Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menu Makan Bergizi Gratis saat Ramadan Disorot, Warga hingga Siswa Komplain MBG Dinilai Terlalu Minimalis

Krisna Pambudi • Kamis, 5 Maret 2026 | 19:30 WIB

Menu makan bergizi gratis saat Ramadan disorot. Warga dan siswa komplain karena paket MBG dinilai terlalu minimalis.
Menu makan bergizi gratis saat Ramadan disorot. Warga dan siswa komplain karena paket MBG dinilai terlalu minimalis.

RADAR TULUNGAGUNG - Program makan bergizi gratis (MBG) yang tetap berjalan selama bulan Ramadan menuai sorotan dari masyarakat.

Sejumlah orang tua siswa hingga pelajar menyampaikan keluhan karena menu yang diterima dinilai terlalu sederhana bahkan terkesan seadanya.

Keluhan terkait makan bergizi gratis ini ramai beredar di media sosial melalui berbagai video yang memperlihatkan isi paket makanan yang diterima siswa selama Ramadan.

Beberapa orang tua pun mendatangi dapur penyedia makanan untuk menyampaikan protes secara langsung.

Dalam sebuah video yang viral, sejumlah ibu terlihat mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Jalan Pulau Gede, Bekasi Barat.

Mereka membawa contoh menu makan bergizi gratis yang diterima anak-anak mereka sebagai bentuk protes.

Isi paket tersebut terdiri dari roti kemasan, pisang, kacang hijau, serta susu UHT.

Menu tersebut dinilai terlalu sederhana jika dibandingkan dengan tujuan program yang menekankan pemenuhan gizi bagi anak sekolah.

“Setiap hari MBG-nya seperti ini terus,” ujar salah seorang ibu dalam video yang beredar di media sosial.

Orang Tua Siswa Protes Isi Menu MBG

Keluhan tidak hanya datang dari satu orang tua. Dalam video lain yang juga viral, seorang ibu memperlihatkan isi paket makan bergizi gratis yang diterima dua anaknya.

Ia membuka satu per satu isi paket makanan tersebut di depan kamera. Menu yang terlihat antara lain telur, buah stroberi, serta beberapa makanan ringan lainnya.

Namun menurutnya, porsi dan variasi menu tersebut masih jauh dari harapan masyarakat terhadap program makan bergizi gratis.

Beberapa warga mengaku sudah menyampaikan komplain melalui media sosial maupun secara langsung ke dapur penyedia makanan.

Namun hingga kini mereka merasa belum mendapat respons yang memadai.

Keluhan tersebut memicu perbincangan luas di masyarakat, terutama karena program MBG merupakan salah satu program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

Camat Bekasi Barat Lakukan Inspeksi

Menanggapi keluhan masyarakat, Camat Bekasi Barat turut melakukan inspeksi ke dapur SPPG yang berada di wilayah Kelurahan Jaka Sampurna.

Kehadiran camat tersebut bertujuan untuk memastikan proses distribusi serta kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

“Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai standar,” ujar camat saat melakukan pengecekan di lokasi.

Namun saat tiba di lokasi dapur penyedia makanan, camat tidak menemukan petugas yang bertanggung jawab di tempat tersebut.

Hal ini menambah pertanyaan terkait pengawasan distribusi makanan bagi siswa.

Meski begitu, pihak kecamatan memastikan akan terus memantau pelaksanaan program tersebut agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.

Siswa di Kalimantan Barat Tolak MBG

Sorotan terhadap program makan bergizi gratis juga muncul di daerah lain.

Sebuah video yang viral memperlihatkan puluhan kantong berisi paket MBG diangkut kembali ke mobil pengantar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Paket makanan tersebut sebelumnya hendak didistribusikan kepada siswa di SMA Negeri 1 Rasau Jaya. Namun para siswa memilih menolak paket makanan tersebut.

Akhirnya, puluhan paket makanan itu kembali dimasukkan ke dalam kendaraan pengantar.

Penolakan ini semakin memperkuat kritik masyarakat terhadap kualitas menu MBG yang dinilai belum sesuai harapan.

Menu Ramadan Seharusnya Tetap Bergizi

Selama bulan Ramadan, penyedia layanan MBG seharusnya menyesuaikan jenis makanan yang diberikan kepada siswa.

Menu yang disiapkan umumnya berupa makanan kering yang bisa bertahan hingga waktu berbuka puasa.

Meski demikian, kandungan gizi tetap harus diperhatikan agar tujuan program pemenuhan nutrisi anak sekolah tidak berubah.

Namun dalam sejumlah video yang beredar, beberapa menu justru terlihat sangat sederhana.

Ada paket yang hanya berisi beberapa buah seperti kurma, kelengkeng, dan jeruk dengan jumlah terbatas.

Menu tersebut bahkan disebut cukup untuk dua hari oleh sebagian warga yang mengeluh di media sosial.

Mahasiswa Ikut Soroti Program MBG

Keluhan masyarakat tidak hanya muncul di media sosial. Sejumlah mahasiswa juga membawa isu ini ke depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Mereka menuntut evaluasi serta pembenahan program makan bergizi gratis agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar gizi.

Para mahasiswa menilai program yang memiliki tujuan baik tersebut harus dijalankan dengan pengawasan yang ketat agar tidak sekadar menjadi program formalitas.

Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar program makan bergizi gratis benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah di seluruh daerah.

Editor : Krisna Pambudi
#komplain orang tua siswa #Program MBG #menu mbg minimalis #Menu MBG Ramadan #Makan Bergizi Gratis