Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Zulkifli Hasan Puji Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Lamongan, Disiapkan Jadi Penopang Program Makan Bergizi Gratis

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:05 WIB

Zulkifli Hasan puji pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Lamongan yang disiapkan sebagai penopang program Makan Bergizi Gratis.(Pinterest)
Zulkifli Hasan puji pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Lamongan yang disiapkan sebagai penopang program Makan Bergizi Gratis.(Pinterest)

LAMONGAN – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus dipercepat di berbagai daerah. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang dinilai paling progresif dalam pembangunan koperasi desa tersebut.

Kunjungan kerja Zulkifli Hasan ke Desa Doyomulyo, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan pada Selasa, 27 Agustus, disambut antusias oleh warga setempat. Dalam kesempatan itu, ia meninjau langsung kesiapan Koperasi Desa Merah Putih yang akan menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat desa.

Menurut Zulkifli Hasan, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih sangat penting karena akan berfungsi sebagai penampung hasil produksi masyarakat desa. Selain itu, koperasi tersebut juga disiapkan menjadi bagian penting dalam rantai pasok program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Lamongan Jadi Daerah dengan KDMP Terbanyak

Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan menyebut Jawa Timur sebagai provinsi dengan pembangunan KDMP terbanyak di Indonesia. Dari seluruh daerah di provinsi tersebut, Kabupaten Lamongan tercatat menjadi wilayah dengan jumlah koperasi desa terbanyak.

Hal tersebut membuat Lamongan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menopang program makan bergizi gratis.

“Jawa Timur paling banyak pembangunan koperasinya, dan di Jawa Timur yang paling banyak adalah Kabupaten Lamongan,” ujar Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja.

Ia menilai percepatan pembangunan koperasi desa di Lamongan tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk peran aparat TNI yang membantu pembangunan di lapangan.

Apresiasi untuk Peran Babinsa

Zulkifli Hasan secara khusus memberikan apresiasi kepada jajaran TNI, terutama para Babinsa yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam percepatan pembangunan koperasi desa.

Menurutnya, Babinsa tidak hanya membantu pembangunan koperasi desa, tetapi juga ikut terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia bahkan mengusulkan agar para Babinsa yang terlibat aktif dalam pembangunan koperasi desa mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat maupun peningkatan kesejahteraan.

“Saya berterima kasih kepada Panglima TNI, para Dandim, dan khususnya Babinsa yang bekerja luar biasa membantu pembangunan koperasi desa,” kata Zulkifli Hasan.

Target Nasional 20–30 Ribu KDMP

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih secara besar-besaran di seluruh Indonesia. Zulkifli Hasan menyebut jumlah koperasi desa yang akan dibangun ditargetkan mencapai 20.000 hingga 30.000 unit.

Target tersebut diharapkan dapat tercapai pada Maret hingga April 2026 mendatang. Dengan jumlah koperasi yang besar, pemerintah berharap program pemberdayaan ekonomi desa dapat berjalan lebih efektif.

Koperasi desa nantinya tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung antara produksi desa dengan pasar yang lebih luas.

Progres Pembangunan KDMP di Lamongan

Sementara itu, Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Infanteri Denny Suryo Anggo Digdo, menjelaskan bahwa pembangunan KDMP di Kabupaten Lamongan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.

Ia menyebut hingga saat ini terdapat sekitar 301 titik pembangunan koperasi desa yang sedang berjalan di wilayah tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 titik telah selesai dibangun sepenuhnya atau mencapai 100 persen. Pihaknya menargetkan hingga akhir Januari jumlah koperasi yang selesai dibangun bisa mencapai 20 titik.

Selain itu, pada akhir Februari mendatang, pembangunan koperasi desa ditargetkan sudah mencapai sekitar 100 titik.

“Kami optimistis progres pembangunan akan terus meningkat sehingga target pembangunan koperasi desa bisa tercapai,” ujar Denny.

Dorong Ekonomi Desa Berkelanjutan

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Koperasi tersebut akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari penampungan hasil produksi pertanian hingga pengembangan usaha mikro di tingkat desa.

Dengan adanya koperasi desa, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap pasar, permodalan, serta jaringan distribusi produk.

Pemerintah optimistis program ini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#MBG #Koperasi Desa Merah Putih #KDMP