RADAR TULUNGAGUNG – Progres bansos Februari 2026 menunjukkan capaian signifikan. Hingga akhir Februari, penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap 1 untuk triwulan Januari–Maret 2026 telah menembus lebih dari 85 persen secara nasional.
Data dari Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat, total anggaran yang sudah tersalurkan dalam progres bansos Februari 2026 ini mencapai lebih dari Rp15 triliun. Program utama seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi tulang punggung pencairan tahap awal tahun ini.
Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, percepatan distribusi bansos diklaim sebagai langkah menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
PKH Hampir 90 Persen, Saldo Sudah Masuk KKS
Untuk program Program Keluarga Harapan (PKH), penyaluran telah menjangkau 9.940.958 keluarga penerima manfaat (KPM) dari total alokasi 10 juta KPM. Nilai bantuan yang telah cair mencapai lebih dari Rp6 triliun atau sekitar 89,4 persen dari target triwulan pertama.
Besaran PKH bervariasi sesuai kategori penerima. Ibu hamil mendapat Rp900.000 per tahap, sementara anak sekolah bisa memperoleh hingga Rp3 juta per tahun tergantung jenjang pendidikan.
Pencairan dilakukan melalui bank-bank Himbara seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, serta PT Pos Indonesia untuk wilayah terpencil. Banyak KPM melaporkan saldo sudah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka.
Meski demikian, sekitar 3 juta KPM masih dalam proses verifikasi tambahan, khususnya penerima baru. Pemerintah menegaskan batas akhir penyaluran tahap 1 adalah Maret 2026.
BPNT Cair Rp600 Ribu Sekaligus
Sementara itu, program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) telah menjangkau lebih dari 15 juta KPM dari target 18,25 juta penerima. Total anggaran yang sudah tersalurkan mencapai lebih dari Rp9 triliun atau 86,9 persen.
BPNT biasanya diberikan Rp200 ribu per bulan. Namun pada tahap 1 ini, pencairan banyak dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga KPM menerima Rp600 ribu dalam satu kali pencairan.
Skema ini dinilai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan. Apalagi harga bahan pangan cenderung mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan.
Beras 20 Kg dan 4 Liter Minyak Goreng
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga menggulirkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.
Berdasarkan Keputusan Bapanas Nomor 204/TS.03.03/K/02/2026, Bulog ditugaskan menyalurkan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per KPM per bulan untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Karena disalurkan sekaligus dua bulan, setiap KPM berhak menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng dalam satu tahap. Total penerima mencapai 33,2 juta KPM dengan anggaran sekitar Rp11,92 triliun.
Penyaluran mulai direalisasikan pada pekan keempat Februari 2026, tepat menjelang Ramadan. Distribusi dilakukan melalui kantor Bulog, balai desa, atau titik distribusi resmi dengan membawa KTP, KK, atau surat undangan.
Fenomena Penerima Baru, Sistem Makin Adaptif
Menariknya, progres bansos Februari 2026 juga diwarnai munculnya banyak penerima baru. Hal ini terjadi akibat pembaruan sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berbasis desil kesejahteraan.
KPM lama yang dinilai sudah meningkat taraf ekonominya—misalnya masuk desil 5 ke atas—secara otomatis tergraduasi dan tidak lagi menerima bansos. Slot tersebut kemudian diisi masyarakat desil 1 hingga 4 yang lebih membutuhkan.
Sebagian penerima baru ini sebelumnya tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Rp900 ribu pada 2025. Banyak di antaranya kini tervalidasi sebagai penerima PKH atau BPNT tahap 1.
Bagi yang sudah memiliki KKS, pencairan berlangsung lebih cepat. Sedangkan yang belum, saat ini masih dalam proses pembuatan KKS atau buku rekening kolektif (burekol) melalui bank Himbara. Kemensos menjanjikan distribusi kartu dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Kebijakan ini dinilai sebagai upaya pemerintah mendorong graduasi mandiri sekaligus memastikan bansos tepat sasaran. Meski demikian, tantangan distribusi ke wilayah pelosok masih menjadi pekerjaan rumah.
Secara keseluruhan, progres bansos Februari 2026 yang hampir menyentuh 90 persen menjadi kabar menggembirakan. Dengan tambahan bantuan pangan bagi 33 juta KPM, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi pangan terkendali selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Editor : Edo Trianto