BLORA - Meski gedung koperasi belum rampung dibangun, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sudah mulai menjalankan unit usaha peternakan ikan lele dengan sistem bioflok. Program ini diharapkan mendukung ketahanan pangan sekaligus menyuplai kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peresmian unit usaha tersebut ditandai dengan pelepasan benih ikan lele di kolam bioflok oleh Bupati Blora, Arief Rohman, bersama perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Budi Ramadona.
Unit usaha ini berlokasi di Jalan Anggrek Kusuma, Gang 2, Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora. KKMP Kunden dipimpin oleh Rohmah Yuli Fridaanti, yang juga merupakan anggota Persit Kodim 0721 Blora.
Bantuan KKP Senilai Rp600 Juta
Program budidaya lele bioflok ini merupakan bantuan tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP). Tahun ini, KKP memberikan bantuan di empat titik di Blora, masing-masing terdiri dari 24 kolam bioflok.
Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp600 juta dari APBN. Setiap titik memiliki 24 kolam dengan target panen perdana dalam waktu tiga bulan, termasuk proses grading hasil panen.
Pemerintah daerah berharap model usaha ini tidak berhenti di empat titik saja, melainkan bisa diperluas ke kecamatan lain sebagai unit usaha unggulan koperasi desa dan kelurahan.
Baca Juga: Jadwal CPNS 2026 Disebut Dibuka Agustus-September, BKN dan Kemenpan RB Bongkar Fakta Sebenarnya
Siap Suplai Kebutuhan MBG
Unit budidaya lele ini diproyeksikan menjadi salah satu pemasok kebutuhan protein hewani untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Blora.
Dengan adanya unit usaha ini, KKMP Kunden tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai penggerak ketahanan pangan lokal. Koperasi diharapkan mampu menampung, mengelola, dan mendistribusikan hasil produksi secara berkelanjutan.
Kunci Sukses: Kualitas Air
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa kunci utama keberhasilan budidaya lele bukan hanya pada kualitas benih, tetapi juga pada pengelolaan air.
Karakteristik air di Kabupaten Blora dinilai memiliki kekhasan tersendiri sehingga membutuhkan perlakuan khusus agar pertumbuhan ikan optimal. Sistem bioflok dipilih karena dinilai lebih efisien, hemat lahan, serta mampu meningkatkan produktivitas.
Dengan target panen tiga bulan, koperasi optimistis dapat menjaga siklus produksi agar berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dorong Ekonomi Lokal
Meski gedung koperasi belum selesai, operasional unit usaha menunjukkan semangat percepatan ekonomi berbasis koperasi. Kehadiran budidaya lele bioflok ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan anggota koperasi, serta memperkuat peran KKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi di tingkat kelurahan.
Pemerintah daerah pun menilai sinergi antara koperasi, pemerintah pusat, dan daerah menjadi kunci agar program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor : Divka Vance Yandriana