Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tol Malang Panjen Masuk Review Desain, Pembebasan Lahan 2027! Pansela Ditargetkan Tumbuh Seperti Pantura

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:30 WIB

Tol Malang Panjen masuk review desain, pembebasan lahan 2027. Pansela ditargetkan tumbuh pesat seperti Pantura.
Tol Malang Panjen masuk review desain, pembebasan lahan 2027. Pansela ditargetkan tumbuh pesat seperti Pantura.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Proyek Tol Malang Panjen terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah Kabupaten Malang memastikan proyek strategis ini telah memasuki tahap review basic design dan viability study. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembebasan lahan ditargetkan mulai tahun 2027.

Baca Juga: Berita Tol Kepanjen 2026: 43 Desa di Tulungagung Terdampak Proyek Tol, Warga Mulai Bersiap Hadapi Perubahan Besar

Tol Malang Panjen menjadi fokus utama Pemkab Malang untuk mendongkrak konektivitas wilayah selatan atau Pansela. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi tulang punggung akses lintas wilayah yang menghubungkan kawasan utara dan selatan Kabupaten Malang.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa Tol Malang Panjen dirancang tidak hanya sebagai jalan bebas hambatan semata, tetapi sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan. Dengan konektivitas yang lebih kuat, Pansela diharapkan berkembang pesat layaknya kawasan Pantura yang lebih dahulu maju karena dukungan infrastruktur.

 

Masuk Tahap Review Desain dan Studi Kelayakan

 

Saat ini, Tol Malang Panjen berada pada fase review basic design dan viability study atau studi kelayakan. Tahapan ini krusial untuk memastikan kesiapan teknis, skema pembiayaan, serta dampak ekonomi dan sosial dari proyek tersebut.

 

Setelah tahapan tersebut rampung, pemerintah daerah menargetkan proses pembebasan lahan bisa dimulai pada 2027. Langkah ini menjadi penanda bahwa proyek sudah masuk fase yang lebih konkret menuju realisasi konstruksi.

 

Tol Malang Panjen nantinya akan terintegrasi dengan jalur Bantur hingga Balekambang. Konektivitas ini dinilai strategis karena membuka akses langsung ke kawasan wisata unggulan di pesisir selatan Kabupaten Malang. Selama ini, akses menuju destinasi tersebut masih mengandalkan jalur arteri yang kapasitasnya terbatas.

 

Pansela Ditargetkan Berkembang Seperti Pantura

 

Pemkab Malang memiliki visi besar terhadap kawasan Pansela. Dengan dukungan Tol Malang Panjen, wilayah selatan ditargetkan bisa berkembang seperti Pantura yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi karena akses jalan nasional dan tol yang memadai.

 

Kehadiran jalan tol diyakini mampu memangkas waktu tempuh distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Efisiensi logistik akan meningkat, biaya transportasi bisa ditekan, dan daya saing produk lokal berpotensi terdongkrak.

Baca Juga: Berita Tol Kepanjen Terbaru 2026: Didorong Langsung ke Presiden, Proyek Tol Malang–Kepanjen Akhirnya Dapat Sinyal Positif

Selain sektor perdagangan dan industri, pariwisata juga diproyeksikan menjadi sektor yang merasakan dampak signifikan. Destinasi seperti Balekambang dan kawasan pantai selatan lainnya berpotensi mengalami lonjakan kunjungan wisatawan jika akses semakin mudah dan nyaman.

 

Jalan Pendukung Ikut Diperkuat

 

Tak hanya fokus pada pembangunan Tol Malang Panjen, Pemkab Malang juga menyiapkan peningkatan infrastruktur jalan pendukung. Salah satunya adalah ruas Kepanjen–Pagak yang telah mendapatkan persetujuan pendanaan melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah.

 

Total panjang jalan yang diusulkan untuk peningkatan mencapai 13 kilometer. Estimasi anggaran berkisar antara Rp49 miliar hingga Rp65 miliar.

 

Peningkatan jalan tersebut meliputi pelebaran badan jalan, pembangunan drainase, perbaikan bahu kiri dan kanan, serta peninggian badan jalan. Lebar jalan yang sebelumnya sekitar 5,5 meter ditargetkan menjadi minimal 7 meter. Bahkan, jika kondisi lahan memungkinkan, lebar jalan bisa mencapai 7,5 meter.

 

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan akses menuju dan dari pintu tol tetap lancar. Tanpa dukungan jalan penghubung yang memadai, efektivitas jalan tol tidak akan optimal.

 

Dorong Ekonomi dan Investasi

 

Penguatan infrastruktur melalui Tol Malang Panjen dan peningkatan jalan daerah diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang secara merata. Wilayah selatan yang selama ini relatif tertinggal dari sisi infrastruktur diharapkan bisa mengejar ketertinggalan.

 

Dengan akses yang lebih baik, peluang investasi di sektor properti, perdagangan, hingga industri pengolahan diyakini semakin terbuka. Dampak jangka panjangnya adalah terciptanya lapangan kerja baru dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

 

Pemkab Malang optimistis sinergi antara pembangunan tol dan penguatan jalan daerah akan menjadi fondasi kuat transformasi ekonomi kawasan Pansela. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Tol Malang Panjen bukan hanya menjadi proyek infrastruktur, melainkan simbol percepatan pembangunan wilayah selatan Kabupaten Malang.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Infrastruktur Kabupaten Malang #tol malang kepanjen #Pansela Malang #Pembebasan Lahan 2027 #Review Basic Design