RADAR TULUNGAGUNG - Layanan tukar uang baru BI 2026 mulai diserbu warga sejak hari pertama Ramadan. Di Kota Malang, masyarakat rela antre sejak pagi dan berebut kuota secara online melalui aplikasi Pintar BI demi mendapatkan pecahan baru untuk kebutuhan Lebaran.
Antusiasme terhadap tukar uang baru BI 2026 terlihat di kawasan Taman Merjosari, Kota Malang, Kamis (19/2/2026). Di lokasi tersebut, mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) Malang melayani penukaran uang rupiah bagi warga yang sebelumnya telah mendaftar secara daring.
Program tukar uang baru BI 2026 ini merupakan bagian dari layanan penukaran uang resmi Bank Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri. Seluruh proses pemesanan wajib dilakukan secara online melalui laman resmi Pintar BI, sehingga masyarakat harus lebih sigap untuk mendapatkan slot.
Warga Rela Tunggu Berjam-jam Demi Kuota
Salah satu warga yang ikut menukarkan uang adalah Desi Ratnasari, asal Karangploso, Kabupaten Malang. Ia mengaku harus bersabar dan menunggu cukup lama demi mendapatkan kuota penukaran.
Desi menuturkan, pada 14 Februari 2026 dirinya sudah bersiap sejak pukul 12.00 WIB untuk mengakses laman pintar.bi.go.id. Padahal, pendaftaran baru dibuka pukul 14.00 WIB.
Saat sistem resmi dibuka, akses laman sempat mengalami kendala karena banyaknya pengguna yang masuk secara bersamaan. Server bahkan sempat sulit diakses.
“Sudah kebuka, tapi mungkin karena banyak yang pakai jadi sempat error. Saya nunggu sampai sekitar jam 17.00 baru bisa dapat kuota,” ujarnya.
Setelah berhasil mendaftar, Desi memperoleh jadwal penukaran di mobil kas keliling yang beroperasi di Taman Merjosari. Ia pun datang sesuai jadwal yang tertera di bukti pemesanan.
Pecahan Rp1.000 hingga Rp10.000 untuk Lebaran
Dalam kesempatan tersebut, Desi menukarkan beberapa pecahan kecil mulai dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000 hingga Rp10.000. Uang baru itu akan digunakan untuk dibagikan kepada anak-anak saat Lebaran.
Ia menyebut tradisi menukar uang baru sudah rutin dilakukan setiap tahun. Namun kini prosesnya berbeda karena harus melalui sistem online dan bersaing mendapatkan kuota.
“Cukup ini saja, biar yang lain juga kebagian,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan tingginya kebutuhan uang pecahan kecil menjelang Idulfitri. Tradisi berbagi angpau atau uang saku kepada anak-anak dan keluarga menjadi alasan utama masyarakat berburu uang baru.
Jadwal Layanan Penukaran BI Malang
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang telah membuka layanan penukaran uang rupiah periode pertama sejak 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB.
BI membagi layanan menjadi dua skema, yakni kas keliling dan loket perbankan. Untuk layanan kas keliling, jadwal penukaran berlangsung pada 19 hingga 26 Februari 2026.
Sementara itu, layanan melalui loket perbankan tersedia pada 26 hingga 27 Februari 2026.
Bank Indonesia mengingatkan masyarakat agar selalu mencermati jadwal serta kuota yang tersedia di sistem. Jika kuota telah terpenuhi, pendaftaran otomatis ditutup.
Wajib Daftar Online Lewat Pintar BI
BI menegaskan bahwa seluruh pemesanan penukaran uang wajib dilakukan secara daring melalui sistem Pintar BI. Tanpa bukti pemesanan, masyarakat tidak akan dilayani di lokasi.
Setiap pendaftar hanya bisa menggunakan satu NIK atau satu KTP untuk satu kali penukaran dengan batas maksimal Rp5.300.000.
Saat datang ke lokasi, warga wajib membawa KTP asli dan bukti pemesanan. Uang yang akan ditukar juga harus disusun rapi dan sesuai dengan nominal yang telah didaftarkan sebelumnya.
Kuota Cepat Habis, Warga Diminta Sigap
Tingginya minat warga Malang membuat kuota penukaran cepat menipis. Bahkan pada hari-hari awal pembukaan, sejumlah jadwal langsung penuh dalam waktu singkat.
BI mengimbau masyarakat untuk login lebih awal sebelum jam pembukaan dan memastikan jaringan internet stabil. Lonjakan akses serentak kerap menyebabkan antrean digital atau gangguan sistem.
Dengan meningkatnya kebutuhan uang pecahan kecil selama Ramadan, layanan tukar uang baru BI 2026 diperkirakan akan terus dipadati hingga mendekati Lebaran.
Bagi warga yang belum mendapatkan kuota, disarankan rutin memantau laman resmi Pintar BI dan mengikuti jadwal yang telah diumumkan. Jangan sampai terlambat, karena slot penukaran bisa habis dalam hitungan menit.
Editor : Dinar Ananda Putri