Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wardatina Mawa Gugat Cerai Insanul Fahmi Usai Lebaran, Isu Hak Asuh Anak dan Komnas PA Bikin Perang Dingin Makin Panas

Rosana Mar'atu Solikah • Selasa, 24 Februari 2026 | 13:15 WIB

Wardatina Mawa gugat cerai Insanul Fahmi usai Lebaran. Isu hak asuh anak dan Komnas PA bikin konflik makin panas.
Wardatina Mawa gugat cerai Insanul Fahmi usai Lebaran. Isu hak asuh anak dan Komnas PA bikin konflik makin panas.

RADAR TULUNGAGUNG - Keputusan Wardatina Mawa menggugat cerai Insanul Fahmi usai Lebaran mengejutkan publik. Di saat momen Idulfitri identik dengan saling memaafkan, Wardatina Mawa justru mantap mengakhiri rumah tangganya. Gugatan cerai yang rencananya didaftarkan dalam waktu dekat ini menandai babak baru konflik keduanya.

Isu perceraian Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi bukan lagi sekadar rumor. Pernyataan tegas Mawa yang akan menggugat cerai setelah pulang ke Medan menjadi sinyal kuat bahwa rumah tangga mereka benar-benar berada di ujung tanduk. Bahkan, persoalan hak asuh anak mulai mencuat dan diprediksi menjadi polemik paling panas dalam sidang nanti.

Wardatina Mawa menyebut dirinya telah bulat mengambil keputusan. Ia memastikan gugatan cerai akan dilayangkan sesaat setelah Lebaran. “Setelah Lebaran, saya langsung gugat,” ujarnya dalam pernyataan yang beredar. Pilihan waktu tersebut menuai sorotan, namun bagi Mawa, momen pascalebaran dianggap sebagai titik awal untuk membuka lembaran hidup baru.

Baca Juga: Saham BUMI, NOBU hingga CUAN Disorot! Analis Ungkap Area Penting dan Target Cuan 9–10 Persen, Ini Strateginya

Sikap Pasrah Insanul Fahmi

Di sisi lain, Insanul Fahmi memilih bersikap pasrah. Melalui kuasa hukumnya, disebutkan bahwa Insan menghormati keputusan sang istri. Ia mengaku ikhlas jika memang perceraian menjadi jalan yang dikehendaki.

Meski demikian, hingga kini belum ada gugatan resmi yang terdaftar di pengadilan. Pihak Insan menegaskan, sebelum ada panggilan sidang atau pemberitahuan resmi, proses hukum belum berjalan. Namun pernyataan kesiapan Mawa menggugat cerai membuat situasi semakin jelas: perpisahan tinggal menunggu waktu.

Sikap pasrah Insanul Fahmi memunculkan tanda tanya. Apakah ini bentuk keikhlasan atau kekecewaan mendalam? Yang pasti, ia disebut tidak ingin memperpanjang konflik, meski tidak pernah menginginkan perceraian.

Polemik Hak Asuh Anak dan Rencana ke Komnas PA

Di balik rencana perceraian Wardatina Mawa, persoalan hak asuh anak menjadi isu krusial. Insanul Fahmi mengaku sempat kesulitan bertemu dengan buah hatinya. Ia bahkan berencana melaporkan persoalan tersebut ke Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA).

Menurut kuasa hukumnya, Insan merasa komunikasi dengan Mawa tidak berjalan baik. Pesan singkat dan panggilan telepon disebut kerap tak mendapat respons. Kondisi ini membuatnya frustrasi sebagai seorang ayah yang ingin tetap terlibat dalam tumbuh kembang anaknya.

“Pertemuan ayah dan anak itu hak yang wajar,” ujar perwakilan Insan. Mereka bahkan telah menyiapkan bukti komunikasi sebagai dasar jika langkah hukum ke Komnas PA benar-benar ditempuh.

Rencana pelaporan ini memperlihatkan bahwa perceraian Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi berpotensi berlangsung panas. Bukan semata soal berpisah, melainkan tentang siapa yang akan memegang kendali pengasuhan.

Baca Juga: Daftar Artis Meninggal Dunia 2026: Romi Jahat, Laki Wija, Lula Lahfah hingga Rian Kyoto Tutup Usia di Awal Tahun

Bantahan Tegas Wardatina Mawa

Menanggapi tudingan tersebut, Wardatina Mawa membantah keras telah membatasi akses Insan terhadap anak mereka. Ia menegaskan tidak pernah menutup pintu komunikasi antara ayah dan anak.

Mawa menyebut pertemuan terakhir bahkan baru terjadi beberapa hari sebelumnya. Ia juga memastikan video call tetap berjalan, meski komunikasi tidak selalu melalui dirinya secara langsung.

“Saya tidak pernah menutup akses,” tegasnya. Baginya, urusan rumah tangga berbeda dengan hak anak mendapatkan kasih sayang ayahnya. Ia menilai tudingan pembatasan akses sebagai klaim sepihak yang tidak sesuai fakta.

Pernyataan ini mempertegas bahwa konflik keduanya kini berkembang menjadi perang narasi. Masing-masing pihak merasa berada di posisi yang benar.

Potensi Perebutan Hak Asuh di Meja Hijau

Jika gugatan cerai resmi didaftarkan, potensi perebutan hak asuh anak hampir tak terelakkan. Saling lempar tudingan soal akses pertemuan bisa menjadi bahan pertimbangan hakim dalam menentukan keputusan.

Bagi Wardatina Mawa, integritasnya sebagai ibu dipertaruhkan. Sementara bagi Insanul Fahmi, ini menjadi perjuangan terakhir untuk memastikan dirinya tetap hadir dalam kehidupan sang anak.

Pengamat menilai, konflik seperti ini seharusnya dapat diselesaikan dengan kesepakatan bersama demi kepentingan terbaik anak. Pembagian waktu kunjungan dan pola pengasuhan bersama sebenarnya dapat dirumuskan tanpa harus memperuncing situasi.

Namun melihat dinamika yang ada, meja hijau kemungkinan besar akan menjadi saksi perseteruan keduanya. Publik kini menanti, apakah Wardatina Mawa benar-benar mendaftarkan gugatan cerai usai Lebaran, dan bagaimana nasib hak asuh anak mereka ke depan.

Baca Juga: Daftar Artis Meninggal Dunia 2026: Romi Jahat, Laki Wija, Lula Lahfah hingga Rian Kyoto Berpulang di Awal Tahun

Editor : Rosana Mar'atu Solikah
#gugat cerai #hak asuh anak #Insanul Fahmi #Wardatina Mawa #Komnas Perlindungan Anak