RADAR TULUNGAGUNG - Kabar menggembirakan datang bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Pemerintah memastikan 7 bansos cair jelang Lebaran 2026. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia dan menjadi angin segar bagi penerima bantuan seperti PKH dan BPNT.
Kepastian 7 bansos cair jelang Lebaran 2026 ini disampaikan sebagai bagian dari persiapan menjelang Idul Fitri. Penyaluran dilakukan bertahap mulai awal Maret hingga akhir bulan, menyasar KPM aktif yang terdaftar pada tahun anggaran 2026.
Program ini mencakup bantuan reguler maupun tambahan stimulus Ramadan. Lalu apa saja daftar lengkap 7 bansos cair jelang Lebaran 2026 tersebut? Berikut rinciannya.
PKH dan BPNT Susulan Tahap Pertama
Bantuan pertama yang dipastikan cair adalah Program Keluarga Harapan (PKH) susulan tahap pertama. PKH menyasar KPM kategori desil 1 sampai desil 4 yang sebelumnya belum menerima pencairan tahap awal.
Bagi KPM yang statusnya masih aktif tetapi belum mendapatkan saldo masuk, pencairan susulan dijadwalkan berlangsung pada Maret. Proses ini dilakukan melalui bank-bank Himbara dan sebagian wilayah melalui PT Pos.
Selain PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako juga masuk daftar pencairan susulan. Beberapa KPM pemegang Kartu KKS baru dilaporkan masih dalam tahap SPM (Surat Perintah Membayar) atau proses berhasil cek rekening. Mereka dipastikan masuk termin susulan Maret.
Atensi YAPI dan PIP Anak Sekolah
Bantuan ketiga adalah Atensi YAPI (Yatim Piatu). Pada triwulan pertama 2026, bantuan ini kembali disalurkan per tiga bulan. Skema ini mengikuti pola triwulan seperti PKH dan BPNT.
Keempat, Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD hingga SMP juga akan mulai cair pertengahan Ramadan. PIP dengan SK nominasi maupun SK pemberian telah muncul pada laman resmi tahun anggaran 2026. Namun hingga akhir Februari, saldo belum masuk karena penyaluran dijadwalkan Maret.
PIP menjadi salah satu bansos yang ditunggu karena membantu kebutuhan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu menjelang tahun ajaran baru.
BLT Dana Desa dan Wilayah 3T
Kelima, BLT Dana Desa kembali disalurkan sesuai regulasi masing-masing desa atau kelurahan. Penentuan KPM dilakukan di luar penerima bansos reguler. Sejumlah desa sudah mulai menyusun jadwal pencairan menjelang Lebaran.
Keenam, pencairan PKH dan BPNT tahap pertama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) masih menggunakan layanan PT Pos Indonesia. KPM akan menerima surat undangan berbarcode sebagai syarat pencairan.
Beberapa wilayah 3T dilaporkan sudah mulai mencetak undangan, menandakan proses distribusi segera berjalan.
Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter
Yang ketujuh sekaligus paling dinanti adalah bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Bantuan ini menjadi stimulus tambahan Ramadan.
Sejumlah daerah di Papua dan Nusa Tenggara Timur dilaporkan telah bersiap membagikan surat undangan. Distribusi akan dilakukan bertahap hingga menjelang Idul Fitri.
Bantuan beras dan minyak ini menyasar KPM aktif yang telah menerima atau terdaftar dalam sistem bansos nasional.
Penyaluran Bertahap Hingga Akhir Maret
Secara keseluruhan, penyaluran dilakukan mulai awal Maret hingga menjelang Lebaran, dan sebagian berlanjut sampai akhir bulan. Pemerintah mengimbau KPM untuk rutin mengecek status melalui kanal resmi dan memastikan data kependudukan aktif.
Bagi KPM yang sudah menerima PKH atau BPNT tahap pertama, kini tinggal menunggu bantuan tambahan seperti beras dan minyak. Sementara yang belum cair, diharapkan masuk daftar susulan Maret.
Dengan kepastian 7 bansos cair jelang Lebaran 2026, diharapkan daya beli masyarakat meningkat dan kebutuhan Ramadan dapat terpenuhi. Pemerintah menegaskan penyaluran dilakukan bertahap dan sesuai data terpadu kesejahteraan sosial.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap informasi hoaks dan hanya mengacu pada pengumuman resmi dari Kementerian Sosial maupun pemerintah daerah setempat.