Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Stimulus Ramadan Idul Fitri 2026 Digelontorkan! Diskon Tiket Pesawat 18%, Kereta dan Kapal Laut 30%, THR ASN-Pensiunan Rp55 Triliun

Rosana Mar'atu Solikah • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:45 WIB

Stimulus Ramadan Idul Fitri 2026 hadirkan diskon tiket hingga 30%, THR Rp55 triliun, dan bantuan pangan untuk 35 juta KPM.
Stimulus Ramadan Idul Fitri 2026 hadirkan diskon tiket hingga 30%, THR Rp55 triliun, dan bantuan pangan untuk 35 juta KPM.
GAGUNG - Pemerintah resmi menyiapkan stimulus Ramadan Idul Fitri 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi selama periode Ramadan hingga Lebaran. Paket kebijakan ini menyasar sektor transportasi, perlindungan sosial, hingga percepatan belanja negara.

Dalam stimulus Ramadan Idul Fitri 2026 tersebut, pemerintah memberikan diskon tiket transportasi massal, bantuan pangan, hingga pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur negara dan pensiunan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal awal 2026.

Stimulus Ramadan Idul Fitri 2026 juga difokuskan pada kemudahan mobilitas masyarakat yang biasanya meningkat tajam menjelang Lebaran. Pemerintah menegaskan kebijakan ini tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian fiskal.

Baca Juga: Saham BUMI Anjlok 7,43 Persen ke 274, Asing Net Sell Ratusan Miliar, Tekanan Jual Masih Menguat

Diskon Tiket Transportasi Hingga 30 Persen

Pada sektor transportasi, pemerintah memberikan diskon tiket kereta api dan kapal laut sebesar 30 persen. Kebijakan ini diproyeksikan meringankan beban masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Sementara itu, untuk penyeberangan, diberikan pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan. Kebijakan ini diharapkan berdampak langsung pada penurunan harga tiket kapal penyeberangan.

Kabar baik juga datang bagi pengguna transportasi udara. Tiket pesawat domestik kelas ekonomi mendapatkan penurunan harga sekitar 17 hingga 18 persen. Penurunan ini berasal dari kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen, ditambah pemotongan biaya PJP2U dan PJP4U sebesar 50 persen serta penurunan fuel surcharge sekitar 10 persen.

Total anggaran yang disiapkan untuk stimulus sektor transportasi ini mencapai sekitar Rp0,92 hingga Rp0,95 triliun. Pemerintah berharap insentif ini mampu menjaga stabilitas harga tiket selama puncak arus mudik Lebaran 2026.

Bantuan Pangan untuk 35,04 Juta KPM

Selain transportasi, stimulus Ramadan Idul Fitri 2026 juga menyasar perlindungan sosial. Pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Anggaran yang digelontorkan untuk program bantuan pangan ini mencapai Rp14,09 triliun. Program ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga, terutama kelompok masyarakat rentan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Dengan adanya bantuan pangan tersebut, pemerintah berharap tekanan inflasi bahan pokok dapat ditekan, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar tradisional maupun modern.

THR ASN dan Pensiunan Cair Rp55 Triliun

Pemerintah juga memastikan pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, serta para pensiunan. Total anggaran yang disiapkan untuk THR mencapai Rp55 triliun.

Pencairan THR ini dinilai memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi masyarakat. Setiap tahun, momen pencairan THR selalu menjadi penggerak perputaran uang di daerah, termasuk sektor ritel, UMKM, hingga pariwisata domestik.

Dengan besarnya alokasi anggaran tersebut, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Sentuh Level Tertinggi 3 Pekan, Rupiah Melemah dan Saham MDKA Melonjak

Percepatan Subsidi dan Rekonstruksi Pascabencana

Tak hanya itu, pemerintah juga mengakselerasi belanja subsidi pupuk senilai Rp30 triliun. Langkah ini ditujukan untuk menjaga produktivitas sektor pertanian serta memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman.

Pembayaran kompensasi energi sebesar Rp27 triliun turut dipercepat. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga energi agar tidak membebani masyarakat maupun pelaku usaha.

Di sisi lain, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi daerah terdampak bencana.

Jaga Momentum Ekonomi Awal 2026

Rangkaian stimulus Ramadan Idul Fitri 2026 ini menjadi strategi konkret pemerintah dalam menjaga mobilitas masyarakat tetap terjangkau, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mengakselerasi pertumbuhan pada periode hari raya hingga awal tahun 2026.

Meski menggelontorkan anggaran besar, pemerintah menegaskan seluruh kebijakan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal. Stabilitas APBN tetap menjadi prioritas agar defisit tetap terkendali.

Dengan kombinasi diskon transportasi, bantuan sosial, percepatan subsidi, serta pencairan THR, pemerintah optimistis perputaran ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 akan meningkat signifikan.

Momentum ini diharapkan tidak hanya berdampak pada konsumsi jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional di sepanjang 2026.

Baca Juga: Tak Hanya Gurih, Risol Matcha dan Cokelat Ramaikan Takjil Ramadan di Sumbergempol Tulungagung

Editor : Rosana Mar'atu Solikah
#PPN DTP Tiket Pesawat #bantuan pangan 2026 #THR ASN 2026 #Diskon Tiket Lebaran 2026 #Stimulus Ramadan Idul Fitri 2026