Nama Disa Setia Ning Tias sebelumnya viral karena pernyataannya yang menuai kontroversi soal kewarganegaraan anak-anaknya. Kini, berbagai cerita lama tentang sikap dan emosinya bermunculan ke publik.
Perilaku buruk Disa Setia Ning Tias mulai ramai diperbincangkan setelah video yang menampilkan dirinya memamerkan anak-anaknya sebagai warga negara asing (WNA) beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Tias menyebut dirinya tidak ingin anak-anaknya menjadi warga negara Indonesia (WNI) seperti dirinya dan sang suami.
Ucapan itu memicu gelombang kritik dari warganet. Meski Disa Setia Ning Tias telah menyampaikan permintaan maaf, publik menilai konsekuensi sosial atas pernyataannya tetap harus diterima.
Di tengah polemik tersebut, sejumlah pihak yang mengaku mengenal Tias sejak lama mulai mengungkap pengalaman pribadi mereka.
Disebut Sering Tantrum Sejak Kuliah
Beberapa akun media sosial mengaku pernah berinteraksi langsung dengan Tias, bahkan sejak masa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka menyebut, sikap emosional dan kecenderungan mudah marah bukan hal baru.
Salah satu akun bernama Arbinega yang mengaku sebagai kakak kelas Tias di ITB menyampaikan bahwa ia pernah menyaksikan Tias meluapkan emosi secara berlebihan, bahkan kepada orang tuanya sendiri. Cerita itu sontak memancing perhatian warganet yang sejak awal mengikuti kontroversi tersebut.
Tak hanya itu, pemilik akun lain dengan inisial TR turut membagikan pandangannya. Ia menduga Tias mengalami kondisi kelelahan kronis yang berdampak pada kestabilan emosinya. Meski demikian, dugaan tersebut tidak disertai bukti medis dan masih sebatas opini pribadi.
Isu mengenai sikap Disa Setia Ning Tias pun semakin melebar. Publik mulai mengaitkan cerita-cerita lama dengan kontroversi yang kini tengah viral.
Usaha Disebut Pernah Diviralkan Buruk
Pengakuan lain datang dari akun Ayud yang menyebut dirinya pernah menjual jasa kepada Tias. Ia mengaku mengalami perlakuan yang membuatnya trauma. Menurutnya, Tias pernah meluapkan kemarahan untuk persoalan yang dinilai sepele.
Ayud juga menuturkan bahwa sebuah usaha miliknya sempat diviralkan secara negatif oleh Tias. Hal itu disebut berdampak pada reputasi usahanya. Ia pun menyarankan agar Tias mencari pertolongan profesional untuk mengelola emosinya.
Cerita-cerita tersebut membuat nama Disa Setia Ning Tias semakin ramai dibahas di berbagai platform digital. Kata kunci terkait Tias bahkan masuk dalam daftar pencarian populer, menunjukkan tingginya atensi publik terhadap kasus ini.
Dampak Viral dan Sorotan Publik
Kasus ini menjadi contoh bagaimana jejak digital dan rekam jejak perilaku seseorang dapat kembali mencuat ketika sebuah kontroversi terjadi. Publik tidak hanya menyoroti pernyataan soal kewarganegaraan anak, tetapi juga menggali latar belakang pribadi yang dianggap relevan.
Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana media sosial menjadi ruang terbuka bagi siapa saja untuk berbagi pengalaman. Namun, di sisi lain, informasi yang beredar tetap perlu disikapi secara bijak dan diverifikasi kebenarannya.
Hingga kini, belum ada pernyataan lanjutan dari Disa Setia Ning Tias terkait berbagai tudingan perilaku buruk yang diungkap oleh orang-orang yang mengaku mengenalnya. Permintaan maaf yang sebelumnya disampaikan lebih berfokus pada kontroversi ucapan tentang WNA dan WNI.
Kontroversi Disa Setia Ning Tias sekaligus menjadi pengingat bahwa figur publik, atau siapa pun yang aktif di media sosial, memiliki tanggung jawab atas pernyataan yang disampaikan. Dampaknya tidak hanya bersifat personal, tetapi juga dapat memicu reaksi luas dari masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi, publik diimbau untuk tetap kritis dalam menerima setiap klaim dan tidak mudah terprovokasi. Sementara itu, polemik seputar Disa Setia Ning Tias masih terus bergulir dan menjadi bahan perbincangan hangat di jagat maya.
Editor : Fadhilah Salsa Bella