RADAR TULUNGAGUNG - Kepastian pencairan THR ASN 2026 masih menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP). Meski begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memastikan dana sebesar Rp55 triliun sudah siap untuk dibayarkan kepada ASN, TNI, dan Polri.
Isu THR ASN 2026 kapan cair menjadi perhatian utama aparatur negara menjelang Ramadan. Pemerintah sebelumnya menyebut pencairan ditargetkan pada pekan pertama puasa, namun tanggal pastinya belum diumumkan secara resmi.
Menkeu Purbaya menegaskan, keputusan final terkait jadwal pencairan THR ASN 2026 akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto setelah proses penyusunan aturan rampung.
“Kepastian pencairan THR nantinya bakal diumumkan oleh Presiden,” ujar Purbaya.
Proses Penyusunan Peraturan Pemerintah
Saat ini, pemerintah masih menyusun Peraturan Pemerintah sebagai dasar hukum pencairan tunjangan hari raya. Regulasi tersebut menjadi syarat administrasi sebelum dana ditransfer ke rekening para penerima.
Walau regulasi belum diteken, Purbaya memastikan tidak ada kendala dari sisi fiskal. Dana Rp55 triliun sudah dialokasikan dalam APBN 2026 dan siap dicairkan begitu aturan resmi diterbitkan.
Sebelumnya, Menkeu menyatakan THR ASN, TNI, dan Polri akan mulai disalurkan pada pekan pertama Ramadan 2026.
“Pencairan THR minggu pertama puasa,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.
Namun, ia tidak merinci tanggal pasti pencairan. Ia hanya menegaskan penyaluran akan dimulai dalam waktu dekat setelah seluruh proses administratif selesai.
Anggaran Rp55 Triliun Sudah Disiapkan
Anggaran THR ASN 2026 senilai Rp55 triliun diungkapkan Menkeu dalam paparan Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari 2026.
Dana tersebut mencakup pembayaran tunjangan hari raya bagi ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri. Besaran ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga daya beli aparatur negara menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
THR menjadi komponen penting dalam mendorong konsumsi rumah tangga. Setiap tahun, pencairan tunjangan hari raya memicu peningkatan belanja masyarakat, khususnya sektor ritel, kebutuhan pokok, hingga transportasi.
Belanja Pemerintah Triwulan I 2026 Capai Rp809 Triliun
THR ASN 2026 merupakan bagian dari proyeksi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 yang mencapai Rp809 triliun. Pemerintah menekankan bahwa realisasi belanja dilakukan tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Selain THR, pemerintah juga mengalokasikan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun.
Kemudian, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di wilayah Sumatera dialokasikan sekitar Rp6 triliun. Pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi dengan nilai triliunan rupiah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Purbaya menegaskan bahwa seluruh belanja negara pada awal tahun dirancang untuk menopang pertumbuhan ekonomi agar tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.
ASN Diminta Tunggu Pengumuman Resmi
Meski target awal pencairan adalah pekan pertama Ramadan, kepastian tanggal masih menunggu pengumuman Presiden Prabowo Subianto.
Bagi ASN, kepastian waktu transfer menjadi hal krusial untuk perencanaan kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Mulai dari belanja kebutuhan pokok, pembayaran cicilan, hingga persiapan mudik sangat bergantung pada momentum pencairan THR.
Namun pemerintah memastikan tidak ada persoalan anggaran. Artinya, begitu Peraturan Pemerintah diterbitkan, proses pencairan dapat segera dilakukan.
Dengan dana Rp55 triliun yang telah tersedia, aparatur negara kini hanya perlu menunggu keputusan resmi dari Presiden terkait jadwal pencairan THR ASN 2026.
Jika sesuai target awal, tunjangan hari raya akan mulai masuk rekening pada pekan pertama puasa. Namun kepastian final tetap menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat.
Editor : Rosana Mar'atu Solikah