TULUNGAGUNG - Proses aktivasi Internet Rakyat resmi dimulai pada Januari dan menjadi kabar yang ditunggu masyarakat yang telah melakukan pendaftaran sejak akhir tahun lalu. Program Internet Rakyat ini memasuki tahap penting setelah praregistrasi dilakukan pada November hingga Desember.
Bagi masyarakat yang sudah mendaftar, kini saatnya mengecek status aktivasi Internet Rakyat melalui email atau situs resminya. Informasi terbaru menyebutkan bahwa proses instalasi dan distribusi perangkat sudah berjalan secara bertahap.
Internet Rakyat merupakan program layanan internet murah berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) yang saat ini difokuskan di tiga wilayah utama. Aktivasi Internet Rakyat menjadi tahap lanjutan setelah proses praregistrasi ditutup.
Tahapan Pengembangan Internet Rakyat
Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat tiga tahapan utama dalam implementasi Internet Rakyat.
Tahap pertama adalah praregistrasi yang telah berlangsung pada November hingga Desember. Pada fase ini, masyarakat mendaftarkan data diri secara online melalui situs resmi Internet Rakyat.
Tahap kedua adalah instalasi jaringan yang berlangsung mulai Desember 2025 hingga Juni 2026. Dalam tahap ini dilakukan pemasangan infrastruktur jaringan serta persiapan perangkat modem atau Customer Premises Equipment (CPE).
Instalasi mencakup jaringan 5G FWA atau Fixed Wireless Access yang memungkinkan koneksi internet tanpa kabel. Teknologi ini dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan penarikan fiber optik ke rumah pelanggan.
Tahap ketiga adalah distribusi komersial perangkat. Pada fase ini, modem akan dikirimkan kepada pelanggan yang telah terdaftar dan masuk dalam area jangkauan. Setelah perangkat diterima, pelanggan dapat segera melakukan aktivasi dan menikmati layanan Internet Rakyat.
Baru Tersedia di Tiga Pulau
Saat ini, Internet Rakyat baru tersedia di Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Wilayah yang sudah terjangkau biasanya ditandai dengan warna merah pada peta di situs resmi.
Masyarakat yang tinggal di luar tiga pulau tersebut, seperti Lampung, Kalimantan, atau wilayah lain, kemungkinan belum bisa menikmati layanan ini. Pemerataan jaringan masih dilakukan secara bertahap.
Karena itu, penting bagi calon pelanggan untuk memastikan lokasi tempat tinggal sudah masuk dalam area dukungan jaringan sebelum menunggu proses aktivasi.
Bagi yang sudah mendaftar, disarankan untuk rutin mengecek email, terutama Gmail, guna melihat notifikasi terkait aktivasi atau pengiriman perangkat.
Biaya Langganan dan Masa Aktif
Internet Rakyat menawarkan skema biaya yang relatif terjangkau. Untuk pelanggan baru, masa aktif 30 hari pertama diberikan secara gratis.
Setelah masa gratis berakhir, pelanggan akan dikenakan biaya Rp100 ribu per 30 hari. Harga tersebut disebut sudah termasuk pajak, sehingga pengguna tidak perlu membayar biaya tambahan lainnya.
Paket yang ditawarkan memiliki kecepatan hingga 100 Mbps dengan kuota tanpa batas selama masa aktif. Skema ini menjadi daya tarik utama program Internet Rakyat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses internet stabil untuk belajar, bekerja, atau menjalankan usaha.
Selain itu, pengguna juga tidak dikenakan biaya sewa modem selama menggunakan layanan. Perangkat modem akan dikirim kepada pelanggan yang telah lolos tahap distribusi komersial.
Cara Cek Status Aktivasi
Untuk mengecek status Internet Rakyat, masyarakat dapat membuka Google dan mengetik kata kunci “Internet Rakyat”, lalu masuk ke situs resmi yang muncul di hasil pencarian teratas.
Di halaman utama tersedia informasi terkait cakupan wilayah serta tahapan program. Jika sudah melakukan pendaftaran sebelumnya, pelanggan bisa mengecek email untuk melihat apakah akun sudah aktif.
Jika hingga Januari belum menerima notifikasi, masyarakat masih dapat menunggu hingga Juni karena proses instalasi berlangsung bertahap hingga pertengahan tahun.
Program Internet Rakyat diharapkan menjadi solusi akses internet murah bagi masyarakat di wilayah prioritas. Dengan teknologi 5G FWA dan skema harga Rp100 ribu per bulan, layanan ini menyasar kebutuhan digital rumah tangga secara luas.
Meski saat ini cakupan masih terbatas di tiga pulau, ekspansi jaringan terus dilakukan. Masyarakat yang belum terjangkau diminta bersabar sambil menunggu pengembangan infrastruktur berikutnya.
Editor : Axsha Zazhika