Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cara Mengajukan KUR Mandiri 2026 Agar Cepat ACC: Ini Syarat Lengkap, Cek SLIK OJK hingga Aturan Satu KK!

Novica Satya Nadianti • Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:10 WIB

 

Simulasi Angsuran KUR Mandiri terbaru, pinjaman Rp10–Rp500 juta lengkap dengan rincian cicilan dan syarat pengajuan.
Simulasi Angsuran KUR Mandiri terbaru, pinjaman Rp10–Rp500 juta lengkap dengan rincian cicilan dan syarat pengajuan.

JAKARTA - Program KUR Mandiri 2026 resmi dibuka dan kembali menjadi incaran pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal usaha. Namun, sebelum mengajukan kredit, ada sejumlah syarat penting yang wajib dipenuhi agar pengajuan cepat disetujui atau ACC oleh pihak bank.

Informasi seputar KUR Mandiri 2026 ini penting dipahami sejak awal, terutama bagi calon debitur yang baru pertama kali mengajukan Kredit Usaha Rakyat di Bank Mandiri. Proses seleksi tidak hanya soal kelengkapan berkas, tetapi juga riwayat kredit pemohon.

Dalam pengajuan KUR Mandiri 2026, tahap awal yang akan diperiksa adalah kualitas kredit melalui SLIK OJK atau yang dulu dikenal sebagai BI Checking. Jika riwayat kredit bermasalah, peluang pengajuan disetujui bisa mengecil.

Cek SLIK OJK Sebelum Ajukan Kredit

Riwayat kredit menjadi faktor krusial. Data calon debitur akan ditarik melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Jika status kredit lancar dan tidak memiliki tunggakan, proses administrasi selanjutnya akan lebih mudah.

Sebaliknya, jika terdapat catatan kredit macet atau kolektibilitas buruk, kemungkinan pengajuan ditolak cukup besar. Karena itu, calon pemohon disarankan melunasi pinjaman kecil seperti kredit online atau cicilan lain sebelum mengajukan KUR.

Pihak bank akan menilai rekam jejak pembayaran sebelumnya untuk mengukur risiko. Logikanya, jika riwayat kredit baik, peluang mendapatkan pinjaman juga lebih besar.

Syarat Usia dan Dokumen Identitas

Calon pemohon minimal berusia 21 tahun atau sudah menikah. Bukti identitas berupa e-KTP wajib dilampirkan dalam berkas pengajuan.

Bagi yang sudah menikah, fotokopi e-KTP pasangan juga diperlukan. Jika belum menikah, biasanya diminta surat keterangan belum menikah dari kelurahan. Sementara bagi yang sudah bercerai, wajib melampirkan akta cerai sebagai dokumen pendukung.

Selain itu, fotokopi Kartu Keluarga (KK) menjadi syarat penting yang tidak boleh diabaikan.

Aturan Satu KK Satu Peminjam KUR

Salah satu aturan yang sering tidak dipahami adalah kebijakan satu Kartu Keluarga (KK) hanya diperbolehkan satu penerima KUR.

Artinya, jika dalam satu KK sudah ada anggota keluarga yang menerima KUR Mandiri, maka anggota keluarga lain dalam KK yang sama tidak bisa mengajukan KUR lagi. Kebijakan ini bersifat wajib dan menjadi bagian dari regulasi program.

Jika tetap membutuhkan dana tambahan, opsi yang tersedia adalah mengajukan kredit komersial, bukan KUR.

Usaha Minimal Berjalan 6 Bulan

Syarat berikutnya, calon debitur wajib memiliki usaha yang telah berjalan minimal enam bulan. Ketentuan ini bertujuan memastikan usaha benar-benar aktif dan memiliki potensi menghasilkan keuntungan.

Biasanya pihak bank akan melakukan survei langsung ke lokasi usaha untuk memvalidasi aktivitas bisnis. Catatan keuangan sederhana seperti pemasukan dan pengeluaran akan sangat membantu memperkuat penilaian.

Semakin rapi administrasi usaha, semakin besar peluang pengajuan disetujui.

Wajib Punya Surat Keterangan Usaha atau NIB

Calon pemohon harus melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan atau Nomor Induk Berusaha (NIB).

NIB bisa diurus secara online melalui sistem OSS di Online Single Submission. Dokumen ini tidak memiliki masa berlaku selama tidak ada perubahan jenis usaha.

Jika terjadi perubahan bidang usaha, data di OSS harus diperbarui agar sesuai dengan kondisi terbaru.

Soal Agunan, Wajib atau Tidak?

Isu yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah pinjaman di bawah Rp100 juta wajib menggunakan jaminan.

Secara program, KUR di bawah nominal tertentu tidak diwajibkan agunan tambahan. Namun dalam praktik perbankan, ada kemungkinan bank tetap meminta jaminan sebagai penguatan analisis risiko.

Karena itu, calon debitur disarankan tetap menyiapkan dokumen agunan seperti BPKB kendaraan atau sertifikat tanah. Keputusan akhir tetap berada di pihak bank berdasarkan hasil evaluasi.

Baca Juga: Nominal PKH 2026 Terungkap! Ada yang Dapat Rp600 Ribu, Bansos Dipercepat Bareng BPNT dan Bantuan Pangan

Datang ke Kantor Cabang dan Lakukan Follow Up

Jika seluruh berkas telah lengkap, calon debitur bisa langsung mendatangi kantor cabang atau kantor cabang pembantu Bank Mandiri terdekat.

Setelah pengajuan, sebaiknya pemohon meminta nomor kontak petugas untuk memantau perkembangan proses. Jika ada dokumen tambahan yang diperlukan, bisa segera dilengkapi tanpa menunda proses persetujuan.

Program KUR Mandiri 2026 memang membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Namun keberhasilan pengajuan sangat bergantung pada kesiapan administrasi, riwayat kredit, dan kelayakan usaha.

Dengan memahami seluruh syarat sejak awal, peluang kredit cepat cair tentu akan semakin besar.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Cara Mengajukan KUR Bank Mandiri #SLIK OJK #Syarat KUR Mandiri Tanpa Jaminan 2023