Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral MBG Ramadan Diprotes Emak-Emak, Menu Makan Bergizi Gratis Disebut Tak Layak dan Tak Sesuai Anggaran Rp15 Ribu

Cholifatun Nisak • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:50 WIB

MBG Ramadan diprotes orang tua. Menu makan bergizi gratis dinilai tak layak dan tak sesuai anggaran Rp15 ribu per hari.
MBG Ramadan diprotes orang tua. Menu makan bergizi gratis dinilai tak layak dan tak sesuai anggaran Rp15 ribu per hari.

RADAR TULUNGAGUNG- Program MBG Ramadan kembali menjadi sorotan tajam publik. Sejumlah orang tua siswa dari berbagai daerah memprotes kualitas menu Makan Bergizi Gratis yang dibagikan selama bulan puasa. Video keluhan emak-emak itu viral di media sosial dan memicu perdebatan luas.

Dalam berbagai unggahan, para orang tua menunjukkan isi paket MBG Ramadan yang diterima anak-anak mereka. Menu yang ditampilkan rata-rata berisi satu butir telur, sepotong roti, tiga butir kurma, sebungkus kacang kecil, satu buah jeruk atau pisang, serta susu kotak. Bahkan ada yang hanya mendapat singkong rebus dan gorengan.

Keluhan mencuat karena menu tersebut dinilai tidak sebanding dengan anggaran Rp15 ribu per hari per siswa yang selama ini disebut-sebut sebagai patokan program Makan Bergizi Gratis.

“Inikah program yang dibanggakan?” ujar salah satu orang tua dalam video yang beredar.

Disebut Tak Sesuai Anggaran

Beberapa video memperlihatkan perhitungan kasar nilai makanan yang diterima siswa. Roti disebut seharga Rp1.000, kacang Rp1.000, telur sekitar Rp2.000, dan buah kecil yang jika ditotal dinilai jauh dari nominal Rp15 ribu.

Ada pula paket MBG untuk tiga hari yang hanya berisi lima butir kurma, satu telur, satu roti, dan satu susu kotak. Orang tua mempertanyakan transparansi anggaran dan distribusi program tersebut.

Program MBG sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto di bidang peningkatan gizi anak sekolah. Namun, di lapangan, sejumlah warga menilai implementasinya belum sesuai harapan.

Tak sedikit orang tua yang menyampaikan kekecewaan dengan nada emosional. Mereka menilai menu tersebut kurang layak untuk anak sekolah, terlebih saat Ramadan ketika kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi meski berpuasa.

Kritik Pedas hingga Usulan Uang Tunai

Kritik juga datang dengan bahasa yang cukup keras. Bahkan, ada yang mengutip pernyataan Ketua BEM UGM yang sempat menyebut MBG bukan lagi “makan bergizi gratis”, melainkan plesetan bernada sindiran.

Sebagian orang tua mengusulkan agar selama Ramadan, program MBG diganti dalam bentuk uang tunai Rp15 ribu per hari. Alasannya, orang tua bisa lebih fleksibel membeli takjil atau makanan berbuka yang dinilai lebih layak dan sesuai kebutuhan anak.

“Kalau dikasih uang, bisa buat beli takjil atau ditabung untuk kebutuhan lain,” ujar seorang ibu dalam video lainnya.

Tak hanya soal porsi dan variasi, kualitas makanan juga disorot. Ada laporan susu dengan kadar rendah, mie instan sebagai menu berbuka, hingga makanan yang disebut sudah berair dan diduga basi. Kekhawatiran muncul terkait risiko gangguan kesehatan jika makanan tersebut dikonsumsi saat perut kosong setelah seharian berpuasa.

Evaluasi dan Pengawasan Dipertanyakan

Sorotan terhadap MBG Ramadan kali ini tak hanya menyangkut menu, tetapi juga pengawasan dan evaluasi pelaksanaan di lapangan. Sejumlah warganet menduga ada ketidaksesuaian antara anggaran dan realisasi menu yang diterima siswa.

Program Makan Bergizi Gratis sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah serta mendukung tumbuh kembang generasi muda. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan di berbagai daerah disebut belum merata kualitasnya.

Beberapa orang tua menegaskan mereka tidak menolak program pemerintah. Mereka mengaku mendukung tujuan baik MBG, tetapi meminta perbaikan dalam pelaksanaan, terutama selama Ramadan.

Di bulan puasa, anak-anak tetap membutuhkan asupan protein, vitamin, dan energi yang cukup untuk menunjang aktivitas belajar. Karena itu, menu MBG Ramadan seharusnya dirancang lebih matang, baik dari sisi komposisi, kualitas bahan, maupun distribusi.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait keluhan yang viral tersebut. Namun, derasnya kritik di media sosial menjadi sinyal kuat bahwa program ini membutuhkan evaluasi serius.

Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun daerah segera melakukan audit dan perbaikan, agar MBG benar-benar menjadi solusi peningkatan gizi, bukan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

 

Editor : Cholifatun Nisak
#MBG Ramadan #Anggaran MBG #Protes Orang Tua Siswa #Menu MBG Puasa #Makan Bergizi Gratis