Upaya ini terlihat dari pertemuan Menteri Luar Negeri RI dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa serta rencana kehadiran Presiden dalam forum perdamaian dunia.
Langkah aktif Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza dinilai sebagai bagian strategi memperkuat posisi diplomasi global sekaligus memperjuangkan perdamaian berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh langkah diplomasi tetap berpegang pada hukum internasional dan resolusi PBB.
Keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza juga menegaskan komitmen jangka panjang terhadap perjuangan rakyat Palestina. Selain diplomasi politik, Indonesia juga mendorong percepatan pemulihan kemanusiaan serta rekonstruksi wilayah konflik pascaperang.
Baca Juga: Jadwal CPNS 2026 Disebut Dibuka Agustus-September, BKN dan Kemenpan RB Bongkar Fakta Sebenarnya
Pertemuan Indonesia dan Sekjen PBB Bahas Stabilitas Timur Tengah
Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat pada 16 Februari 2026.
Pertemuan tersebut membahas langkah konkret yang akan diambil Indonesia dalam forum perdamaian Gaza. Fokus utama pembahasan adalah mendorong terciptanya perdamaian adil, stabilitas kawasan, serta perlindungan warga sipil di wilayah konflik.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keterlibatan dalam forum perdamaian internasional sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, resolusi Dewan Keamanan, serta prinsip solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik.
Indonesia Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa jalur multilateral menjadi instrumen penting menjaga perdamaian dunia. Diplomasi internasional dinilai mampu memperkuat tekanan global agar konflik dapat diselesaikan melalui jalur hukum internasional.
Indonesia secara konsisten mendorong solusi dua negara sebagai dasar penyelesaian konflik di Palestina. Pendekatan ini dianggap sebagai jalan tengah yang dapat diterima komunitas internasional sekaligus memberi kepastian politik jangka panjang bagi kawasan.
Selain diplomasi politik, Indonesia juga mendorong percepatan pemulihan infrastruktur, bantuan kemanusiaan, serta rekonstruksi wilayah Gaza agar kehidupan masyarakat dapat segera pulih.
Agenda Presiden dalam Forum Perdamaian Dunia
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026 bersama sejumlah pemimpin dunia. Kehadiran kepala negara di forum ini dinilai memperkuat posisi strategis Indonesia dalam percaturan diplomasi global.
Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut diharapkan mampu memperkuat arah kerja awal Dewan Perdamaian Gaza, khususnya dalam perlindungan warga sipil dan percepatan rekonstruksi wilayah konflik.
Pemerintah juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Pendekatan tersebut memungkinkan Indonesia terlibat aktif dalam penyelesaian konflik global tanpa berpihak pada blok geopolitik tertentu.
Posisi Strategis Indonesia di Diplomasi Global
Peran aktif Indonesia dalam diplomasi global semakin diperhitungkan. Keterlibatan dalam forum perdamaian internasional tidak hanya memperkuat posisi politik luar negeri, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis lintas sektor.
Selain isu kemanusiaan, diplomasi global Indonesia juga berkaitan dengan stabilitas kawasan, keamanan energi, serta penguatan kerja sama ekonomi internasional.
Keterlibatan aktif Indonesia dalam forum internasional juga dinilai mampu memperkuat citra negara sebagai kekuatan diplomasi damai yang konsisten memperjuangkan hukum internasional dan stabilitas global.
Melalui langkah ini, Indonesia berharap dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan perdamaian dunia sekaligus memperkuat posisi strategis di panggung internasional.
Editor : Fadhilah Salsa Bella