Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Survei IPI Terbaru: Elektabilitas Capres 2029, Prabowo Subianto Unggul 22,3%, Siapa Pesaing Terdekat?

Ingge Nayla Ayu Karina • Senin, 16 Februari 2026 | 12:20 WIB
Survei IPI soal elektabilitas capres 2029, Prabowo Subianto unggul 22,3%. Simak peta persaingan terbaru.
Survei IPI soal elektabilitas capres 2029, Prabowo Subianto unggul 22,3%. Simak peta persaingan terbaru.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Survei IPI terbaru tentang elektabilitas capres 2029 menempatkan Presiden Prabowo Subianto di posisi teratas.

Hasil survei nasional yang dirilis Indonesia Public Institute (IPI) itu menjadi potret awal peta politik menjelang Pemilihan Presiden 2029.

Baca Juga: Survei IPI: Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi di Bursa Capres 2029, Ungguli Gibran hingga Ganjar

Dalam survei IPI tersebut, elektabilitas capres 2029 Prabowo Subianto mencapai 22,3 persen.

Angka ini unggul cukup jauh dibandingkan sejumlah nama lain yang masuk dalam bursa calon presiden.

 

IPI menyebut, tingginya elektabilitas capres 2029 Prabowo Subianto dipengaruhi beberapa faktor strategis.

Di antaranya kondisi ekonomi nasional yang dinilai relatif stabil, keberlanjutan program pemerintah, serta situasi politik nasional yang kondusif.

 

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan responden dari berbagai wilayah di Indonesia.

Metode tersebut dinilai mampu merepresentasikan persepsi publik secara nasional terkait peta kekuatan politik terkini.

 

Prabowo Masih Dominan di Bursa Capres 2029

Berdasarkan hasil survei, Prabowo Subianto memimpin dengan elektabilitas 22,3 persen.

Sementara di posisi kedua terdapat Gibran Rakabuming Raka dengan raihan 12,2 persen.

Ganjar Pranowo berada di angka 9 persen.

Anies Baswedan mencatatkan 8,5 persen.

Dedi Mulyadi memperoleh 7,9 persen.

Sedangkan Syafri Syamsudin berada di angka 7,5 persen.

 

Selisih cukup signifikan antara Prabowo dan kandidat lainnya menunjukkan adanya jarak elektoral yang masih lebar.

Meski demikian, IPI menilai dinamika politik masih sangat mungkin berubah mengingat Pilpres 2029 masih cukup jauh.

 

Direktur riset IPI menjelaskan, kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya tingkat kepercayaan publik.

Data pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tercatat sebesar 5,26 persen.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif di tengah kekhawatiran publik terkait isu gejolak ekonomi global sebelumnya.

 

Faktor Ekonomi Jadi Penentu

Dalam beberapa bulan terakhir, konstruksi opini publik sempat diwarnai kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi.

Namun data pertumbuhan yang relatif stabil dinilai mampu meredam persepsi negatif tersebut.

 

IPI melihat masyarakat masih menilai kepemimpinan Prabowo mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Hal ini turut berkontribusi terhadap elektabilitas capres 2029 yang masih berpihak kepadanya.

 

Selain faktor ekonomi, kesinambungan program pemerintah juga menjadi pertimbangan pemilih.

Program yang berjalan dinilai memberikan rasa keberlanjutan dan kepastian arah pembangunan nasional.

 

Situasi politik yang relatif kondusif tanpa gejolak besar juga memperkuat persepsi stabilitas.

Dalam konteks politik elektoral, stabilitas sering kali menjadi modal penting bagi petahana atau figur yang tengah berkuasa.

 

Peta Politik Masih Dinamis

Meski Prabowo unggul, IPI menekankan bahwa survei ini merupakan potret awal.

Konstelasi politik menuju 2029 masih sangat cair.

 

Nama-nama seperti Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan tetap memiliki basis dukungan yang signifikan.

Jika momentum politik berubah, bukan tidak mungkin peta elektabilitas capres 2029 mengalami pergeseran.

 

Pengamat politik menilai, faktor komunikasi publik, strategi koalisi partai, serta isu nasional yang berkembang akan sangat menentukan arah dukungan ke depan.

Apalagi siklus politik biasanya mulai memanas dua hingga tiga tahun menjelang pemilu.

 

Dengan waktu yang masih panjang, para tokoh politik berpeluang memperkuat positioning mereka di mata publik.

Survei IPI ini setidaknya memberikan gambaran awal siapa saja figur yang saat ini memiliki tingkat keterpilihan tertinggi.

Baca Juga: Pemimpin Tegas, Elektabilitas Prabowo-Gibran Kian Melambung Tinggi

Ke depan, publik akan terus mencermati dinamika politik nasional, termasuk kinerja pemerintahan, kondisi ekonomi, dan isu sosial yang berkembang.

Semua faktor tersebut akan menjadi variabel penting dalam menentukan arah elektabilitas capres 2029.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Survei IPI #elektabilitas capres 2029 #Peta politik 2029 #Prabowo Subianto #Bursa Capres 2029