Radar Tulungagung - Pergerakan saham BUMI kembali mencuri perhatian pelaku pasar menjelang perdagangan pekan depan. Setelah sempat tertekan cukup dalam dari area 400-an ke level 200, saham PT Bumi Resources Tbk kini dinilai telah kembali ke jalur uptrend. Sejumlah analis teknikal melihat peluang lanjutan kenaikan masih terbuka, meski risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diantisipasi.
Dalam ulasan terbarunya, analis pasar dari komunitas Okesam, Budioki, menyebut saham BUMI saat ini berada dalam fase penguatan yang sehat. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak melemah, saham BUMI justru mampu bertahan dan menunjukkan struktur tren naik yang solid. Kondisi ini menandakan adanya akumulasi yang cukup besar di balik pergerakan harga.
Volume Besar, Akumulasi Terlihat Jelas
Salah satu faktor utama yang menopang optimisme terhadap saham BUMI adalah lonjakan volume transaksi. Volume perdagangan tercatat stabil tinggi dan didominasi oleh aktivitas beli. Pola ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar bermodal besar masih aktif mengumpulkan saham, meski belum mendorong harga naik secara agresif.
“Volumenya bagus dan akumulasinya besar. Ini biasanya menandakan saham sedang dikumpulkan, bukan didistribusikan,” ujar Budioki. Ia menilai kondisi tersebut menjadi fondasi penting bagi pergerakan lanjutan saham BUMI dalam waktu dekat.
Target Gap 340 Masih Terbuka
Secara teknikal, saham BUMI disebut telah berhasil breakout dari fase sideways dan kini berpeluang mengisi gap di area 340-an. Area tersebut menjadi target kenaikan terdekat yang banyak diperhatikan trader. Sebelumnya, saham BUMI pernah mencatatkan reli signifikan dari area 150 ke 400-an atau naik hampir 300 persen dalam satu fase uptrend.
Meski demikian, investor diingatkan bahwa saham yang sedang uptrend tidak selalu bergerak hijau setiap hari. Koreksi jangka pendek dinilai wajar selama harga masih bertahan di atas area support kunci.
Strategi Trading: Jaga Area 270
Untuk strategi jangka pendek, analis menyarankan pelaku pasar memperhatikan area 270 sebagai batas aman. Selama saham BUMI mampu bertahan di atas level tersebut, tren naik dinilai masih terjaga. Stop loss disarankan diletakkan relatif dekat guna mengantisipasi volatilitas.
Bagi investor yang sudah memiliki posisi di harga lebih tinggi, averaging masih dinilai aman selama struktur uptrend belum rusak. Sementara untuk trader baru, disarankan tidak masuk di satu harga saja agar memiliki ruang manuver saat terjadi koreksi sesaat.
Saham Grup Bakrie Lain Ikut Dilirik
Selain BUMI, beberapa saham lain dari grup terkait juga mulai diperhatikan karena pergerakannya yang cenderung seirama. Namun analis menekankan pentingnya tetap selektif dan fokus pada saham yang sudah menunjukkan konfirmasi tren naik, bukan sekadar ikut-ikutan sentimen.
“Trading tanpa analisa itu berbahaya. Walaupun sahamnya uptrend, tetap harus punya trading plan,” tegas Budioki.
Sentimen Jelang Ramadan dan Libur Panjang
Momentum menjelang libur panjang dan persiapan menyambut bulan Ramadan juga disebut turut memengaruhi psikologi pasar. Banyak trader mulai menyiapkan portofolio sejak awal agar tidak tertinggal momentum. Saham dengan likuiditas tinggi seperti BUMI menjadi salah satu pilihan karena relatif mudah keluar-masuk.
Meski prospek terlihat menjanjikan, investor tetap diimbau disiplin menerapkan manajemen risiko. Tren naik memang membuka peluang cuan, namun tanpa strategi yang jelas, potensi kerugian tetap mengintai.
Dengan kombinasi volume besar, struktur uptrend, dan target teknikal yang masih terbuka, saham BUMI dinilai layak masuk radar pemantauan pekan depan. Pasar kini menunggu, apakah saham ini akan benar-benar melanjutkan reli atau kembali terkoreksi sebelum naik lebih tinggi.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh