Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Naruto Monkey di Kebun Binatang Ichikawa: Kisah Haru Bayi Monyet Punch yang Dibuang Induknya, Kini Mulai Diterima Kawanan Berita: JAKARTA – Kisah Na

Lucky Naiha Syafira • Jumat, 27 Februari 2026 | 14:10 WIB

Naruto Monkey di Kebun Binatang Ichikawa viral. Kisah bayi monyet Punch yang ditolak induknya kini mulai diterima kawanan.
Naruto Monkey di Kebun Binatang Ichikawa viral. Kisah bayi monyet Punch yang ditolak induknya kini mulai diterima kawanan.

RADAR TULUNGAGUNG – Kisah Naruto Monkey di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang, menyita perhatian dunia dan membuat jagat media sosial terharu. Julukan Naruto Monkey diberikan kepada bayi monyet bernama Punch, seekor Japanese macaque yang harus memulai hidup tanpa pelukan induknya. Alih-alih mendapatkan kehangatan keluarga, Punch justru ditolak sejak lahir dan hanya bisa memeluk boneka untuk mencari rasa aman.

Naruto Monkey di Kebun Binatang Ichikawa lahir pada 26 Juli 2025. Namun, kehidupan awalnya tidak berjalan seperti bayi primata pada umumnya. Tak lama setelah dilahirkan, induk kandungnya menolak dan meninggalkannya. Kondisi ini sangat berisiko bagi bayi monyet, karena pada fase awal kehidupan mereka sangat bergantung pada induk untuk kehangatan, perlindungan, dan pembelajaran sosial.

Kisah Naruto Monkey ini dengan cepat viral setelah video Punch beredar di media sosial, terutama di platform X. Dalam video tersebut, Punch terlihat memeluk erat boneka orangutan kecil berbulu cokelat saat tidur dan beraktivitas. Boneka itu menjadi satu-satunya sumber kenyamanan bagi bayi monyet yang tumbuh tanpa sosok ibu.

Dirawat Manusia, Boneka Jadi Pengganti Rasa Aman

Melihat kondisi tersebut, petugas Kebun Binatang Ichikawa segera mengambil langkah penyelamatan. Punch dirawat secara hand-raised atau dibesarkan langsung oleh manusia. Ia diberi susu, dipantau kesehatannya secara intensif, dan mendapatkan perhatian khusus agar tetap bertahan hidup.

Namun, ada satu hal yang tidak mudah digantikan, yakni rasa aman emosional. Secara naluriah, bayi primata membutuhkan kontak fisik dengan induknya. Tanpa itu, mereka rentan mengalami stres dan kecemasan.

Untuk membantu Punch merasa lebih nyaman, petugas menyediakan berbagai benda lembut seperti selimut dan boneka. Dari beberapa pilihan, Punch memilih satu boneka orangutan kecil. Sejak saat itu, boneka tersebut selalu berada dalam pelukannya.

Boneka itu bukan sekadar mainan. Bagi Punch, boneka tersebut menjadi simbol keamanan, teman, sekaligus pelindung di tengah dunia yang terasa asing.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Menguat Dua Hari Beruntun, Sentuh Rp3,45 Juta per Gram Meski Ada Kabar Positif Dialog Nuklir AS-Iran

Viral di Media Sosial, Dijuluki Naruto Monkey

Julukan Naruto Monkey muncul dari netizen yang terinspirasi karakter Naruto dalam serial anime terkenal. Seperti Naruto yang tumbuh dalam kesepian, Punch juga harus menghadapi masa kecil tanpa keluarga.

Video Punch yang selalu membawa bonekanya ke mana pun ia pergi menyentuh hati banyak orang. Kolom komentar dipenuhi doa dan dukungan dari netizen di berbagai negara.

Banyak yang mengaku sedih melihat Punch sendirian, namun juga kagum dengan ketahanannya. Empati publik menunjukkan bahwa kisah hewan pun mampu menyentuh sisi kemanusiaan.

Mulai Diterima Kawanan, Tanda Harapan Baru

Perkembangan penting terjadi pada 19 Januari 2026. Petugas mulai memperkenalkan Punch secara bertahap kepada kelompok monyet lain di Kebun Binatang Ichikawa. Proses ini tidak mudah, karena primata memiliki struktur sosial yang kompleks.

Namun, tanda positif mulai terlihat. Seekor monyet dewasa terlihat melakukan grooming atau membersihkan tubuh Punch. Dalam dunia primata, grooming merupakan simbol penerimaan sosial dan ikatan.

Momen tersebut menjadi titik balik penting bagi Punch. Dari bayi monyet yang hanya bergantung pada boneka, kini ia mulai mendapatkan interaksi sosial nyata dari kawanan.

Petugas kebun binatang terus memantau proses adaptasi ini. Tujuannya memastikan Punch tumbuh sehat, mandiri, dan benar-benar menjadi bagian dari kelompoknya.

Baca Juga: Kesempatan Lulusan SMA/SMK: Daftar Kementerian Yang Buka Formasi CPNS

Meski kini mulai diterima kawanan, Punch masih sering terlihat membawa bonekanya. Namun, maknanya telah berubah. Boneka itu bukan lagi simbol kesepian, melainkan saksi perjalanan hidupnya.

Kisah Naruto Monkey menjadi pengingat bahwa setiap makhluk hidup membutuhkan rasa aman, penerimaan, dan kasih sayang. Bahkan dalam kondisi sulit, dukungan dari lingkungan dapat mengubah arah kehidupan.

Para petugas berharap Punch akan terus berkembang dan suatu hari tidak lagi membutuhkan boneka tersebut, bukan karena kehilangan, tetapi karena telah menemukan rasa aman yang sesungguhnya.

Dari bayi monyet yang dibuang induknya, Punch kini menjadi simbol harapan dan ketahanan. Kisahnya membuktikan bahwa bahkan dari kesepian, kekuatan dan keberanian dapat tumbuh.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 27 Februari 2026 Bikin Pasar Berdebar, Antam Turun Tajam, Galeri 24 dan UBS Kompak Naik

 

Editor : Lucky Naiha Syafira
#Kebun Binatang Ichikawa #Bayi monyet viral #Japanese macaque #Naruto Monkey #Punch bayi monyet