Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prakiraan Cuaca 4 Maret 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa, Bali, NTT dan Sejumlah Wilayah Ini

Ayu Dhea Cheryl • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:54 WIB

BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat melanda sejumlah wilayah Indonesia pada 4 Maret 2026, disertai potensi angin kencang dan cuaca ekstrem.
BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat melanda sejumlah wilayah Indonesia pada 4 Maret 2026, disertai potensi angin kencang dan cuaca ekstrem.

Prakiraan cuaca 4 Maret 2026 menjadi perhatian serius setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, cuaca ekstrem ini diperkirakan masih berlanjut hingga sepekan ke depan.

Dalam analisis atmosfer terbarunya, BMKG menjelaskan bahwa prakiraan cuaca 4 Maret 2026 dipengaruhi dinamika atmosfer dari skala global hingga lokal. Kombinasi sejumlah fenomena iklim aktif membuat potensi pembentukan awan hujan meningkat signifikan di banyak daerah.

Prakiraan cuaca 4 Maret 2026 juga menyebutkan bahwa kondisi La Nina lemah masih terdeteksi. Fenomena ini berkontribusi pada peningkatan curah hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Meski dalam kategori lemah, dampaknya tetap signifikan terhadap pola hujan nasional.

Baca juga:Pengaruh Fenomena Global dan Regional

Selain La Nina lemah, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) juga masih memengaruhi atmosfer Indonesia. Saat ini, MJO terpantau berada pada fase Samudra Hindia dan Maritime Continent, dua fase yang dikenal mampu meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, gelombang atmosfer seperti gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin juga terpantau aktif, khususnya di wilayah Samudra Hindia Barat Daya hingga sebagian besar Papua. Aktivitas gelombang ini memperkuat suplai uap air dan meningkatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi.

BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Barat Daya Lampung dan di Samudra Pasifik dekat Papua Nugini. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari perairan barat daya Banten hingga timur laut Papua. Kondisi tersebut menjadi faktor pemicu hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Baca juga:Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Berdasarkan prakiraan cuaca 4 Maret 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, serta Papua Pegunungan.

Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan Selatan.

Tak hanya hujan deras, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai. Wilayah yang berpotensi terdampak angin kencang antara lain Banten, DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Papua, serta Sulawesi Selatan.

Baca juga:Waspadai Dampak Hidrometeorologi

Dengan tingginya potensi hujan lebat dan angin kencang, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi. Beberapa dampak yang perlu diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang, serta gangguan transportasi darat, laut, dan udara.

Wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah aliran sungai perlu siaga lebih awal, terutama jika hujan terjadi dalam durasi panjang. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi agar dapat mengambil langkah antisipatif.

Kondisi cuaca ekstrem ini juga berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan mudik lokal, distribusi logistik, hingga kegiatan nelayan. Karena itu, informasi prakiraan cuaca 4 Maret 2026 menjadi acuan penting dalam perencanaan aktivitas harian.

BMKG menegaskan bahwa dinamika atmosfer masih cukup aktif dalam beberapa hari ke depan. Artinya, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan instansi terkait apabila terjadi peringatan dini cuaca ekstrem.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
#bmkg #hujan lebat #angin kencang #Prakiraan Cuaca 4 Maret 2026 #cuaca ekstrem