Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makan Bergizi Gratis Dibiayai Efisiensi Rp300 Triliun, Prabowo Ungkap Indonesia Sudah Suasembada Beras

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Senin, 16 Februari 2026 | 15:30 WIB
Makan Bergizi Gratis dibiayai efisiensi Rp300 triliun. Prabowo klaim Indonesia sudah suasembada beras dengan cadangan tertinggi. Pinterest
Makan Bergizi Gratis dibiayai efisiensi Rp300 triliun. Prabowo klaim Indonesia sudah suasembada beras dengan cadangan tertinggi. Pinterest

Radar Tulungagung - Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan bukan dengan menambah beban anggaran negara, melainkan dari hasil efisiensi besar-besaran belanja pemerintah. Dalam tahun pertama pemerintahannya, Prabowo mengklaim negara berhasil menghemat lebih dari Rp300 triliun, yang kemudian dialihkan ke program produktif, termasuk Makan Bergizi Gratis.

“Uang yang pasti habis untuk hal-hal tidak produktif kita alihkan untuk rakyat,” kata Prabowo. Ia menyebut perjalanan luar negeri, seremoni berlebihan, seminar, forum diskusi, hingga kajian yang tidak perlu telah dipangkas secara signifikan.

Menurut Prabowo, keberanian melakukan efisiensi fiskal menjadi fondasi utama agar program strategis seperti Makan Bergizi Gratis bisa berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

Makan Bergizi Gratis Didukung Penghematan Anggaran

Prabowo menjelaskan, selama bertahun-tahun anggaran negara kerap bocor dan terserap pada kegiatan yang minim dampak langsung ke masyarakat. Di tahun pertama pemerintahannya, ia menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk memangkas belanja yang tidak produktif.

“Hematnya lebih dari Rp300 triliun. Itu sekitar 18 miliar dolar AS,” ujarnya.

Dana penghematan tersebut kini dialokasikan untuk berbagai program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat setiap hari, mulai dari anak-anak sekolah, ibu hamil, hingga lansia.

Indonesia Klaim Sudah Suasembada Beras

Selain membahas Makan Bergizi Gratis, Prabowo juga menyampaikan capaian di sektor pangan. Ia menyatakan Indonesia kini telah mencapai suasembada beras dan sedang menuju kemandirian pangan nasional.

Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,7 juta ton, meningkat sekitar 13 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, cadangan beras nasional di Badan Urusan Logistik per Juli 2025 tercatat 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. “Cadangan ini sangat kuat dan aman,” tegasnya.

Capaian tersebut dinilai memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadi penopang penting bagi keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.

Efisiensi Bukan Sekadar Penghematan

Prabowo menekankan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar memotong biaya, melainkan mengubah orientasi belanja negara. Infrastruktur dasar, jembatan desa, akses pangan, dan penguatan ekonomi rakyat menjadi prioritas. “Kalau rakyat lapar, cari pangan. Enggak usah terlalu banyak analisa,” ujarnya.

Ia mengakui kebocoran anggaran masih ada, namun menegaskan upaya penutupan kebocoran terus dilakukan melalui reformasi birokrasi dan penguatan manajemen aset negara.

Target Tinggi dan Keberanian Memimpin

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung target ambisius pengelolaan aset dan kinerja BUMN. Ia menuntut tingkat pengembalian aset atau return on asset minimal 7 hingga 8 persen.

Mengutip pesan Soekarno, Prabowo mengatakan pentingnya keberanian dalam memasang target.

“Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kalau tidak sampai, minimal jatuh di antara bintang-bintang,” ucapnya disambut tepuk tangan.

Menurut Prabowo, bangsa Indonesia tidak boleh ragu memasang target tinggi selama dibarengi kerja keras dan disiplin.

Makan Bergizi Gratis Jadi Simbol Arah Kebijakan

Prabowo menilai Makan Bergizi Gratis kini menjadi simbol perubahan arah kebijakan negara: dari belanja seremonial menuju investasi manusia. Program ini tidak hanya memperbaiki gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa dan menciptakan jutaan lapangan kerja di sektor pangan dan logistik.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang nyata, dirasakan rakyat, dan di atas sasaran yang kita tetapkan,” pungkasnya.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#cadangan beras #Prabowo Subianto #Makan Bergizi Gratis