Prabowo Tiba di AS, Siap Teken Tarif Trump 19 Persen dan Hadiri Dewan Perdamaian Gaza

Divka Vance Yandriana • Dipublikasikan Kamis, 19 Februari 2026 | 19:45 WIB
Survei Indikator: kepuasan publik Prabowo hampir 80 persen, Kejaksaan Agung jadi lembaga paling dipercaya.
Survei Indikator: kepuasan publik Prabowo hampir 80 persen, Kejaksaan Agung jadi lembaga paling dipercaya.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi tiba di Amerika Serikat pada Selasa (17/2) waktu setempat. Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa kepala negara dan rombongan mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC.

Kedatangan Prabowo disambut Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwi R. Susilo, Atase Pertahanan RI di Washington Marsma TNI E. Wisoko Aribowo, serta Maintenance Group Commander Kolonel Gary Callen. Kunjungan ini menjadi sorotan karena salah satu agenda utamanya adalah penandatanganan tarif Trump 19 persen dalam kesepakatan dagang timbal balik Indonesia–AS.

Tarif Trump 19 persen tersebut disebut sebagai hasil akhir negosiasi panjang yang telah berlangsung sejak 2025. Pemerintah memastikan seluruh proses harmonisasi bahasa hukum telah rampung dan tinggal menunggu penandatanganan resmi oleh kedua kepala negara.

Baca Juga: Pasien Menjerit! BPJS PBI Dinonaktifkan Secara Sepihak, Warga Terpaksa Bayar Mandiri hingga Gagal Berobat

Teken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik

Sekretaris Kabinet menjelaskan, selain pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump, Prabowo akan menandatangani agreement on reciprocal trade atau perjanjian perdagangan timbal balik.

Dalam skema tersebut, Indonesia sepakat membebaskan tarif bea masuk untuk sebagian besar produk asal Amerika Serikat. Sebagai imbal balik, Amerika akan menurunkan tarif resiprokal atas sejumlah produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

Tak hanya itu, Amerika Serikat juga memberikan pengecualian tarif khusus untuk komoditas unggulan Indonesia. Di antaranya minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao. Kebijakan ini diharapkan memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar AS.

Baca Juga: Terkuak! Penemuan Homo Wajakensis di Tulungagung, Fosil Manusia Purba 40 Ribu Tahun Ini Disebut Cikal Bakal Ras Melayu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya memastikan seluruh pembahasan teknis telah selesai. Ia bahkan lebih dulu berada di AS guna memastikan kesiapan penandatanganan kesepakatan strategis tersebut.

Impor Migas Jadi Bagian Negosiasi

Sebagai bagian dari paket negosiasi tarif dagang, Indonesia juga menyepakati rencana impor komoditas minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat. Komoditas tersebut meliputi minyak mentah, liquefied petroleum gas (LPG), serta produk olahan kilang lainnya.

Langkah ini disebut sebagai strategi menyeimbangkan neraca perdagangan sekaligus memperkuat hubungan energi kedua negara. Pemerintah berharap kesepakatan ini tidak hanya berdampak pada perdagangan, tetapi juga pada stabilitas pasokan energi nasional.

Temui Pebisnis dan Hadiri Dewan Perdamaian

Selain agenda ekonomi, Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan kelompok pebisnis besar Amerika Serikat pada Rabu (18/2). Pertemuan ini membahas peluang investasi dan kerja sama strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Agenda berikutnya adalah menghadiri konvensi tingkat tinggi perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace Gaza pada Kamis (19/2). Forum tersebut akan membahas langkah konkret menyikapi konflik yang masih berlangsung di Palestina, termasuk rencana rekonstruksi Gaza.

Dalam forum ini, Prabowo akan duduk satu meja dengan sejumlah kepala negara lain untuk membahas skema pendanaan, kontribusi anggota, hingga strategi diplomasi perdamaian global.

Baca Juga: Ambisi Bangun Puluhan Ribu Koperasi Merah Putih, Strategi Besar Pemerintah Ubah Wajah Ekonomi Desa

Pertemuan Bilateral di White House

Puncak kunjungan kerja ini adalah pertemuan bilateral Prabowo dan Trump yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih, White House. Di lokasi tersebut pula penandatanganan tarif Trump 19 persen direncanakan digelar.

Pemerintah menyebut angka 19 persen masih berpeluang turun, tergantung kesepakatan akhir kedua pihak. Namun secara prinsip, angka tersebut telah disepakati dan tinggal menunggu pengesahan resmi.

Kunjungan kenegaraan ini dinilai strategis karena tidak hanya menyangkut kerja sama perdagangan, tetapi juga posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik global. Dari isu tarif dagang hingga perdamaian Gaza, agenda Prabowo di Washington mencerminkan diplomasi aktif Indonesia di panggung internasional.

Hasil akhir dari rangkaian pertemuan ini akan sangat menentukan arah hubungan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat ke depan, sekaligus menjadi penanda babak baru kemitraan strategis kedua negara.

Editor : Divka Vance Yandriana
gaza Prabowo Subianto donald trump