JAKARTA – Ramalan tahun 2026 kembali ramai diperbincangkan setelah sebuah kanal YouTube Jagat Mistis menghadirkan prediksi mengejutkan dari sosok yang dikenal sebagai Hiday Dukun Culture. Dalam tayangan tersebut, satu kata yang langsung dilontarkan untuk menggambarkan 2026 adalah: “Disaster” atau bencana.
Meski demikian, pembahasan dibuka dengan penegasan bahwa semua yang disampaikan hanyalah prediksi dan bukan kepastian. Namun, sejumlah poin yang disebutkan cukup membuat publik bertanya-tanya.
Bencana Alam Dominasi Awal 2026
Prediksi terbesar untuk 2026 berkaitan dengan bencana alam. Disebutkan bahwa tahun tersebut merupakan lanjutan dari kondisi 2025, di mana alam digambarkan sedang “membersihkan diri”.
Beberapa gunung disebut berpotensi meletus, termasuk di wilayah Pulau Jawa. Selain itu, banjir besar juga diprediksi melanda sejumlah kota, terutama di daerah dengan pembangunan padat dan minim resapan air.
Tak hanya banjir, gempa bumi disebut berpotensi terjadi di wilayah Jawa Timur hingga Jawa Tengah, bahkan sebelum atau sesudah Lebaran. Efeknya dikatakan bisa terasa hingga Jakarta, terutama kawasan pesisir seperti Jakarta Utara.
Isu megathrust juga sempat disinggung. Meski tidak disebut sebagai peristiwa utama 2026, ada kemungkinan gempa besar memicu rangkaian kejadian lain seperti tsunami di beberapa wilayah.
Selain itu, angin puting beliung dan badai besar diprediksi menjadi pembuka rangkaian bencana di awal tahun.
Skandal Politik dan Korupsi Besar
Di sektor politik, prediksi menyebutkan akan ada pengungkapan kasus korupsi besar sekitar pertengahan tahun, tepatnya Juni atau Juli. Kasus ini disebut memicu gelombang demonstrasi yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Tak hanya korupsi, sejumlah skandal pribadi politikus juga diprediksi terkuak, mulai dari pencucian uang hingga konflik kepentingan proyek.
Nama Presiden Prabowo Subianto juga sempat disebut dalam konteks kesehatan. Dalam ramalan tersebut dikatakan ada kemungkinan beliau harus beristirahat karena kondisi kesehatan, meski tidak dijelaskan detail.
Prediksi lain menyebut beberapa pejabat atau mantan pejabat berpotensi tutup usia pada 2026.
Ekonomi: Menengah ke Bawah Tertekan
Dari sisi ekonomi, kondisi masyarakat menengah ke bawah diperkirakan akan semakin berat. Faktor bencana disebut berdampak pada pasokan bahan pokok, terutama beras dan komoditas pangan.
Sektor kuliner atau F&B dinilai paling terdampak karena kenaikan harga bahan baku. Inflasi disebut menjadi salah satu risiko yang membayangi.
Namun di sisi lain, sektor digital kreatif diprediksi tetap bertahan. Industri konten, hiburan digital, dan platform online justru disebut menjadi “penyelamat” di tengah ketidakpastian.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga diprediksi makin dominan, tetapi membawa risiko penyebaran berita palsu yang memicu konflik sosial.
Tragedi dan Kecelakaan
Prediksi lain yang tak kalah mencemaskan adalah potensi tragedi kebakaran besar di gedung-gedung pencakar langit kota besar. Disebutkan, kebakaran ini diduga bukan murni kecelakaan, melainkan ada unsur kesengajaan untuk menghapus jejak atau mengalihkan isu.
Selain itu, kecelakaan transportasi darat seperti bus antarkota juga diprediksi meningkat akibat kondisi jalan dan faktor teknis.
Bahkan, disebut ada kemungkinan satu pesawat komersial nasional mengalami kecelakaan akibat kesalahan teknis atau human error. Dalam gambaran tersebut, korban sulit ditemukan karena lokasi jatuh di laut.
Dunia Hiburan dan Publik Figur
Di dunia hiburan, 2026 diprediksi tetap diwarnai perceraian artis, kasus narkoba dalam satu lingkaran pertemanan, hingga dugaan pencucian uang oleh selebritas berinisial “R”.
Ada pula prediksi artis yang meninggal dunia, baik akibat kecelakaan maupun sakit, meski detailnya tidak dijelaskan.
Namun tak semua kabar buruk. Industri film justru diperkirakan semakin berkembang, dengan genre horor masih mendominasi, disusul komedi dan film bertema konspirasi.
Wabah Baru?
Ramalan juga menyebut potensi munculnya wabah penyakit baru yang menyerupai COVID-19, namun tidak separah pandemi sebelumnya. Pembatasan aktivitas diperkirakan hanya terjadi di kota-kota padat penduduk dan tidak berskala nasional.
Sebagai pengingat, Indonesia sebelumnya sempat menghadapi pandemi global COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan diumumkan sebagai pandemi oleh World Health Organization pada 2020.
Pesan Penutup: Sabar dan Waspada
Terlepas dari benar atau tidaknya ramalan tersebut, pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya kesabaran dan kesiapsiagaan. Masyarakat diajak menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta lebih bijak dalam mengelola keuangan.
Ramalan tetaplah ramalan. Namun kewaspadaan terhadap bencana, stabilitas ekonomi, dan dinamika sosial memang menjadi tanggung jawab bersama.
Apakah 2026 benar-benar akan menjadi tahun “disaster”? Waktu yang akan menjawab.
Editor : Davina Ar Raafika