Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BMKG Ungkap 16 Zona Megathrust di Indonesia, Gempa Besar di Selat Sunda dan Mentawai Disebut Tinggal Menunggu Waktu

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:25 WIB

BMKG mengungkap ada 16 zona megathrust di Indonesia. Gempa besar di Selat Sunda dan Mentawai disebut berpotensi terjadi sewaktu-waktu.(Pinterest)
BMKG mengungkap ada 16 zona megathrust di Indonesia. Gempa besar di Selat Sunda dan Mentawai disebut berpotensi terjadi sewaktu-waktu.(Pinterest)

Radar Tulungagung - Zona megathrust di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi gempa besar dapat terjadi di sejumlah wilayah, terutama di sekitar Sumatera dan Jawa. Beberapa segmen megathrust bahkan disebut menyimpan energi besar yang belum dilepaskan selama ratusan tahun.

BMKG mengungkapkan bahwa dua zona yang paling menjadi perhatian saat ini adalah megathrust Selat Sunda dan megathrust Mentawai-Siberut. Kedua wilayah tersebut diperkirakan mampu memicu gempa bumi dengan kekuatan sangat besar jika terjadi pelepasan energi.

Menurut kajian para ahli, zona megathrust di Indonesia merupakan sumber gempa yang terbentuk akibat pertemuan lempeng tektonik besar dunia. Proses tersebut menyebabkan tekanan di dalam bumi terus menumpuk hingga akhirnya dilepaskan dalam bentuk gempa.

Dua Zona Megathrust Paling Diwaspadai

BMKG menjelaskan bahwa megathrust Selat Sunda memiliki potensi memicu gempa dengan kekuatan hingga magnitudo 8,7. Sementara itu, megathrust Mentawai-Siberut diperkirakan mampu menghasilkan gempa hingga magnitudo 8,9.

Kedua segmen tersebut disebut sebagai zona yang sudah lama tidak mengalami gempa besar. Karena itu, para peneliti menilai energi di wilayah tersebut masih tersimpan dalam jumlah besar.

Para ahli menyebut bahwa gempa di zona megathrust dapat terjadi sewaktu-waktu ketika tekanan pada batuan di bawah permukaan bumi tidak lagi mampu ditahan.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa waktu pasti terjadinya gempa tidak dapat diprediksi secara akurat. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada namun tidak perlu panik.

Indonesia Dikelilingi 16 Zona Megathrust

Selain Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, Indonesia ternyata dikelilingi banyak zona megathrust lainnya yang tersebar di berbagai wilayah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai kajian kegempaan, terdapat sedikitnya 16 zona megathrust di Indonesia yang mengelilingi wilayah kepulauan Nusantara.

Beberapa di antaranya meliputi:

Zona-zona tersebut terbentuk akibat proses geologi yang berlangsung sangat lama sejak jutaan tahun lalu.

Bagaimana Zona Megathrust Terbentuk

Zona megathrust terbentuk ketika lempeng samudra bergerak dan menunjam ke bawah lempeng benua dalam proses yang disebut subduksi.

Pergerakan ini menyebabkan tekanan yang terus meningkat pada batuan di dalam bumi. Tekanan tersebut dapat tersimpan selama puluhan hingga ratusan tahun sebelum akhirnya dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa bumi.

Proses inilah yang menjadikan kawasan Indonesia termasuk wilayah dengan aktivitas seismik tinggi.

Selain memicu gempa besar, zona megathrust juga dapat menghasilkan gempa kecil yang terjadi secara lebih sering.

Namun demikian, tidak semua gempa yang terjadi di zona megathrust akan memicu tsunami.

Potensi Tsunami Tidak Selalu Terjadi

Para ahli menjelaskan bahwa tsunami biasanya terjadi jika gempa megathrust disertai dengan pergerakan vertikal dasar laut yang signifikan.

Jika gempa hanya menyebabkan pergeseran horizontal tanpa perubahan besar pada permukaan dasar laut, kemungkinan tsunami menjadi lebih kecil.

Karena itu, meskipun zona megathrust memiliki potensi gempa besar, tidak semua kejadian gempa akan berdampak pada munculnya gelombang tsunami.

Namun demikian, wilayah pesisir tetap perlu meningkatkan kewaspadaan karena kemungkinan tersebut tetap ada.

Pentingnya Mitigasi Bencana

BMKG menegaskan bahwa potensi gempa besar di Indonesia harus dihadapi dengan kesiapan yang matang melalui mitigasi bencana.

Pemerintah bersama berbagai lembaga terkait telah mengembangkan sistem pemantauan gempa serta sistem peringatan dini tsunami untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Selain teknologi, edukasi kepada masyarakat mengenai risiko gempa dan tsunami juga terus dilakukan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir.

Langkah-langkah seperti memahami jalur evakuasi, mengikuti simulasi bencana, dan memperhatikan informasi resmi dari lembaga terkait menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko dampak bencana.

Para ahli juga mengingatkan bahwa meskipun gempa tidak dapat dicegah, dampaknya dapat diminimalkan dengan persiapan yang baik.

Karena itu, masyarakat di wilayah rawan gempa diharapkan tetap waspada dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#potensi gempa #bmkg #Zona megathrust