Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

THR 2026 Cair Awal Ramadan, Anggaran Rp55 Triliun Disiapkan untuk ASN, TNI, Polri dan Pensiunan

Ichaa Melinda Putri • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:55 WIB

THR 2026 Cair Awal Ramadan, Anggaran Rp55 Triliun Disiapkan untuk ASN, TNI, Polri dan Pensiunan
THR 2026 Cair Awal Ramadan, Anggaran Rp55 Triliun Disiapkan untuk ASN, TNI, Polri dan Pensiunan

JAKARTA - Kabar baik bagi jutaan aparatur negara. Pemerintah memastikan THR 2026 akan mulai dicairkan pada awal Ramadan. Anggaran yang disiapkan pun meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, yakni mencapai Rp55 triliun.

Kepastian pencairan THR 2026 tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa. Ia menegaskan pembayaran tunjangan hari raya bagi aparatur sipil negara (ASN) ditargetkan berlangsung paling lambat pada pekan pertama Ramadan 2026.

Meski belum mengumumkan tanggal pasti, pemerintah menekankan bahwa pencairan THR 2026 akan dilakukan lebih awal dibanding pola tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini diharapkan mampu mendorong daya beli masyarakat serta memperkuat konsumsi rumah tangga menjelang Idul Fitri.

Anggaran Naik Jadi Rp55 Triliun

Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR tahun depan. Nilai tersebut meningkat dibandingkan anggaran THR tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp49,9 triliun.

Anggaran ini menjadi bagian dari belanja negara kuartal I tahun 2026 yang totalnya mencapai Rp809 triliun. Pemerintah menyebut kebijakan percepatan pencairan THR sebagai salah satu instrumen strategis dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun.

Penerima THR meliputi aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri, hakim, hingga para pensiunan. Pada 2025 lalu, pemerintah menyalurkan THR kepada sekitar 9,4 juta aparatur negara.

Dengan jumlah penerima yang besar, suntikan dana segar dari pencairan THR dinilai akan berdampak langsung pada perputaran ekonomi nasional, terutama sektor ritel, transportasi, dan kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Komponen THR ASN dan Pensiunan

Kebijakan pemberian THR dan gaji ke-13 diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025. Dalam regulasi tersebut, komponen THR meliputi gaji pokok, tunjangan melekat, serta tunjangan kinerja sebesar 100 persen bagi ASN pusat, prajurit TNI, Polri, dan hakim.

Untuk ASN daerah, skema yang diberikan serupa dengan ASN pusat. Namun, besaran tunjangan kinerja tetap menyesuaikan kemampuan fiskal masing-masing pemerintah daerah.

Sementara itu, para pensiunan akan menerima THR sebesar uang pensiun bulanan yang biasa diterima setiap bulan. Skema ini relatif konsisten dengan pola pencairan pada tahun-tahun sebelumnya.

Kenaikan anggaran THR 2026 memunculkan harapan adanya peningkatan nominal yang diterima pegawai. Namun pemerintah belum merinci besaran pasti yang akan diterima masing-masing kategori penerima.

Perkiraan Jadwal Pencairan

Jika merujuk pola sebelumnya, pencairan THR ASN biasanya dilakukan sekitar 10 hingga 14 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan kalender nasional, Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Namun kepastian tanggal tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Apabila mengikuti pola lama, maka pencairan kemungkinan terjadi pada kisaran 11 hingga 15 Maret 2026. Akan tetapi, pemerintah tahun ini menargetkan pencairan lebih awal, yakni sejak awal Ramadan.

Artinya, dana THR berpotensi sudah masuk rekening ASN, TNI, Polri, PPPK, hakim, dan pensiunan bahkan sebelum memasuki pertengahan bulan puasa. Kepastian jadwal tetap menunggu terbitnya peraturan pemerintah resmi menjelang Ramadan.

Dorong Daya Beli dan Ekonomi

Percepatan pencairan THR bukan sekadar kebijakan rutin tahunan. Pemerintah berharap distribusi dana yang lebih awal dapat menjaga stabilitas konsumsi masyarakat, khususnya menjelang periode mudik dan belanja Lebaran.

Momentum Ramadan dan Idul Fitri selama ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan kedua. Dengan alokasi Rp55 triliun, pemerintah optimistis perputaran uang di masyarakat akan meningkat signifikan.

Kepastian jadwal resmi masih dinantikan jutaan aparatur negara. Namun sinyal kuat pencairan THR 2026 di awal Ramadan sudah menjadi angin segar, terutama bagi ASN dan pensiunan yang tengah bersiap menghadapi kebutuhan Ramadan dan Lebaran tahun depan.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#THR 2026 #gaji ke 13 #Anggaran Rp55 Triliun #Pencairan THR Ramadan #THR ASN