Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pertemuan Prabowo dan Donald Trump Disorot Media Internasional, Bahas Tarif Resiprokal hingga Geopolitik Global

Divka Vance Yandriana • Kamis, 19 Februari 2026 | 19:35 WIB
Strategi Prabowo di Board of Peace untuk Palestina disorot pakar. (Sumber: Antara News)
Strategi Prabowo di Board of Peace untuk Palestina disorot pakar. (Sumber: Antara News)

JAKARTA – Pertemuan Prabowo dan Donald Trump menjadi sorotan media internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Agenda diplomatik tersebut dinilai strategis karena berlangsung saat dinamika politik dan ekonomi dunia sedang bergejolak.

Pertemuan Prabowo dan Donald Trump dijadwalkan berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, setelah Presiden RI bertolak untuk melakukan kunjungan resmi. Sejumlah media asing, termasuk Bernama dan The Star, menyoroti momen tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–AS.

Sorotan terhadap pertemuan Prabowo dan Donald Trump semakin kuat karena keduanya bertemu dalam situasi global yang penuh tekanan, mulai dari konflik geopolitik hingga ketidakpastian ekonomi dunia.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemerintah Resmi Reaktivasi PBI BPJS Kesehatan untuk 11 Juta Peserta, Pasien Penyakit Kronis Jadi Prioritas Utama Tanpa Ribet Administr

Disorot Media Asing

Dalam laporannya pada 16 Februari 2026, Bernama menyebut kunjungan Presiden Prabowo sebagai bagian dari diplomasi aktif Indonesia. Media tersebut menilai pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memiliki arti strategis bagi posisi Indonesia di kancah internasional.

Sementara itu, The Star juga memberitakan bahwa agenda tersebut diharapkan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Isu yang akan dibahas mencakup kerja sama ekonomi, stabilitas kawasan Indo-Pasifik, hingga dinamika keamanan global.

Pertemuan ini disebut berlangsung di tengah meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan sejumlah kekuatan besar dunia. Kondisi tersebut membuat diplomasi tingkat tinggi menjadi sangat krusial.

Baca Juga: Kabar Gembira! Menteri Keuangan Percepat Pencairan THR ASN 2026 di Awal Ramadan, Anggaran Fantastis Rp55 Triliun Siap Meluncur ke Rekening

Agenda di Washington DC

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting selama berada di Washington DC. Selain pertemuan bilateral dengan Trump, Prabowo juga akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace pada 19 Februari 2026.

Forum tersebut diperkirakan membahas stabilitas global dan upaya menciptakan perdamaian di tengah konflik internasional. Kehadiran Indonesia dinilai sebagai bentuk komitmen aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Tidak hanya itu, agenda lain yang menjadi perhatian adalah rencana penandatanganan perjanjian tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut berpotensi berdampak langsung pada hubungan perdagangan kedua negara.

Baca Juga: Kritik Kebijakan 58% Anggaran Desa untuk Koperasi Merah Putih: Risiko dan Dampaknya

Perjanjian Tarif Resiprokal Jadi Sorotan

Isu tarif resiprokal menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan Prabowo dan Donald Trump. Perjanjian ini diperkirakan akan mengatur keseimbangan tarif perdagangan kedua negara guna menciptakan hubungan ekonomi yang lebih adil dan kompetitif.

Langkah ini dinilai strategis di tengah tren proteksionisme dan kebijakan perdagangan global yang semakin kompleks. Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara berkepentingan menjaga stabilitas akses pasar ke Amerika Serikat.

Para analis menilai, jika perjanjian tersebut terealisasi, dampaknya bisa signifikan terhadap sektor ekspor-impor, investasi, hingga penguatan nilai tukar rupiah.

Diplomasi Aktif Indonesia

Pertemuan tingkat tinggi ini memperlihatkan pendekatan diplomasi aktif yang diusung pemerintahan Prabowo. Indonesia berupaya menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kekuatan global tanpa terjebak dalam rivalitas geopolitik.

Di tengah ketidakpastian global, pertemuan Prabowo dan Donald Trump menjadi simbol bahwa Indonesia tetap memainkan peran strategis dalam percaturan internasional. Hubungan Jakarta–Washington selama ini dikenal stabil, namun dinamika global menuntut penguatan kerja sama di berbagai sektor.

Langkah diplomatik ini juga mencerminkan upaya memperkuat posisi tawar Indonesia, baik dalam isu perdagangan, pertahanan, maupun stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Dengan berbagai agenda strategis yang dibawa, pertemuan ini tidak sekadar seremoni bilateral. Dunia internasional menunggu hasil konkret yang dapat memperkuat kerja sama kedua negara sekaligus memberikan kontribusi terhadap stabilitas global.

Editor : Divka Vance Yandriana
#pertemuan prabowo #donald trump #diplomasi indonesia