RADAR TULUNGAGUNG - Prabowo Subianto menegaskan bahwa program makan bergizi gratis bukanlah bentuk pemborosan anggaran negara.
Baca Juga: Pasca Dugaan Keracunan MBG, SPPG Bungur 004 Tulungagung Sementara Menghentikan Operasionalnya
Ia memastikan, anggaran makan bergizi gratis berasal dari hasil efisiensi dan penghematan belanja negara yang sebelumnya dinilai tidak produktif.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut program makan bergizi gratis kerap diserang dengan tudingan menghambur-hamburkan uang negara.
Namun ia menekankan bahwa kebijakan tersebut justru lahir dari upaya penataan ulang anggaran agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi rakyat.
Menurutnya, dana yang dialokasikan untuk makan bergizi gratis merupakan hasil penghematan dari berbagai pos belanja yang selama ini rawan pemborosan dan praktik korupsi.
Ia menyebut, tanpa efisiensi, anggaran tersebut berpotensi “dimakan” oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Anggaran Hasil Efisiensi, Bukan Tambahan Beban APBN
Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah melakukan langkah tegas dalam merapikan struktur belanja negara.
Ia menyoroti budaya lama yang kerap menghabiskan anggaran untuk kegiatan tidak produktif seperti rapat di hotel, seminar, konferensi, hingga kunjungan kerja yang minim manfaat nyata bagi masyarakat.
“Budaya menghabiskan anggaran, menggelembungkan anggaran, dan kegiatan yang tidak produktif harus dihentikan,” tegasnya.
Dana dari penghematan inilah yang kemudian dialihkan untuk mendukung program makan bergizi gratis.
Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak menambah beban baru pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan mengoptimalkan penggunaan dana yang sudah tersedia.
Prabowo juga memastikan bahwa postur APBN tetap berada dalam parameter yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menegaskan bahwa defisit anggaran masih dijaga di bawah batas aman, yakni tidak melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Lawan Tuduhan Pemborosan
Dalam pidatonya, Prabowo mengaku menghadapi kampanye negatif yang menyebut program makan bergizi gratis sebagai langkah populis yang boros anggaran. Ia membantah keras tudingan tersebut.
Menurutnya, justru dengan mengalihkan anggaran dari pos yang tidak efektif ke program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat.
Program makan bergizi gratis dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Asupan gizi yang baik diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan konsentrasi belajar, terutama bagi pelajar di berbagai daerah.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan angka stunting dan masalah gizi di Indonesia.
Reformasi Tata Kelola Anggaran
Prabowo menekankan pentingnya reformasi tata kelola anggaran negara agar lebih transparan dan akuntabel.
Ia menilai praktik pemborosan yang selama ini terjadi harus dihentikan demi mencegah kebocoran anggaran.
Ia menyebut, efisiensi dilakukan dengan memangkas kegiatan seremonial, perjalanan dinas yang tidak mendesak, serta agenda-agenda yang tidak memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Langkah ini, lanjutnya, bukan sekadar penghematan, melainkan perubahan paradigma dalam mengelola keuangan negara.
Pemerintah ingin memastikan setiap rupiah dari APBN benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk program konkret.
Prabowo juga menegaskan bahwa disiplin fiskal tetap menjadi prioritas.
Pemerintah tidak akan menjalankan program tanpa perhitungan matang yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Fokus pada Kepentingan Rakyat
Program makan bergizi gratis, kata Prabowo, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui kebijakan yang terukur dan berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat program ini secara objektif dan tidak terpengaruh narasi negatif.
Dengan pengelolaan anggaran yang lebih efisien, pemerintah berharap berbagai program prioritas dapat berjalan tanpa harus menambah utang atau memperlebar defisit secara berlebihan.
Prabowo optimistis, jika tata kelola anggaran dilakukan secara disiplin dan transparan, maka ruang fiskal negara akan semakin sehat.
Baca Juga: MBG Ramadan Tetap Berjalan, Badan Gizi Nasional Terapkan Empat Skema Khusus Selama Puasa
Dana yang sebelumnya berpotensi terbuang sia-sia dapat dialihkan untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk makan bergizi gratis.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : youtube, DIOLAH