TULUNGAGUNG - Program Internet Rakyat 5G mulai bisa dinikmati masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia. Layanan internet cepat dan terjangkau ini digadang-gadang menjadi solusi pemerataan akses digital nasional melalui teknologi terbaru tanpa kabel.
Melalui skema Internet Rakyat 5G, masyarakat dapat menikmati koneksi hingga 100 Mbps dengan biaya Rp100 ribu per 30 hari. Namun, layanan ini belum tersedia di seluruh Indonesia. Saat ini, Internet Rakyat 5G baru menjangkau tiga wilayah utama.
Internet Rakyat 5G merupakan hasil kolaborasi antara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dan perusahaan teknologi Orex. Layanan ini memanfaatkan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) berbasis Open Radio Access Network (Open RAN) untuk memperluas jangkauan internet ke berbagai daerah.
Baru Tersedia di Pulau Jawa, Maluku, dan Papua
Berdasarkan informasi resmi, Internet Rakyat 5G sementara waktu tersedia di Pulau Jawa, Pulau Maluku, dan Pulau Papua. Ketiga wilayah tersebut termasuk dalam Wilayah 1 hasil lelang frekuensi Broadband Wireless Access (BWA) 2025.
Wilayah tersebut dimenangkan oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak perusahaan Surge. Secara kolektif, tiga pulau itu mewakili lebih dari 60 persen total populasi Indonesia.
Dengan cakupan demografi yang luas, Wilayah 1 dinilai sebagai pasar paling strategis untuk pengembangan infrastruktur digital nasional. Dari sudut pandang adopsi rumah tangga dan pita lebar, wilayah ini juga mewakili lebih dari 60 persen potensi broadband nasional.
Hal itulah yang membuat implementasi layanan BWA 1,4 GHz difokuskan lebih dulu di kawasan tersebut. Ke depan, cakupan Internet Rakyat 5G akan diperluas secara bertahap seiring pembangunan infrastruktur tambahan.
Gunakan Teknologi 5G FWA Berbasis Open RAN
Internet Rakyat 5G mengusung teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA). Berbeda dengan internet berbasis fiber optik yang memerlukan instalasi kabel, FWA memungkinkan koneksi internet nirkabel langsung ke rumah pelanggan.
Teknologi Open RAN yang digunakan membuat sistem jaringan lebih fleksibel dan efisien. Dengan memanfaatkan frekuensi 1,4 GHz, layanan ini dirancang untuk menjangkau area yang selama ini belum tersentuh jaringan kabel.
Konsep ini dinilai mampu mempercepat pemerataan akses internet, terutama di wilayah padat penduduk maupun daerah yang secara geografis menantang.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat cukup menggunakan modem atau perangkat penerima sinyal tanpa perlu instalasi kabel rumit. Proses aktivasi pun menjadi lebih cepat dan praktis.
Paket 100 Mbps Rp100 Ribu per 30 Hari
Internet Rakyat menyediakan satu jenis paket layanan, yakni WiFi 30 hari. Paket ini dibanderol Rp100 ribu dengan kecepatan hingga 100 Mbps.
Kuota yang diberikan bersifat tanpa batas selama masa aktif 30 hari. Selain itu, pelanggan baru juga mendapatkan gratis biaya langganan pada bulan pertama.
Tak hanya itu, pengguna dibebaskan dari biaya sewa modem selama menggunakan layanan. Skema ini diharapkan mampu menekan biaya awal pemasangan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Dengan harga kompetitif dan kecepatan tinggi, Internet Rakyat 5G menyasar pelajar, pekerja jarak jauh, pelaku UMKM, hingga keluarga yang membutuhkan koneksi stabil untuk aktivitas digital sehari-hari.
Cara Daftar Internet Rakyat
Proses pendaftaran Internet Rakyat 5G dilakukan secara online. Calon pengguna cukup mengakses situs resmi dan mengisi data diri sesuai formulir yang tersedia.
Data yang diperlukan meliputi nama lengkap, alamat, nomor kontak, serta informasi lokasi pemasangan. Setelah proses verifikasi selesai, pelanggan dapat menunggu konfirmasi pemasangan atau aktivasi perangkat.
Karena layanan masih terbatas di tiga wilayah, masyarakat disarankan memastikan terlebih dahulu apakah lokasi tempat tinggal sudah termasuk area jangkauan.
Program Internet Rakyat 5G menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi 5G FWA dan Open RAN, layanan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak daerah secara efisien.
Meski saat ini baru tersedia di Pulau Jawa, Maluku, dan Papua, ekspansi infrastruktur diproyeksikan terus berjalan. Pemerataan internet cepat dinilai menjadi kunci mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Editor : Axsha Zazhika