Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 Lengkap: Simulasi Cicilan Rp50 Juta–Rp100 Juta, Ini Cara Hitung Pokok dan Bunga 6%!

Novica Satya Nadianti • Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:00 WIB

 

Simulasi KUR Mandiri 2026 terbaru, pinjaman Rp10–500 juta dan rincian cicilan per bulan untuk pelaku UMKM.
Simulasi KUR Mandiri 2026 terbaru, pinjaman Rp10–500 juta dan rincian cicilan per bulan untuk pelaku UMKM.

JAKARTA - Informasi mengenai Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 semakin banyak dicari pelaku UMKM. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri ini kembali dibuka dengan kuota baru, membuat para pengusaha mikro dan kecil mulai menghitung kemampuan bayar sebelum mengajukan pinjaman.

Melalui simulasi yang beredar, Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 membantu calon debitur memahami perhitungan pokok dan bunga pinjaman. Skema bunga yang digunakan adalah 6 persen per tahun, atau sekitar 0,25 hingga 0,3 persen per bulan. Angka ini lebih rendah dibandingkan bunga kredit komersial pada umumnya karena mendapat subsidi bunga dari pemerintah.

Bagi pelaku usaha yang berencana mengajukan pinjaman, memahami Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 menjadi langkah penting. Jangan sampai tergiur plafon besar tanpa menghitung dampaknya terhadap arus kas usaha setiap bulan.

Plafon Pinjaman hingga Rp500 Juta

Dalam program KUR, plafon pinjaman bisa diajukan mulai dari Rp1 juta hingga maksimal Rp500 juta. Namun, lokasi pencairan bisa berbeda tergantung nominal.

Untuk plafon di bawah Rp200 juta, biasanya pengajuan dapat dilakukan di kantor cabang pembantu. Sementara pinjaman di atas Rp200 juta umumnya diproses di kantor cabang utama di kota besar.

Meski kuota KUR terus ditingkatkan, pihak bank tetap melakukan analisis kelayakan usaha. Faktor seperti omzet, lama usaha berjalan, dan histori kredit tetap menjadi pertimbangan utama sebelum persetujuan diberikan.

Skema Bunga 6 Persen per Tahun

Perlu dipahami, dana KUR berasal dari bank, bukan langsung dari pemerintah. Pemerintah berperan memberikan subsidi bunga sehingga suku bunga menjadi lebih ringan.

Jika kredit komersial umumnya memiliki bunga 10–12 persen per tahun, maka KUR ditetapkan 6 persen per tahun. Secara hitungan bulanan, bunga berada di kisaran 0,25–0,3 persen.

Artinya, beban bunga yang dibayarkan debitur jauh lebih rendah. Namun tetap harus diperhitungkan secara matang agar cicilan tidak melebihi kemampuan usaha.

Simulasi Pinjaman Rp100 Juta

Sebagai contoh, jika mengajukan pinjaman Rp100 juta dengan tenor 12 bulan, maka pokok pinjaman dibagi 12. Pokok per bulan sekitar Rp8,33 juta. Bunga dihitung 0,25 persen dikalikan plafon pinjaman.

Dengan perhitungan tersebut, estimasi cicilan per bulan untuk tenor 1 tahun mencapai sekitar Rp8,58 juta. Nominal ini tentu cukup besar karena jangka waktunya pendek.

Jika tenor diperpanjang menjadi 24 bulan, 36 bulan, hingga maksimal 60 bulan (5 tahun), maka cicilan per bulan otomatis lebih ringan. Semakin panjang tenor, semakin kecil cicilan bulanan, meskipun total pembayaran bunga akan lebih besar.

Tenor 12 hingga 60 Bulan

Pilihan tenor dalam KUR Mandiri umumnya tersedia mulai dari 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, 30 bulan, 36 bulan, 48 bulan, hingga 60 bulan.

Simulasi dalam bentuk tabel Excel memungkinkan calon debitur mengganti nominal plafon sesuai kebutuhan. Misalnya dari Rp100 juta menjadi Rp50 juta atau Rp200 juta, maka seluruh estimasi cicilan akan menyesuaikan otomatis.

Keakuratan simulasi biasanya berada di kisaran 80–90 persen, tergantung besaran bunga aktual yang diterapkan saat akad kredit. Perbedaan kecil bisa terjadi karena pembulatan suku bunga, misalnya 0,251 persen hingga 0,26 persen per bulan.

Pentingnya Menghitung Kemampuan Bayar

Pelaku UMKM diimbau tidak hanya fokus pada jumlah pinjaman yang bisa didapat. Yang lebih penting adalah memastikan cicilan bulanan tidak melebihi laba bersih usaha.

Idealnya, cicilan diambil dari porsi keuntungan, bukan dari modal kerja utama. Jika omzet menurun atau usaha mengalami kendala, beban cicilan bisa menjadi tekanan tambahan.

Karena itu, sebelum mengajukan KUR Mandiri 2026, calon debitur sebaiknya menghitung proyeksi pendapatan, biaya operasional, serta margin keuntungan secara realistis.

Subsidi Pemerintah untuk UMKM

Program KUR merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM. Subsidi bunga yang diberikan membuat akses pembiayaan menjadi lebih terjangkau.

Namun demikian, kewajiban pengembalian tetap menjadi tanggung jawab debitur sepenuhnya. Dana yang dipinjam adalah dana bank yang bersumber dari simpanan masyarakat dan harus dikembalikan sesuai perjanjian.

Dengan memahami tabel angsuran secara detail, pelaku usaha dapat menentukan plafon dan tenor yang paling aman. Simulasi ini menjadi alat bantu penting agar pinjaman benar-benar mendorong pertumbuhan usaha, bukan justru membebani keuangan.

Baca Juga: Nominal PKH 2026 Mulai Cair! Ada yang Terima Rp600 Ribu hingga Rp950 Ribu, Ini Penjelasan Lengkap dan Update Saldo KKS

Program KUR Mandiri 2026 membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang. Tetapi keputusan finansial tetap harus didasarkan pada perhitungan matang dan manajemen usaha yang sehat.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#simulasi cicilan KUR BRI #Pinjaman UMKM #Bunga 6 persen KUR BRI November 2025