RADAR TULUNGAGUNG - Kabar gembira kembali datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
PKH BPNT Tahap 1 dilaporkan kembali cair menyusul di sejumlah wilayah, khususnya melalui Bank BNI.
Nominal bantuan yang diterima KPM mencapai Rp600.000, sesuai alokasi tahap pertama tahun anggaran 2026.
Informasi pencairan PKH BPNT Tahap 1 ini terpantau dari laporan lapangan yang disampaikan melalui kanal YouTube pemantau bansos.
Sejumlah KPM mengonfirmasi saldo bantuan telah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), meski pencairan masih berlangsung secara bertahap dan belum serentak di seluruh wilayah.
Pada update terbaru, pencairan BPNT tahap 1 tercatat menyusul di beberapa daerah. Untuk wilayah pertama, BPNT tahap 1 terpantau cair melalui Bank BNI dengan nominal Rp600.000 per KPM.
Bantuan ini merupakan akumulasi bantuan pangan non-tunai yang dialokasikan pemerintah untuk tahap awal 2026.
Daftar Wilayah yang Terpantau Cair BPNT Tahap 1
Beberapa wilayah yang dilaporkan sudah menerima pencairan antara lain Kota Salatiga.
Di wilayah ini, BPNT murni dengan KKS terbitan 2021 dari Bank BNI terpantau baru mencairkan dana sebesar Rp600.000.
Kondisi serupa juga terjadi di Sukabumi, khususnya bagi KPM pemegang KKS terbitan 2018 yang dananya telah masuk penuh.
Selain itu, wilayah Bolaang Mongondow juga dilaporkan mengalami pencairan BPNT tahap 1 melalui Bank BNI.
KPM di daerah ini menerima nominal yang sama, yakni Rp600.000. Pemerintah menegaskan bahwa perbedaan waktu pencairan disebabkan proses verifikasi dan penyesuaian data penerima.
Masyarakat diminta untuk rutin mengecek saldo KKS dan bersabar apabila bantuan belum masuk.
Pemerintah menyalurkan bantuan sosial secara bertahap guna memastikan ketepatan sasaran dan menghindari kendala teknis di lapangan.
Stimulus Tambahan, Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Tak hanya PKH BPNT Tahap 1, pemerintah juga menyiapkan bantuan stimulus tambahan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Bantuan ini dialokasikan untuk dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026, dan direncanakan mulai disalurkan saat Ramadan.
Bantuan pangan tersebut menyasar masyarakat pada kelompok desil 1 hingga desil 4.
Menariknya, bantuan ini tidak hanya diberikan kepada penerima bansos reguler, tetapi juga masyarakat nonreguler yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan sosial.
Penyaluran beras dan minyak goreng ini diharapkan mampu menekan beban pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan, saat kebutuhan pokok cenderung meningkat.
BLT Kesra Pos Berpeluang Masuk PKH 2026
Informasi penting lainnya datang bagi penerima BLT Kesra yang disalurkan melalui kantor pos.
Masyarakat yang masuk kategori desil 1 sampai 4 dan terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) memiliki peluang diprioritaskan masuk sebagai penerima PKH pada 2026.
Syaratnya, calon penerima minimal memiliki komponen PKH, seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas.
Skema ini disiapkan pemerintah untuk menggantikan KPM lama yang telah digraduasi, sekaligus mengisi kekosongan kuota penerima PKH.
Pemerintah kembali menegaskan bahwa seluruh program bansos, termasuk PKH BPNT Tahap 1, disalurkan berdasarkan data dan hasil pemutakhiran.
Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada informasi tidak resmi dan selalu merujuk pada sumber terpercaya.
Bagi KPM yang sudah menerima pencairan, pemerintah menyampaikan selamat dan berharap bantuan dimanfaatkan sebaik mungkin.
Sementara bagi yang belum cair, diminta tetap bersabar karena proses penyaluran masih terus berjalan.