnya sebagai ikon global. Ia datang bukan sebagai pemain coba-coba, melainkan bintang yang dinanti. Publik voli Indonesia pun berharap proses pemulihan lututnya berjalan lancar agar Megatron kembali meledak di V-League.

Dengan kepastian ini, Liga Voli Korea musim depan dipastikan kembali diramaikan aksi sang opposite kebanggaan Indonesia.

 

Editor : Edo Trianto
#Megawati Hangesti #kohejin #KOVO #Red Sparks #Liga Voli Korea