Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Program Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan Tetap Jalan, Skema Berubah Jadi Paket Kering di Bengkulu dan Del Serdang

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 19 Februari 2026 | 18:45 WIB

Makan Bergizi Gratis saat Ramadan tetap jalan di Bengkulu dan Del Serdang dengan skema paket kering per 3 hari.
Makan Bergizi Gratis saat Ramadan tetap jalan di Bengkulu dan Del Serdang dengan skema paket kering per 3 hari.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Program Makan Bergizi Gratis saat Ramadan dipastikan tetap berjalan di Bengkulu dan Kabupaten Del Serdang, Sumatera Utara.

Pemerintah menegaskan Ramadan tidak menjadi alasan penghentian program pemenuhan gizi bagi pelajar, balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca Juga: Babah Alun Tanggapi Narasi MBG Haram, Ajak Masyarakat Tak Suuzon dan Percayakan pada MUI

Skema penyaluran Makan Bergizi Gratis saat Ramadan memang mengalami penyesuaian.

Jika sebelumnya makanan dibagikan setiap hari dalam bentuk siap santap, selama Ramadan distribusi dilakukan setiap tiga hari sekali dalam bentuk paket atau bingkisan makanan kering.

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan asupan gizi tetap terpenuhi meski pola konsumsi masyarakat berubah selama bulan puasa.

Pemerintah menjamin kualitas dan angka kecukupan gizi (AKG) tetap sesuai standar meski menu mengalami perubahan.

 

Skema Baru: Paket Diambil per Tiga Hari

Di Bengkulu, penerima manfaat dapat mengambil paket MBG di sekolah atau kantor kelurahan.

Menu yang disediakan dirancang lebih tahan lama dan praktis, menyesuaikan kebutuhan selama Ramadan.

Karbohidrat yang biasanya berupa nasi diganti dengan alternatif pangan lokal seperti ubi atau roti.

Pergantian ini dilakukan tanpa mengurangi nilai gizi.

Kandungan kalori dan zat gizi makro tetap diperhitungkan agar setara dengan menu reguler.

Selain itu, protein juga disajikan dalam bentuk makanan kering.

Telur rebus, telur asin, dendeng, hingga abon menjadi pilihan sumber protein yang lebih awet.

Produk olahan tersebut juga diutamakan berasal dari pelaku UMKM lokal guna mendukung perekonomian daerah.

Pemerintah memastikan bahwa perubahan menu bukan berarti penurunan kualitas.

Justru, adaptasi ini dilakukan agar distribusi tetap optimal dan tidak mengganggu aktivitas ibadah selama Ramadan.

 

Dapur SPPG Bertambah di Del Serdang

Penyesuaian skema Makan Bergizi Gratis saat Ramadan juga diterapkan di Kabupaten Del Serdang, Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, saat peresmian dapur SPPG ketiga milik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Menurut Sony, Ramadan tidak boleh menjadi alasan berhentinya program pemenuhan gizi.

Asupan nutrisi bagi peserta didik dan kelompok rentan harus diberikan secara berkelanjutan.

“Ramadan tetap berjalan. Ramadan tidak dijadikan alasan untuk program makan bergizi gratis ini berhenti. Karena asupan gizi itu tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Dengan bertambahnya dapur SPPG di Del Serdang, cakupan penerima manfaat diharapkan semakin luas dan merata.

Distribusi yang lebih dekat ke masyarakat diyakini akan meningkatkan efektivitas program.

 

Fokus pada Kelompok Rentan

Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Kelompok ini dinilai membutuhkan perhatian khusus karena berisiko mengalami kekurangan gizi.

Selama Ramadan, pola makan memang berubah, namun kebutuhan nutrisi harian tetap harus dipenuhi.

Oleh karena itu, paket MBG dirancang agar bisa dikonsumsi saat sahur maupun berbuka.

Menu yang disiapkan tetap memperhatikan komposisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Pemerintah mengklaim angka kecukupan gizi telah dihitung agar sesuai dengan standar kebutuhan harian.

 

Distribusi Optimal Selama Ramadan

Perubahan pola distribusi menjadi per tiga hari sekali menyesuaikan dengan mekanisme saat hari libur sekolah.

Skema ini dinilai efektif dan sudah pernah diterapkan sebelumnya.

Selain menjamin ketersediaan nutrisi, pemerintah juga berupaya memastikan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan logistik.

Koordinasi dengan sekolah, kelurahan, serta dapur penyedia makanan dilakukan secara intensif.

Program ini diharapkan mampu menjaga kondisi kesehatan pelajar dan kelompok rentan selama menjalani ibadah puasa.

Dengan demikian, Ramadan tetap menjadi momentum spiritual tanpa mengorbankan kebutuhan gizi.

Keberlanjutan Makan Bergizi Gratis saat Ramadan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan gizi masyarakat.

Penyesuaian skema distribusi di Bengkulu dan Del Serdang diharapkan menjadi model implementasi yang efektif di daerah lain.

Baca Juga: KKMP Kunden Blora Luncurkan 24 Kolam Lele Bioflok, Siap Dukung Program MBG dan Ketahanan Pangan

Dengan pola baru ini, pemerintah optimistis kualitas asupan gizi tetap terjaga, sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM lokal melalui penyediaan bahan makanan kering.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#MBG Bengkulu #Makan Bergizi Gratis saat Ramadan #MBG Del Serdang #Badan Gizi Nasional (BGN) #Paket Makanan Kering