Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BMKG Ungkap 13 Segmen Megathrust di Indonesia, Gempa Dahsyat hingga Magnitudo 9 Berpotensi Picu Tsunami

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:20 WIB

BMKG mengungkap 13 segmen megathrust di Indonesia yang berpotensi memicu gempa besar hingga tsunami. Beberapa zona sudah ratusan tahun tidak aktif.(Pinterest)
BMKG mengungkap 13 segmen megathrust di Indonesia yang berpotensi memicu gempa besar hingga tsunami. Beberapa zona sudah ratusan tahun tidak aktif.(Pinterest)

Radar Tulungagung - Segmen megathrust di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap adanya sejumlah zona yang berpotensi memicu gempa bumi besar hingga tsunami. Berdasarkan catatan BMKG, terdapat sedikitnya 13 segmen megathrust di Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah dan memiliki potensi magnitudo tinggi.

Keberadaan segmen megathrust ini menjadi salah satu faktor utama tingginya aktivitas kegempaan di Indonesia. Para ahli menyebut energi besar yang tersimpan di zona tersebut dapat dilepaskan sewaktu-waktu dalam bentuk gempa megathrust yang berdampak luas.

BMKG menegaskan bahwa informasi mengenai segmen megathrust di Indonesia bukan untuk menimbulkan kepanikan di masyarakat, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan berbasis kajian ilmiah, sejarah gempa, serta kondisi geologi wilayah Indonesia.

Apa Itu Megathrust?

Megathrust merupakan zona tumbukan antara dua lempeng tektonik besar. Pada proses ini, salah satu lempeng bergerak dan menyusup ke bawah lempeng lainnya dalam mekanisme yang dikenal sebagai subduksi.

Pergerakan tersebut menyebabkan tekanan besar yang terus menumpuk di dalam lapisan bumi. Ketika tekanan ini tidak lagi mampu ditahan oleh batuan, energi yang tersimpan akan dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa bumi.

Gempa yang terjadi di zona megathrust umumnya memiliki kekuatan besar dan berpotensi memicu tsunami, terutama jika pusat gempa berada di dasar laut dan menyebabkan pergerakan vertikal pada dasar samudra.

Karena itu, wilayah yang berada di sekitar zona megathrust sering kali menjadi daerah rawan gempa dan tsunami.

Fenomena Seismic Gap Jadi Perhatian Ilmuwan

BMKG juga menyoroti fenomena yang disebut seismic gap, yaitu wilayah pada zona megathrust yang sudah lama tidak mengalami gempa besar.

Wilayah seperti ini dinilai memiliki potensi tinggi untuk mengalami gempa di masa depan karena energi yang tersimpan di dalam bumi belum dilepaskan dalam waktu lama.

Sebagai contoh, segmen megathrust Selat Sunda tercatat terakhir kali melepaskan energi besar pada tahun 1757. Sementara itu, segmen Mentawai-Siberut diketahui belum mengalami gempa besar sejak tahun 1797.

Kondisi ini membuat kedua wilayah tersebut menjadi salah satu titik yang terus dipantau oleh para ahli kegempaan.

Baca Juga: BRI Buka Peluang Dividen Lebih Besar 2025, RUPS 10 April 2026 Jadi Penentu Payout Ratio Saham Bank BRI

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa tidak ada teknologi yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara pasti.

Daftar 13 Segmen Megathrust di Indonesia

Berdasarkan data BMKG, terdapat 13 segmen megathrust utama di Indonesia yang memiliki potensi magnitudo besar. Segmen-segmen tersebut tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Berikut daftar segmen megathrust tersebut beserta potensi magnitudonya:


Zona-zona ini terbentuk akibat pertemuan berbagai lempeng tektonik besar yang mengelilingi wilayah Indonesia.

Indonesia di Jalur Cincin Api Pasifik

Secara geografis, Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling aktif secara tektonik di dunia.

Wilayah ini menjadi tempat pertemuan beberapa lempeng besar seperti lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Pertemuan lempeng-lempeng tersebut menyebabkan Indonesia memiliki banyak zona subduksi yang berpotensi memicu gempa besar.

Selain itu, kondisi geologi ini juga membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif serta aktivitas seismik yang relatif tinggi dibandingkan wilayah lain di dunia.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Meski potensi gempa megathrust cukup besar, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.

Informasi mengenai segmen megathrust disampaikan sebagai bagian dari upaya edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat.

Pemerintah bersama lembaga terkait terus mengembangkan berbagai sistem pemantauan gempa serta peringatan dini tsunami untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional.

Selain teknologi, kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana juga dinilai sangat penting.

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa dan tsunami diimbau untuk memahami jalur evakuasi, mengikuti simulasi kebencanaan, serta selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG.

Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak dari bencana alam dapat ditekan seminimal mungkin.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#bmkg #megathrust #zona gempa bumi #potensi tsunami