RADAR TULUNGAGUNG - Antusiasme warga untuk tukar uang baru BI 2026 mulai terlihat sejak hari pertama puasa. Di Kota Malang, ratusan warga rela antre dan berebut kuota penukaran melalui sistem online Pintar BI demi mendapatkan pecahan baru untuk kebutuhan Lebaran.
Fenomena tukar uang baru BI 2026 ini terjadi di layanan mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) Malang yang beroperasi di Taman Merjosari, Kota Malang, Jawa Timur. Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi untuk menukarkan uang setelah sebelumnya berhasil mendapatkan kuota secara daring.
Salah satu warga, Desi Ratnasari, mengaku harus berjuang ekstra untuk bisa ikut layanan tukar uang baru BI 2026. Perempuan asal Karangploso, Kabupaten Malang itu bahkan menunggu berjam-jam di laman resmi pintar.bi.go.id demi mendapatkan slot penukaran.
Rela Tunggu Sejak Siang, Server Sempat Error
Desi menuturkan, dirinya mulai bersiaga sejak 14 Februari 2026 pukul 12.00 WIB. Saat itu ia sudah membuka laman Pintar BI untuk mendaftar penukaran uang baru.
Namun, pendaftaran baru dibuka pada pukul 14.00 WIB. Ia pun tetap bertahan menunggu. Ketika akses resmi dibuka, sistem sempat sulit diakses karena tingginya jumlah pengguna yang masuk secara bersamaan.
“Web-nya sudah kebuka, tapi mungkin karena banyak yang akses, jadi sempat error. Saya nunggu sampai sekitar jam 17.00 sore baru bisa dapat kuota,” ujarnya.
Setelah berhasil mendaftar, Desi memperoleh jadwal penukaran di mobil kas keliling yang berlokasi di Taman Merjosari. Ia pun datang sesuai jadwal untuk menukar uang pecahan kecil.
Pecahan Rp1.000 hingga Rp10.000 untuk Angpau Lebaran
Desi menukarkan sejumlah pecahan mulai dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000 hingga Rp10.000. Uang baru tersebut rencananya akan dibagikan kepada anak-anak dan sanak saudara saat Hari Raya Idulfitri.
Ia mengaku tradisi menukar uang baru selalu dilakukan setiap tahun menjelang Lebaran. Bedanya, kini prosesnya harus melalui sistem online dan berebut kuota.
“Cukup ini saja, biar yang lain juga kebagian,” katanya.
Tradisi berbagi angpau atau uang saku saat Lebaran memang menjadi alasan utama tingginya permintaan uang pecahan kecil. Tak heran jika kuota penukaran cepat habis, terutama di wilayah dengan jumlah penduduk besar seperti Malang Raya.
Jadwal Resmi Penukaran Uang BI Malang
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang resmi membuka layanan penukaran uang rupiah periode pertama untuk kebutuhan Lebaran 2026 sejak 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB.
Seluruh proses pemesanan wajib dilakukan secara daring melalui sistem Pintar BI. Masyarakat tidak dapat langsung datang tanpa bukti pemesanan.
Untuk jadwal layanan, kas keliling Bank Indonesia berlangsung pada 19 hingga 26 Februari 2026. Sementara layanan melalui loket perbankan tersedia pada 26 hingga 27 Februari 2026.
Bank Indonesia mengingatkan masyarakat agar mencermati jadwal serta kuota yang tersedia di masing-masing lokasi. Sistem akan otomatis menutup pendaftaran jika kuota telah terpenuhi.
Dua Skema Layanan Penukaran
Dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026, BI membagi layanan menjadi dua skema, yakni kas keliling dan loket perbankan.
Kas keliling biasanya ditempatkan di titik-titik strategis yang mudah diakses masyarakat, seperti taman kota atau alun-alun. Sedangkan loket perbankan dilayani melalui bank-bank yang telah bekerja sama.
Meski memudahkan, sistem daring tetap menjadi tantangan tersendiri. Lonjakan akses secara bersamaan sering menyebabkan antrean digital atau gangguan server.
Karena itu, masyarakat disarankan login lebih awal sebelum jam pembukaan dan memastikan koneksi internet stabil.
Batas Maksimal Penukaran Rp5,3 Juta
Dalam layanan tukar uang baru BI 2026, setiap satu NIK atau satu KTP hanya diperbolehkan menukar maksimal Rp5.300.000.
Masyarakat bisa memilih rincian pecahan sesuai ketentuan yang tersedia di sistem. Kebijakan ini diterapkan agar distribusi uang baru merata dan tidak dimonopoli pihak tertentu.
Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat membawa bukti pemesanan dan identitas diri saat datang ke lokasi. Uang yang akan ditukar harus disusun rapi dan sesuai nominal yang telah didaftarkan.
Dengan tingginya antusiasme warga Malang, kuota diprediksi akan terus menipis menjelang puncak Ramadan. Bagi yang belum mendapatkan slot, disarankan segera memantau laman resmi Pintar BI sebelum kehabisan kesempatan.
Editor : Dinar Ananda Putri