Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ramalan Gempa Megathrust 2026 Kembali Viral, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Besar dan Tsunami di Indonesia

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:15 WIB

Ramalan gempa megathrust 2026 viral di media sosial. BMKG jelaskan potensi gempa besar dan tsunami di Indonesia namun belum bisa diprediksi.(Pinterest)
Ramalan gempa megathrust 2026 viral di media sosial. BMKG jelaskan potensi gempa besar dan tsunami di Indonesia namun belum bisa diprediksi.(Pinterest)

Radar Tulungagung - Ramalan gempa megathrust 2026 kembali ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah video yang menyinggung potensi bencana besar di Indonesia viral di internet. Dalam video tersebut disebutkan adanya kemungkinan gempa besar hingga tsunami yang dapat melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Pulau Jawa dan Sumatera.

Isu mengenai ramalan gempa megathrust 2026 ini muncul dari klaim seorang paranormal yang mengaku mendapatkan gambaran bencana melalui terawangan. Ia menyebut adanya potensi gempa besar akibat pergerakan lempeng tektonik yang dapat memicu gelombang laut besar.

Meski demikian, para ahli dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa potensi gempa megathrust di Indonesia memang ada secara ilmiah, namun waktu terjadinya tidak dapat diprediksi secara pasti.

Ramalan Menyebut Potensi Tsunami Besar

Dalam video yang beredar, disebutkan bahwa pergerakan lempeng tektonik di kawasan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik berpotensi menimbulkan gempa besar jika terjadi secara bersamaan.

Terawangan tersebut menyebut sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi gempa kuat, di antaranya Selat Sunda, Mentawai, Nias, hingga beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Bahkan disebutkan kemungkinan munculnya gelombang air besar yang berasal dari laut dan berpotensi menyapu wilayah daratan.

Selain itu, disebutkan pula adanya tanda-tanda sebelum gempa besar terjadi, seperti gempa kecil yang berulang dalam satu hari serta perubahan perilaku hewan yang turun dari pegunungan ke wilayah permukiman.

Namun klaim tersebut tidak didasarkan pada kajian ilmiah.

BMKG: Megathrust Memang Ada, Tapi Tak Bisa Diprediksi

Secara ilmiah, fenomena megathrust memang dikenal sebagai zona tumbukan dua lempeng tektonik besar yang dapat memicu gempa bumi berkekuatan sangat besar.

Indonesia sendiri berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang merupakan jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik utama dunia.

Zona megathrust terbentuk ketika lempeng samudra yang lebih padat menyusup ke bawah lempeng benua. Proses ini menimbulkan penumpukan energi besar di dalam kerak bumi.

Ketika energi tersebut dilepaskan secara tiba-tiba, gempa bumi besar dapat terjadi. Jika pusat gempa berada di dasar laut dan memicu pergerakan dasar samudra, maka tsunami juga berpotensi terjadi.

BMKG mencatat terdapat sejumlah segmen megathrust di Indonesia, termasuk di wilayah Selat Sunda dan Mentawai.

Kedua wilayah tersebut diketahui telah lama tidak mengalami gempa besar sehingga menjadi perhatian para ahli kegempaan.

Fenomena ini dikenal sebagai seismic gap, yaitu kondisi ketika suatu zona gempa sudah lama tidak melepaskan energi dalam waktu ratusan tahun.

Indonesia Dikelilingi Banyak Zona Megathrust

Secara geografis, Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yakni lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Kondisi ini menyebabkan Indonesia memiliki banyak zona subduksi yang berpotensi memicu gempa bumi.

Beberapa wilayah yang memiliki potensi gempa megathrust antara lain Aceh-Andaman, Nias-Simeulue, Mentawai, Selat Sunda, hingga sepanjang selatan Pulau Jawa.

Potensi kekuatan gempa di beberapa zona tersebut bahkan diperkirakan dapat mencapai magnitudo di atas 8.

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa tidak semua gempa megathrust akan memicu tsunami.

Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Informasi mengenai potensi gempa sebaiknya hanya merujuk pada sumber resmi seperti BMKG atau lembaga penelitian kebencanaan.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir juga diingatkan untuk memahami langkah-langkah evakuasi jika terjadi gempa besar yang berpotensi tsunami.

Pemerintah sendiri terus meningkatkan sistem pemantauan gempa serta peringatan dini tsunami guna meminimalkan risiko korban jika terjadi bencana.

Sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) telah dipasang di berbagai titik untuk mendeteksi gempa dan memberikan peringatan lebih cepat kepada masyarakat.

Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.

BMKG juga menegaskan bahwa informasi mengenai potensi gempa megathrust bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan sebagai bentuk edukasi agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana alam di masa depan.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#ramalan #megathrust #gempa