Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Koperasi Desa Merah Putih Siap Dongkrak Ekonomi, Siapkan 1,6 juta Lapangan Kerja

Manda Dwi Agustin • Kamis, 19 Februari 2026 | 14:05 WIB

Koperasi Desa Merah Putih dibangun di 70.000 desa untuk pacu ekonomi, serap 1,6 juta tenaga kerja, dan stabilkan harga pangan.
Koperasi Desa Merah Putih dibangun di 70.000 desa untuk pacu ekonomi, serap 1,6 juta tenaga kerja, dan stabilkan harga pangan.

RADAR TULUNGAGUNG - Pemerintah melalui program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menargetkan pembangunan di 70.000 hingga 80.000 desa. Setiap koperasi menyerap 20 tenaga kerja langsung, sehingga potensi total mencapai 1,6 juta orang.

Program ini memperkuat ekonomi pedesaan, memotong rantai distribusi panjang, dan memastikan harga produk pertanian lebih adil bagi petani dan nelayan.

Kebijakan strategis ini diputuskan dalam rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mengoptimalkan dana desa untuk mendukung pembangunan koperasi, termasuk fasilitas gudang, klinik, warung sembako, simpan pinjam, dan pusat distribusi hasil pertanian.

Dukungan pendanaan juga melibatkan bank Himbara melalui skema cicilan 3–5 tahun agar koperasi dapat beroperasi optimal sejak awal.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Dikebut 30.000 Unit Tahun Ini, Menkop Feri Juliantono Gandeng Mensos di Purworejo

Peluang Kerja dan Dampak Ekonomi

Setiap Kopdes Merah Putih menyerap tenaga kerja lokal, mencakup sektor logistik, distribusi, dan pelayanan koperasi. Dengan pembangunan masif, total penyerapan diproyeksikan mencapai 1,6 juta orang.

Koperasi juga memotong rantai pasok panjang, sehingga petani menerima harga lebih adil dan masyarakat desa mendapatkan sembako dengan harga terjangkau, terutama menjelang Ramadan.

Keberhasilan program diawasi ketat dengan melibatkan kepala desa, perangkat desa, pengurus koperasi, dan masyarakat. Koperasi dikelola secara partisipatif agar dana desa digunakan tepat sasaran.

Baca Juga: Dana Desa 2026 Dipotong hingga 40 Persen Selama 6 Tahun, Ternyata untuk Cicil Utang Rp240 Triliun Koperasi Merah Putih

Menurut Ibu Sarmila Yahya, Ketua Inkowapi, program ini menjadi sejarah baru koperasi di Indonesia dan bisa mencetak rekor MURI. Bersama BUOMDes dan UMKM, koperasi mendukung program makan bergizi gratis serta menstabilkan harga pangan di tingkat pasar.

Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Desa

Dengan hadirnya Kopdes Merah Putih, perekonomian desa diharapkan semakin kuat, distribusi pangan lebih efisien, dan masyarakat desa mendapat manfaat langsung.

Koperasi menampung hasil pertanian dan nelayan, membuka peluang usaha bagi UMKM, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Program ini dikawal ketat untuk memastikan manfaat nyata bagi desa, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Editor : Manda Dwi Agustin
#Koperasi Merah Putih #lapangan kerja #koperasi