RADAR TULUNGAGUNG - Survei Pilpres 2029 terbaru mulai memunculkan peta persaingan tokoh muda potensial.
Meski Pilpres 2029 masih empat tahun lagi, sejumlah nama sudah masuk radar lembaga survei nasional.
Dalam survei Pilpres 2029 yang dilakukan pada Mei hingga Juni 2025 ini, muncul 10 tokoh muda dengan tingkat elektabilitas bervariasi.
Hasil survei tersebut menempatkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di posisi teratas.
Ketua Umum Partai Demokrat yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu meraih elektabilitas 28 persen.
Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan sembilan nama lainnya dalam daftar tokoh muda potensial menuju Pilpres 2029.
AHY Unggul, Dedi Mulyadi dan Gibran Bersaing Ketat
Di posisi kedua dalam survei Pilpres 2029 ini ada Dedi Mulyadi.
Gubernur terpilih Jawa Barat periode 2025-2030 tersebut mencatatkan perolehan suara 23 persen.
Posisi ketiga ditempati Gibran Rakabuming Raka dengan raihan 19 persen.
Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029 itu dinilai masih memiliki basis dukungan kuat dari pemilih muda dan pemilih perkotaan.
Persaingan tiga besar ini menunjukkan bahwa tokoh dengan latar belakang kepala daerah dan elite partai masih mendominasi preferensi responden.
Di bawah Gibran, ada Puan Maharani yang memperoleh 9,2 persen.
Ketua DPR RI sekaligus politisi PDI Perjuangan tersebut tetap masuk dalam radar figur potensial meski selisihnya cukup jauh dari tiga besar.
Menteri Aktif dan Tokoh Partai Masuk Daftar
Survei Pilpres 2029 ini juga menempatkan sejumlah menteri aktif dalam daftar 10 besar.
Amran Sulaiman, Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto, berada di posisi kelima dengan 5,8 persen.
Di bawahnya ada Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, dengan 4,5 persen.
Erick Thohir, Menteri BUMN dan Ketua Umum PSSI, memperoleh 3,5 persen dan berada di posisi ketujuh.
Masuknya sejumlah menteri aktif dalam survei Pilpres 2029 ini menunjukkan eksposur publik melalui jabatan strategis masih menjadi faktor penting dalam mendongkrak elektabilitas.
Sementara itu, di posisi kedelapan terdapat figur jurnalis perempuan kelahiran Makassar dengan perolehan 2 persen.
Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023, berada di urutan kesembilan dengan 1 persen.
Sedangkan posisi kesepuluh ditempati Sherly Candra, Gubernur terpilih Maluku Utara periode 2025-2030, juga dengan 1 persen.
Dinamika Politik Masih Sangat Cair
Hasil survei Pilpres 2029 ini dilakukan selama Mei hingga Juni 2025.
Meski demikian, lembaga survei menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan sangat mungkin berubah.
Dinamika politik nasional, kinerja pemerintahan, isu ekonomi, serta koalisi partai menjelang 2029 akan sangat menentukan pergeseran elektabilitas.
Pengamat politik menilai, waktu yang masih panjang membuat peluang seluruh tokoh tetap terbuka.
Figur dengan elektabilitas rendah saat ini bisa saja melonjak jika memiliki momentum politik yang kuat.
Baca Juga: Jelang Pilpres dan Pileg, Dispendukcapil Jemput Bola Pemilih Pemula
Sebaliknya, tokoh yang kini berada di papan atas juga berpotensi mengalami penurunan jika gagal menjaga citra publik atau terseret isu negatif.
Survei Pilpres 2029 ini setidaknya memberikan gambaran awal tentang siapa saja tokoh muda yang mulai diperhitungkan.
Basis dukungan pemilih muda, rekam jejak kepemimpinan daerah, serta posisi strategis di pemerintahan pusat menjadi variabel dominan dalam pembentukan opini publik.
Ke depan, intensitas komunikasi politik dan manuver partai akan semakin menentukan arah kompetisi menuju Pilpres 2029.
Publik pun diperkirakan akan terus memantau perkembangan elektabilitas para tokoh ini dalam berbagai survei berikutnya.
Dengan masih panjangnya waktu menuju 2029, peta kekuatan politik nasional dipastikan akan terus bergerak dinamis.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina