RADAR TULUNGAGUNG- Program MBG Ramadan atau Makan Bergizi Gratis tetap berlangsung di sejumlah sekolah meski memasuki bulan suci. Sebanyak 2.815 siswa dari 28 lembaga pendidikan tingkat PAUD hingga SMP tercatat masih menerima paket makanan bergizi gratis dengan menu yang telah disesuaikan.
Selama Ramadan, menu MBG Ramadan diubah menjadi makanan kering yang lebih tahan lama. Langkah ini diambil karena banyak siswa menjalankan ibadah puasa, sehingga makanan tidak langsung dikonsumsi saat dibagikan di sekolah.
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap mendistribusikan paket sesuai mekanisme biasa. Hanya saja, jenis makanan yang diberikan tidak lagi berupa hidangan siap santap, melainkan paket kering yang bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa.
Isi paket MBG Ramadan kali ini terdiri dari lima jenis makanan, yakni satu butir telur rebus, susu kotak, biskuit gandum, kurma, dan pisang. Komposisi tersebut dipilih karena relatif awet dan tetap memenuhi unsur gizi dasar seperti protein, serat, dan energi.
Menu Kering untuk Antisipasi Puasa
Perubahan menu dilakukan agar makanan tetap layak konsumsi hingga sore hari. Sebab, distribusi biasanya dilakukan pada pagi hari di lingkungan sekolah.
Perwakilan sekolah menjelaskan bahwa pemberitahuan terkait kelanjutan program MBG Ramadan baru diterima beberapa waktu sebelumnya. Meski persiapannya singkat, distribusi tetap dapat berjalan lancar.
“Program tetap dilanjutkan, hanya dirupakan makanan yang lebih awet,” ujar salah satu pihak sekolah.
Dengan menu kering, siswa diharapkan dapat menyimpan paket tersebut hingga waktu berbuka tanpa khawatir kualitas makanan menurun. Model ini juga bertujuan meminimalkan potensi makanan terbuang karena basi.
Jangkau Ribuan Siswa
Saat ini, program MBG masih dilayani oleh satu dapur umum. Meski kapasitasnya terbatas, layanan tersebut sudah menjangkau 28 lembaga pendidikan dengan total 2.815 penerima manfaat.
Jumlah tersebut mencakup siswa dari berbagai jenjang, mulai PAUD hingga SMP. Pemerintah setempat menyatakan akan terus melakukan evaluasi agar distribusi berjalan tepat sasaran dan kualitas makanan tetap terjaga.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga asupan nutrisi anak sekolah. Terlebih selama Ramadan, pola makan yang berubah membuat pemenuhan gizi tetap harus diperhatikan, meski waktu konsumsinya bergeser ke sore hari.
Evaluasi dan Pengawasan Berkelanjutan
Pihak pelaksana memastikan bahwa kandungan gizi dalam paket MBG Ramadan tetap diperhitungkan. Telur sebagai sumber protein, susu sebagai asupan kalsium, serta buah dan kurma untuk energi cepat menjadi kombinasi yang dianggap sesuai untuk berbuka.
Meski demikian, evaluasi berkala tetap dilakukan untuk memastikan kualitas bahan dan ketepatan distribusi. Masukan dari sekolah dan wali murid juga menjadi bagian dari bahan perbaikan program.
Dengan tetap berjalannya MBG Ramadan, diharapkan siswa tidak hanya terbantu dalam pemenuhan gizi, tetapi juga tetap semangat menjalani kegiatan belajar selama bulan puasa.
Ke depan, penambahan fasilitas dapur umum direncanakan agar cakupan penerima manfaat bisa diperluas. Program ini ditargetkan terus berkembang sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan akses makan bergizi gratis secara merata.
MBG Ramadan menunjukkan bahwa program bantuan gizi tetap dapat berjalan dengan penyesuaian teknis. Menu berubah menjadi kering dan lebih praktis, namun tujuan utama menjaga kesehatan dan nutrisi generasi muda tetap menjadi prioritas.
Editor : Cholifatun Nisak