NGANJUK - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cangkringan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sempat dihentikan sementara atau disuspensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini sempat memicu berbagai spekulasi di masyarakat, terutama terkait kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun setelah dilakukan klarifikasi, diketahui bahwa penghentian sementara operasional SPPG tersebut bukan disebabkan oleh masalah pada menu makanan, melainkan karena kesalahan administratif dalam pengisian formulir laporan.
Pihak terkait menjelaskan bahwa kesalahan tersebut terjadi saat kepala SPPG mengisi formulir evaluasi yang digunakan dalam sistem penilaian Badan Gizi Nasional.
Kesalahan Input Formulir Picu Suspensi
Berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan, kesalahan tersebut terjadi karena human error saat pengisian form oleh kepala SPPG.
Formulir tersebut berisi sejumlah pertanyaan terkait kondisi operasional dapur MBG. Apabila tidak ada masalah, seharusnya bagian tersebut tidak perlu diisi.
Namun karena keterbatasan waktu dan kurangnya konsentrasi saat pengisian, beberapa bagian yang sebenarnya tidak bermasalah justru diisi sebagai adanya permasalahan.
Kesalahan tersebut kemudian terbaca oleh sistem penilaian BGN sebagai indikasi masalah operasional, sehingga memicu status suspensi sementara terhadap SPPG Cangkringan.
“Setelah kami klarifikasi, ternyata itu hanya kesalahan pengisian form oleh kepala SPPG. Sebenarnya tidak ada masalah operasional,” ujar salah satu pihak terkait.
Klarifikasi Dilakukan ke BGN Pusat
Setelah menyadari kesalahan tersebut, pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan koordinator wilayah untuk melakukan klarifikasi kepada Badan Gizi Nasional, baik di tingkat provinsi maupun pusat.
Tujuan klarifikasi ini untuk menjelaskan bahwa informasi yang muncul dalam sistem bukan mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Saat ini pihak SPPG masih menunggu keputusan dari BGN terkait pencabutan status suspensi tersebut.
Mereka berharap proses evaluasi dapat segera selesai sehingga layanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Tidak Ada Komplain Resmi Soal Pelayanan
Pihak terkait juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari masyarakat mengenai buruknya pelayanan SPPG Cangkringan.
Selama ini distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut berjalan relatif lancar.
“Kalau komplain resmi tidak ada. Selama ini kami juga tidak menerima informasi bahwa pelayanannya kurang baik,” jelasnya.
Isu mengenai menu makanan yang beredar di media sosial juga disebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena tidak ada laporan langsung kepada pihak pengelola.
Menu MBG Didominasi Makanan Kering
Dalam program MBG, khususnya selama periode tertentu seperti bulan Ramadan, menu yang disediakan umumnya berupa makanan kering.
Beberapa contoh menu yang biasa diberikan antara lain roti, telur rebus, serta buah-buahan.
Menu tersebut dipilih karena lebih praktis untuk didistribusikan dan memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan makanan basah.
Meski demikian, pihak pengelola tetap diingatkan untuk memperhatikan masa kedaluwarsa dan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Prioritaskan Keamanan Penerima Manfaat
Pihak terkait menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama dalam program Makan Bergizi Gratis.
Jika ditemukan indikasi makanan tidak layak konsumsi, langkah penarikan produk biasanya langsung dilakukan pada hari yang sama.
Langkah cepat tersebut memang dapat menimbulkan kerugian bagi dapur penyedia makanan, namun dianggap perlu demi menjaga kualitas program.
“Kalau ada masalah langsung ditarik. Walaupun dapur bisa rugi, tapi keselamatan penerima manfaat tetap yang utama,” jelasnya.
Menunggu Keputusan Pencabutan Suspensi
Saat ini operasional SPPG Cangkringan masih menunggu keputusan dari Badan Gizi Nasional terkait pencabutan status suspensi.
Pihak pengelola berharap proses klarifikasi yang telah dilakukan dapat segera ditindaklanjuti sehingga layanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan.
Pasalnya, penghentian operasional dapur MBG tidak hanya berdampak pada relawan dan pengelola, tetapi juga pada masyarakat yang menjadi penerima manfaat program tersebut.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik yang sempat beredar di media sosial terkait kualitas layanan SPPG Cangkringan dapat segera mereda.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh