Layanan penukaran uang rupiah layak edar oleh Bank Indonesia periode kedua untuk wilayah Jawa telah dibuka Selasa, 24 Februari 2026 pukul 08.00 WIB.
Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, kuota penukaran uang baru Lebaran biasanya habis dalam hitungan menit setelah pendaftaran dibuka.
Tingginya minat masyarakat terhadap tukar uang baru BI 2026 tidak lepas dari tradisi berbagi uang pecahan kecil kepada anak-anak dan keluarga saat Lebaran.
Karena itu, masyarakat disarankan sudah siap login ke situs PINTAR BI sebelum jam pembukaan agar tidak kehabisan slot penukaran.
Program penukaran uang baru BI dilakukan melalui sistem pemesanan online PINTAR BI. Melalui platform ini, masyarakat dapat memilih lokasi kas keliling, tanggal penukaran, hingga nominal uang sesuai kuota yang tersedia. Penukaran tanpa pemesanan tidak dilayani.
Kuota Tukar Uang Baru BI Cepat Habis Jelang Lebaran
Menjelang puncak Ramadan dan Lebaran, permintaan uang pecahan kecil selalu melonjak tajam. Fenomena ini terjadi hampir setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia.
Antusiasme masyarakat membuat slot pemesanan tukar uang baru BI 2026 cepat penuh.
Bank Indonesia membagi jadwal pemesanan berdasarkan wilayah agar distribusi uang layak edar lebih merata.
Untuk wilayah Jawa, pemesanan dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00 WIB. Sedangkan wilayah luar Jawa dibuka 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB. Periode penukaran berlangsung 28 Februari hingga 15 Maret 2026.
Masyarakat yang terlambat mendaftar berpotensi tidak mendapatkan jadwal penukaran pada periode tersebut. Karena itu, kesiapan mengakses situs sejak awal pembukaan menjadi faktor penting.
Cara Daftar Tukar Uang Baru BI 2026 Lewat PINTAR BI
Penukaran uang baru BI 2026 hanya dapat dilakukan dengan pemesanan online melalui situs resmi PINTAR BI. Sistem ini diterapkan untuk mengatur antrean dan mencegah kerumunan di lokasi kas keliling.
Langkah pendaftaran tukar uang baru BI:
-
Buka situs pintar.bi.go.id
-
Masuk waiting room bila antrean padat
-
Pilih menu penukaran uang rupiah kas keliling
-
Tentukan lokasi dan tanggal penukaran
-
Isi data diri sesuai identitas
-
Pilih jumlah lembar uang sesuai kuota
-
Unduh dan simpan bukti pemesanan
Bukti pemesanan sangat penting karena memuat kode booking dan jadwal penukaran. Tanpa dokumen ini, masyarakat tidak dapat menukar uang di lokasi kas keliling.
Syarat Penukaran Uang Baru BI
Bank Indonesia menetapkan beberapa syarat administrasi yang wajib dipenuhi saat datang ke lokasi penukaran. Tujuannya agar proses pelayanan lebih cepat dan tertib.
Syarat tukar uang baru BI 2026:
-
Membawa KTP asli
-
Membawa bukti pemesanan PINTAR BI
-
Membawa uang rupiah sesuai nominal pesanan
-
Uang disusun rapi dan searah per pecahan
Penataan uang lama secara rapi membantu petugas mempercepat verifikasi dan mengurangi antrean panjang di lokasi penukaran.
Batas Maksimal Tukar Uang Baru BI 2026
Setiap orang memiliki batas maksimal penukaran uang baru BI 2026 sebesar Rp5.300.000. Batas ini ditetapkan agar distribusi uang pecahan kecil merata dan dapat dinikmati lebih banyak masyarakat.
Rincian maksimal penukaran per pecahan:
-
Rp50.000: 50 lembar
-
Rp20.000: 50 lembar
-
Rp10.000: 100 lembar
-
Rp5.000: 100 lembar
-
Rp2.000: 200 lembar
-
Rp1.000: 100 lembar
Kombinasi pecahan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat tradisi bagi-bagi uang Lebaran.
Uang pecahan kecil biasanya dibagikan kepada anak-anak, keponakan, hingga tetangga saat silaturahmi Idulfitri.
Masyarakat Diminta Segera Daftar
Bank Indonesia mengingatkan bahwa kuota tukar uang baru BI 2026 sangat terbatas pada setiap periode.
Slot pemesanan dapat habis sewaktu-waktu, terutama mendekati Lebaran ketika permintaan meningkat tajam.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunda pendaftaran dan segera memesan antrean sesuai wilayah masing-masing.
Program PINTAR BI diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh uang layak edar sekaligus menjaga kualitas uang rupiah di peredaran.
Tradisi tukar uang baru menjelang Lebaran menunjukkan bahwa kebutuhan uang fisik masih tinggi di tengah berkembangnya transaksi digital.
Bagi banyak keluarga Indonesia, uang baru tetap menjadi simbol kebahagiaan dan berbagi rezeki pada Hari Raya.
Editor : Nabiyah Putri Wibowo