RADAR TULUNGAGUNG - Pemerintah membuka peluang bagi lulusan SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah untuk menjadi ASN.
Kesempatan ini penting bagi calon pegawai yang ingin memulai karier di pemerintahan.
Berdasarkan data seleksi sebelumnya, kebutuhan formasi bagi lulusan non-S1 cukup signifikan.
Sejumlah kementerian dan lembaga pusat maupun daerah tetap memprioritaskan lulusan SMA/SMK untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan.
Kementerian dan Lembaga yang Membutuhkan Lulusan SMA/SMK
Beberapa kementerian dan lembaga yang membuka formasi untuk lulusan SMA/SMK antara lain:
-
Kementerian Hukum dan HAM: Penjaga tahanan, pemeriksa keimigrasian.
-
Kementerian Perhubungan: Personel operasional bandara, teknisi menara, pengawas penerbangan.
-
Badan SAR Nasional dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Pelatih satwa, perawat satwa, pemelihara tumbuhan, petugas pengamanan hutan.
-
Kementerian PUPR: Operator sumber daya air, penilik jalan, operator alat berat.
-
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral: Operator kilang, operator pemboran, pemantau gunung api.
-
Kementerian Kelautan dan Perikanan: Pranata sarana dan prasarana kelautan dan perikanan.
-
Kementerian Keuangan, Kemenkes, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perindustrian: Posisi teknis, operator alat berat, penguji mutu barang pemula.
-
Otorita Ibu Kota Nusantara, Badan Intelijen Negara, Komisi Pemberantasan Korupsi: Pemadam kebakaran, polisi pamong praja, pengelola administrasi intelijen, penjaga tahanan.
Dengan banyaknya formasi, lulusan SMA/SMK memiliki kesempatan nyata untuk menjadi ASN di bidang teknis maupun administratif.
Persiapan Sejak Dini untuk CPNS
Calon pelamar dianjurkan untuk mulai mempersiapkan diri sejak awal. Beberapa langkah penting:
-
Menyusun dokumen administrasi seperti ijazah dan KTP.
-
Mengetahui formasi dan persyaratan masing-masing kementerian.
-
Menyusun strategi belajar untuk ujian kompetensi sesuai formasi.
Dengan memahami kebutuhan kementerian dan persyaratan sejak awal, peluang lolos seleksi CPNS semakin besar bagi lulusan SMA/SMK.
Editor : Manda Dwi Agustin